Waspada
Waspada » Pelaku Pemerkosaan Dan Pembunuhan, Residivis Kasus Pembunuhan
Aceh Headlines WaspadaTV

Pelaku Pemerkosaan Dan Pembunuhan, Residivis Kasus Pembunuhan

Kasatreskrim Polres Langsa, Iptu Arief Sukmo Wibowo, SIK didampingi Kapolsek Birem Bayeun, Iptu Eko Hadianto, SE, MH saat mengelar press rilis di Mapolres Langsa, Selasa (13/10). Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan, residivis kasus pembunuhan. Waspada/dede
Kasatreskrim Polres Langsa, Iptu Arief Sukmo Wibowo, SIK didampingi Kapolsek Birem Bayeun, Iptu Eko Hadianto, SE, MH saat mengelar press rilis di Mapolres Langsa, Selasa (13/10). Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan, residivis kasus pembunuhan. Waspada/dede

LANGSA (Waspada): Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan berinisial, Sam, 36, warga Desa Alue Gadeng Kec. Birem Bayeun Kab. Atim yang memperkosa ibu rumah tangga, D, 28, dan membunuh anaknya, R, 9 warga setempat merupakan residivis kasus pembunuhn kelas kakap, Selasa (13/10).

Kapolres Langsa AKBP, Giyarto, SH. SIK melalui Kasatreskrim, Iptu Arief Sukmo Wibowo, SIK didampingi Kapolsek Birem Bayeun, Iptu Eko Hadianto, SE, MH mengatakan, tersangka Sam yang sebelumnya adalah residivis kasus pembunuhan yang divonis 18 tahun penjara. Namun, sejak beberapa bulan lalu bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta Medan karena mendapat asimilisasi pandemi Covid-19.

Kasatreskrim Polres Langsa, Iptu Arief Sukmo Wibowo, SIK didampingi Kapolsek Birem Bayeun, Iptu Eko Hadianto, SE, MH saat mengelar press rilis di Mapolres Langsa, Selasa (13/10). Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan, residivis kasus pembunuhan. Waspada/dede
Kasatreskrim Polres Langsa, Iptu Arief Sukmo Wibowo, SIK didampingi Kapolsek Birem Bayeun, Iptu Eko Hadianto, SE, MH saat mengelar press rilis di Mapolres Langsa, Selasa (13/10). Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan, residivis kasus pembunuhan. Waspada/dede

Diutarakan Kasatreskrim, kronologis kejadian, pelaku Sam masuk ke rumah korban D sekira pukul 02:00 melalui pintu depan dengan cara mencongkel kunci kayu dengan menggunakan benda tajam berupa parang.

Setelah pintu terbuka, pelaku langsung melihat korban yang sedang tidur bersama dengan anaknya, setelah itu pelaku mendatangi korban yang sedang tidur dan meraba-raba korban, sehingga korban terbangun dan melihat pelaku Sam sudah berada di samping korban tanpa menggunakan pakaian serta memegang senjata tajam berupa parang.

Sontak korban spontan langsung membangunkan anak korban R, 9 agar lari untuk menyelamatkan diri. Namun saat anak korban R terbangun dan melihat pelaku Sam, korban R langsung berteriak, sehingga pelaku Sam langsung membacok korban R di bagian pundak sebelah kanan.

Selanjutnya saat pelaku akan menebas korban R untuk yang kedua kalinya, tebasan tersebut ditangkis oleh ibu korban dengan menggunakan tangan sebelah kanan, sehingga tangan sebelah kanan korban mengalami luka koyak.

Setelah itu pelaku Sam mendorong korban D dan kembali menebas bagian leher anak korban R dan dilanjutkan dengan menusuk pundak sebelah kiri korban R dan dada korban sebanyak 1 kali.

Kemudian pelaku Sam menyeret korban D keluar dari rumahnya dan mencoba memperkosanya, karena korban menolak pelaku mencekik-cekik korban dan membenturkan kepala korban ke jalan beton yang berjarak 50 meter dari rumah korban.

Selanjutnya, korban lemas dan pelaku melakukan pemerkosaan terhadap korban D untuk yang pertama kalinya, setelah itu korban pingsan. Saat korban tersadar, korban D dibawa ke perkebunan sawit yang berjarak 10 meter dari jalan tersebut oleh pelaku tanpa menggunakan celana dan hanya mengenakan baju tidur. Kemudian pelaku kembali memperkosa korban untuk yang kedua kalinya.

Setelah itu pelaku Sam mengatakan kepada korban, “Kau ikut aku ya anak kau kita buang aja ya” kemudian korban menjawab “Jangan, biar bapaknya aja yang kubur” (Sambil mengikat tangan korban dengan menggunakan kain).

Selanjutnya pelaku kembali ke rumah dan membawa karung yang berisikan anak korban R ke arah sungai, setelah itu pelaku Sam kembali berjalan kearah rumah dan mengambil karung kedua yang bergerak-gerak.

Lalu, pelaku meletakkan karung yang bergerak tersebut berjarak sekitar 3-5 meter dari korban, setelah itu pelaku seperti sedang mengorek-ngorek tanah yang kemudian pelaku mengambil karung yang bergerak-gerak tersebut dan berjalan kearah sungai selama kurang lebih 30 menit.

Melihat kesempatan tersebut, korban berusaha melepaskan ikatan yang ada ditangannya, tepatnya saat azan
subuh berkumandang, korban D berhasil melepaskan ikatan yang ada ditangannya dan langsung berlari menuju ke rumah warga untuk meminta pertolongan yang kemudian korban ditolong warga setempat.

Petugas juga berhasil mengamankan, senjata tajam berupa parang, celana dalam milik tersangka, celana training warna biru milik tersangka, baju kaos warna merah Bata bercak darah milik tersangka, bra, celana dalam milik korban D, karung goni, kain warna hitam untuk mengikat korban Bunga, baju kaus wana merah, celana pendek milik anak korban R,

Hasil pemeriksaan, sejuah ini pelaku Sam tidak ada mengalami gangguan jiwa dan mental. Kondisi mental pelaku baik-baik. Sementara kondisi korban D yang sedang hamil 4 bulan dalam kondisi baik, begitu juga psikis korban dalam keadaan normal dan mulai membaik

“Pelaku dikenakan Pasal 338 jo 340 jo 285 jo 351 ayat 2 KUHPidana dan/atau Pasal 80 UU 35 tahun 2014 kekerasan dan penganiyaan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan 10 tahun penjara,” pungkas Kasatreskrim. (b13)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2