Zaman Jahiliyah

Apakah hukum zaman jahiliyah yang mereka cari ? Hukum siapakah yang lebih baik dari hukum Allah, untuk kaum yang yakin.(QS. Almaidah[5]:50)

Zaman Jahiliyah

ZAMAN Jahiliyah adalah zaman pra Islam. Kejahilyahan itu mencakup seluruh dunia. Hukum yang berlaku zaman itu adalah hukum rimba. Siapa yang berkuasa mereka itulah yang membuat hukum sesuai dengan selera dan nafsu birahi mereka.

Pelanggaran hak asasi manusia, pembunuhan anak perempuan, menguburkan mereka hidup-hidup karena malu punya anak perempuan, zina dilegalkan, minuman keras digemarkan dan judi digalakkan.

Inilah zaman yang paling kelam, zaman manusia tidak lagi mengenal Allah Pencipta semesta alam, zaman kemusyrikan. Mereka bersujud ke hadapan berhala. Baik di Mekkah, Madinah, Suriyah, Mesir, Persia, India, Cina dan Kepulauan Nusantara.

Mereka percaya Tuhan, tetapi Tuhannya  banyak, dan patung sebagai wujud Tuhan. Di India dan sekitarnya, bukan hanya patung yang mereka sembah, tetapi juga  sejumlah binatang seperti lembu, kera, dan ular.

Perbudakan sudah melewati batas, mereka menjadikan manusia (budak) sebagai pekerja mencari nafkah di kebun-kebun mereka dengan imbalan yang tak pantas, isteri dan gadis-gadis budak, dijadikan gundik pembesar, mulai dari raja, menteri, orang-orang kaya sampai kepala desa. Mereka tidak mengenal pahala dan dosa.Itiulah zaman kegelapan (dzulumat) dalam segala bidang.

Orang-orang kaya mengumpulkan harta dengan riba.Orang-orang miskin yang lapar diberi pinjaman, tetapi pengembaliannya harus melebihi pinjaman, bahkan berlipat ganda.

Sering terjadi perang antar suku (kabilah). Suku yang kalah akan dijadikan budak, harta mereka disita untuk mereka yang menang. Manusia memperbudak manusia, kaum papa sangat hina dina karena terlilit utang sama majikan mereka yang kaya raya.

Sifat-sifat kaum Jahilyah yang lain adalah dengki dan irihati, dengki dan sombong (QS. Al-Fathah[48]:26). Musyrik kepada Allah (QS. Ali Imran [3]:154). Kaum perempuan menampakkan perhiasan dan tidak menutup aurat (QS. Al-Ahzab[33]:33).

 Era jahiliyah inilah yang nanti menjadi tugas pokok Agama Islam untuk memperbaikinya. Dengan cahaya (nuur) Islam, zaman jahilyah lenyap setelah diutus Nabi Muhammad SAW.

Menurut Sayid Quthub, Jahilyah bangkit lagi di abad ke 20 ini dalam bentuk yang lebih (selain hukum Allah) dalam kehidupan mereka. Semua yang berlaku masa jahiliyah mereka adopsi kembali. Hukum agama mereka marginkan (pinggirkan). Nauzubillahi min dzalik! *** Tgk. H. Ameer Hamzah ***