Waspada
Waspada » Gugus Tugas Jemput Paksa Pasien Positif Covid-19
Headlines Sumut WaspadaTV

Gugus Tugas Jemput Paksa Pasien Positif Covid-19

PARAPAT (Waspada): Gugus tugas jemput paksa pasien positif Covid-19 warga Kecamatan Girsang Sipangan Bolon inisial DS dari kediamannya, Kamis (15/5).

Gugus tugas jemput paksa pasien positif Covid-19 dilakukan setelah pihak keluarga melakukan penolakan ketika Tim Gugus melakukan penjemputan terhadap DS, Rabu malam (14/4).

Pada Rabu malam, Tim Gugus gagal menjemput DS karena pihak keluarga melarang dan melakukan perlawanan.

Kapolsek Parapat AKP Irsol ketika dikonfirmasi Waspada mengatakan, penjemputan sudah dilakukan sejak Rabu pukul 17.00.

“Kita upayakan negosiasi dengan pihak keluarga agar DS dibawa untuk isolasi, sebab berdasarkan hasil test swab yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumut tertanggal 14 Mei, DS dinyatakan positif Covid-19.”

Pihaknya melakukan upayakan negosiasi sampai pukul 22.00, namun tidak berhasil karena ada perlawanan dari pihak keluarga.

“Akhirnya tadi malam kita putuskan untuk menarik tim dan setelah koordinasi dengan tim gugus tugas kabupaten bersama Pak Wakapolres, penjemputan kita lakukan hari ini,” tutur Irsol.

Kadis Turun Langsung

Kadis Kesehatan Simalungun, dr. Lidya Saragih yang turun langsung ke lokasi mengatakan bahwa Pasien inisial DS sebelumnya sudah dilakukan rapid test pada tanggal 27 April dan dinyatakan reaktif.

“Kita sudah mengisolasi DS bersama keluarga selama 14 hari dan sudah kita lakukan swab. Pada tanggal 14 kemarin hasil swab atas inisial DS sudah keluar dan hasil swab nya positif Covid-19,” tuturnya.

Lanjut Lidya, pihaknya sudah upayakan pendekatan persuasif dengan mendatangkan pengurus gereja dan tokoh masyarakat namun pihak keluarga tetap menolak.

“Pihak keluarga banyak melakukan perlawanan. Mereka menolak dengan dalih harus ada dokumen yang harus dilengkapi. Namun berdasarkan Lapkesda Jakarta, melalui dinas kesehatan provinsi bahwa pasien berdasarkan hasil swab massal dan tenggorok, pasien terkonfirmasi positif Covid-19,” imbuhnya.

Pasca berkoordinasi dengan Polres Simalungun, pihaknya kembali melakukan penjemputan DS, Kamis (15/5) sekira pukul 11.00. DS berhasil dievakuasi sekira pukul 13.00.

“DS sudah kita bawa, pada pasien akan kita lakukan terapi atau pengobatan dan berusaha meningkatkan kesehatannya, menambah imun tubuhnya supaya lebih sehat dan pasien akan kita rujuk ke RS Covid-19 di Batu 20 Panombeian Pane,” terangnya.

Upaya penjemputan ini, kata Lidya merupakan salah satu langkah cepat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Keluarga yang lain juga sudah kita lakukan swab dan sudah keluar dan hasilnya negatif. Namun karena rentan waktunya dekat, pada hari ini kita akan lakukan screening awal kembali untuk rapid test, namun karena kondisi keluarga tidak memungkinkan, maka kita tunda hingga besok,” pungkas lidya.

Upaya Untuk Memutus Covid-19

Juru Bicara Gugus Tugas Simalungun, Akmal Siregar mengatakan penjemputan DS merupakan upaya untuk memutus penyebaran Covid-19 di Parapat sekitarnya.

“Tertanggal 14 mei 2019 di Simalungun bertambah pasien positif Covid-19. Salah satunya di kelurahan Parapat. Seyogianya, jika keluarga ini kooperatif, maka tadi malam pasien sudah kita jemput. Sayangnya ada perlawanan dari keluarganya dan tindakan persuasif yang kita lakukan gagal,” terang Akmal.

Lanjut Akmal, Ketua Gugus Tugas JR Saragih akhirnya menyurati Wakil Ketua Gugus Tugas Kapolres Simalungun untuk penjemputan DS.

“Penjemputan DS kita lakukan hari ini. Gugus tugas tetap bertindak berdasarkan landasan hukum berdasarkan hasil Lab yang kita terima. Kami mohon kesadaran semua pihak untuk mematuhi protokoler kesehatan. Sementara daerah ini ini akan kembali di isolasi secara khusus lingkungan II ini,” pungkas Akmal.

Berdasarkan data terakhir, lanjut Akmal, dengan bertambahnya 2 orang, maka jumlah positif Covid-19 di Simalungun sebanyak 5 orang, dan 1 orang dinyatakan sembuh berusia 74 tahun. (a36)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2