Waspada
Waspada » Demo Lanjutan, Tampar Kembali Geruduk DPRK Langsa Tolak UU Cipta Kerja
Aceh Headlines WaspadaTV

Demo Lanjutan, Tampar Kembali Geruduk DPRK Langsa Tolak UU Cipta Kerja

LANGSA (Waspada): Gabungan Mahasiswa dari empat kesatuan yang tergabung dalam Tuntutan Aksi Mahasiswa Peduli Atas Rakyat (Tampar) Kota Langsa kembali geruduk gedung DPRK Langsa menuntut penolakan Omnibus Law, Kamis (8/10).

Aksi demo lanjutan sore di bawah guyuran hujan dikomandoi Presiden Mahasiswa IAIN Cot Kala Langsa, Rizki Ananda, Ketua HMI Cabang Langsa, Muhammad Jailani, Wahyu Ramadhana, Ketua SEMMI Cabang Langsa, STIKES Bustanul Ulum.

Aksi Tampar Kota Langsa saat melancarkan aksi demo yang kedua dimana sebelumnya Mahasiswa Unsam ke Gedung DPRK Langsa menolak UU Omnisbus Law, Kamis (8/10) sore. Demo lanjutan, Tampar kembali geruduk DPRK Langsa tolak UU Cipta Kerja. Waspada/dede
Aksi Tampar Kota Langsa saat melancarkan aksi demo yang kedua dimana sebelumnya Mahasiswa Unsam ke Gedung DPRK Langsa menolak UU Omnisbus Law, Kamis (8/10) sore. Demo lanjutan, Tampar kembali geruduk DPRK Langsa tolak UU Cipta Kerja. Waspada/dede

Ketua HMI Cabang Langsa, Muhammad Jailani, dalam orasinya menyampaikan pesan dan permintaan tidak ingin hadirnya UU Cipta Kerja.

Lanjutnya, sejak Presiden Jokowi yang dilantik UU yang dilahirkan semuanya terjadi penolakan termasuk UU Omnibus Law Cipta Kerja, karena UU ini melahirkan hal yang kontroversi dan harus berkompetisi dari luar.

Bayangkan, neo kapitalisme yang oligarki saat yang terjadi harus dihentikan, rakyat menjerit dengan hadirnya UU Omnisbus Law, semuanya dihantam.

Contohnya Aceh, hasil bumi melimpah apabila pesaing dari luar akan menguasai negeri ini akan jadi apa Aceh untuk masa depan.

“Tolong sampaikanlah kepada fraksi yang ada di Senayan sana sampaikan pesan ini,” pinta Muhammad Jailani dalam teriaknya.

Sedangkan orasi lainya menyatakan ultimatum tidak mampu mengakomodir tuntutan kami antarkan ke DPR RI untuk meminta UU Omnibus Law ditolak.

Aksi Tampar Kota Langsa saat melancarkan aksi demo yang kedua dimana sebelumnya Mahasiswa Unsam ke Gedung DPRK Langsa menolak UU Omnisbus Law, Kamis (8/10) sore. Demo lanjutan, Tampar kembali geruduk DPRK Langsa tolak UU Cipta Kerja. Waspada/dede
Aksi Tampar Kota Langsa saat melancarkan aksi demo yang kedua dimana sebelumnya Mahasiswa Unsam ke Gedung DPRK Langsa menolak UU Omnisbus Law, Kamis (8/10) sore. Demo lanjutan, Tampar kembali geruduk DPRK Langsa tolak UU Cipta Kerja. Waspada/dede

Adapun tuntutannya, menolak disahkannya Omnibus Law Cipta Kerja tersebut, karena menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dengan banyak point yang kontroversial.

Pada point kedua, mengecam keras disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja di tengah pandemi Covid 19 yang semakin meningkat.

Mendesak pemerintah untuk fokus terhadap penanganan Pandemi Covid-19 dalam tempo waktu sesingkatnya.

Kemudian meminta Presiden RI Joko Widodo untuk mengeluarkan Perppu pembatalan UU Cipta Kerja karena dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan dan harapan rakyat.

Dalam aksinya juga mahasiswa yang tergabung dalam Tampar membentangkan spanduk besar yang berisi ‘Tanpa Buruh Negara Runtuh’.

Sementara itu Wakil Ketua I DPRK Langsa, Saifullah mengatakan, berkah adik ini kami hadir di gedung dewan, apa tuntutan dari mahasiswa akan diusahakan.

“Petisi dari mahasiswa akan kita bawa ke Senayan, bukti dan semuanya akan kami beritahu. Kami akan memberikan lanjutkan,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua II DPRK Langsa, Ir Joni, sebelumnya sudah melayangkan tuntutan dari mahasiswa.

“Saya dan Buk Cut Ratna adalah fraksi yang menolak UU Cipta Kerja,” ujar Joni dari Partai Demokrat itu.

Lanjut, yang membahasnya UU Omnisbus Law sudah disahkan oleh DPR RI, pun demikian petisi para mahasiswa yang menolak akan diteruskan ke Jakarta.

Terakhir penandatangan petisi yang disodorkan oleh para mahasiswa kepada anggota dewan, Saifullah, Ir Joni, Faisal, Amd, Noma Khairil, T Ratna Laila Sari, SH MH dan Maimul Mahdi.

Pengamanan mulai dari Polri dan Satpol PP bersiaga mengamankan jalannya aksi demo tersebut dan para pendemo membubarkan diri dengan tertib. (b13)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2