Waspada
Waspada » Harimau Sumatera Mulai Menampakkan Diri
Aceh Headlines WaspadaTV

Harimau Sumatera Mulai Menampakkan Diri

ACEH TAMIANG (Waspada): Harimau Sumatera mulai menampakkan diri di kawasan hutan Kampung Tenggulun, Kec. Tenggulun yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Leuser dan bufer zone KEL (Kawasan Ekosistem Leuser) Aceh Tamiang-Besitang, Sumatera Utara.

Andi Nur Muhammad, salah seorang penggiat lingkungan di Aceh Tamiang kepada Waspada Rabu (27/5) mengatakan, dari pengamatan lapangan dan informasi yang diperolehnya bahwa harimau Sumatera mulai menampakkan diri tersebut ditengarai akibat adanya kegiatan ilegal logging di kawasan hutan itu oleh oknum masyarakat.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan karena wilayah itu masuk ke dalam kawasan lindung dan dalam wilayah perbatasan Aceh Tamiang-Besitang, Sumatera Utara sehingga dalam kegiatan penegakan hukumnya meliputi dua wilayah dimaksud.

Tim Lembaga KEMPRa

“Menyikapi kondisi ini sehingga tim Lembaga KEMPRa melakukan ground check lapangan dan menemukan tumpukan kayu-kayu belahan dari hasil penebangan di sekitar lokasi dengan koordinat terdekat dari lokasi N 04’00’52.4″ E 098’01’32.4″, sebut Andi yang juga tergabung dalam lembaga KEMPra.

Disampaikannya, tidak menutup kemungkinan hal ini terjadi karena adanya dugaan alih fungsi hutan dan lahan sehingga ketidaksesuaian lahan terhadap pola tata ruang berdasarkan Qanun RTRW Aceh Tamiang, kemudian bencana hidrometeorologis sudah jelas disebut dalam dampak negatif yang tertera pada pengumuman izin lingkungan.

Ditegaskannya, dugaan aksi perambahan hutan yang terjadi tentunya berimbas pada penurunan potensi keanekaragaman hayati.

Seperti terganggunya koridor satwa antara lain harimau, gajah, orang dan lainnya yang berada dalam lokasi hutan dimaksud.

“Belum lagi pencemaran lingkungan, konflik sosial meliputi persoalan lahan serta ketenagakerjaan,” terang Andi Nur Muhammad.

Dikatakan Andi juga, instansi terkait harus secepat mungkin melakukan penelusuran lapangan agar tidak terjadi aksi perambahan hutan secara ilegal..

“Jika ini terus berlanjut, maka terjadi penurunan jasa lingkungan yakni terganggunya kualitas dan kuantitas air sungai,” tegasnya lagi.

Oleh karena itu, dirinya mengharapkan adanya perhatian serius dari instansi terkait baik di jajaran pemerintahan maupun penegak hukum.

Instansi terkait harus menghentikan aktivitas illegal logging maupun pembukaan lahan tanpa izin di wilayah hutan Aceh Tamiang.

“Terlebih lagi kawasan Taman Nasional Gunung Leuser dan bufer zone KEL Aceh Tamiang-Besitang, Sumatera Utara,” pungkas Andi Nur Muhammad. (b15)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2