Waspada
Waspada » Kadisperindagkop Lhokseumawe Menduga Ada Yang Memprovokasi Pedagang
Aceh Headlines WaspadaTV

Kadisperindagkop Lhokseumawe Menduga Ada Yang Memprovokasi Pedagang

LHOKSEUMAWE (Waspada): Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Lhokseumawe Ramli membantah tudingan pedagang telah merampas dan menjual kios Pasar Inpres Jalan Listrik, Kecamatan Banda Sakti karena itu bukan milik pribadi.

Hal itu diungkapkannya ketika dikonfirmasi di sebuah Cafe Jalan Merdeka, Lhokseumawe terkait akan ada aksi protes pedagang yang mengaku kiosnya dirampas dan dijual ke orang lain oleh pihak Disperindagkop Kota Lhokseumawe.

Ramli mengatakan dirinya siap menghadapi aksi demo para pedagang Pasar Inpres Jalan Listrik dan akan menjawab semua pertanyaan dan keluhan yang dirasakan pedagang.

Ramli menduga ada pihak yang memprovokasi pedagang hingga akan melakukan aksi demo yang memprotes pihak pemerintah yang terkesan menjadikan kios dan lapak usaha di pasar sebagai objek bisnis dengan harga mahal.

Padahal semua bangunan dalam pasar merupakan aset milik pemerintah dan bukan milik pribadi para pedagang maka tidak mungkin semudah itu mengalihkan atau menjual kepada orang lain.

Karena pihaknya selaku pengelola pasar tetap membagikan tempat usaha khusus untuk warga yang berdagang dan bukan untuk pihak ketiga yang memanfaatkan lagi untuk menyewakan ke orang lain dari tangan ke tangan.

“Kata siapa kita merampas dan menjual kios pasar. Karena semua bangunan dalam pasar itu adalah aset milik pemerintah dan bukan milik pribadi. Semuanya kita bagi hanya untuk warga yang ingin berdagang dalam pasar,” katanya.

Bahkan dalam pembagian tempat usaha juga tidak dilakukan pungutan biaya apa pun, kecuali hanya membayar uang retribusi harian atau bulanan untuk menambah PAD.

Sehingga Ramli membantah semua tudingan miring yang dilontarkan pedagang pasar termasuk tuduhan bahwa pihak Disperindagkop telah menjual kios dengan harga tinggi.

Ramli mengaku hal yang terjadi di Pasar Inpres Jalan Listrik juga hampir serupa dengan kejadian di Pasar Buah Gampong Pusong, Kecamatan Banda Sakti, karena selalu ada provokator dan bukan pedagang.

Apabila benar adanya bisnis jual beli kios dan tempat usaha dalam pasar maka silahkan tunjukkan buktinya dengan kwitansi atau surat ijab kabulnya.

Ramli menjelaskan terkait lokasi pasar kebakaran yang sedang dibangun, bila nanti rampung dan sudah bisa difungsikan tentu akan dibagi kepada warga yang bertujuan untuk berdagang dan membuka sebuah usaha.

Disisi lain Ramli menerangkan pasca terjadi kebakaran pada sebagian tempat dalam Pasar Inpres Jalan Listrik membuat hasil retribusi pasar semakin menurun drastis.

Bila sebelum kebakaran hasil retribusi bisa mencapai Rp20 juta lebih sekian dan pasca kebakaran justru menurun menjadi Rp13 juta sekian.

Ramli juga menegaskan untuk mempermudah urusan administrasi dan birokrasi, maka pihak Disperindagkop telah membuka kantor dilantai Dua Gedung Puja Sera Pasar Inpres.

Sehingga para pedagang tidak perlu lagi menguras energi dan membuang waktu untuk mendatangi Kantor Disperindagkop di Gampomg Uteunkot Cunda, Kecamatan Muara Dua.

Demikian juga bila ada keluhan, saran atau masukan para pedagang tidak perlu melakukan aksi demo, karena dapat langsung berkonsultasi dengan petugas yang sudah membuka kantor dalam pasar. (b09)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2