Waspada
Waspada » Bantu 10 Warga Terdampar, Pelaut Dapat Paket Dari Perwira
Aceh Features Headlines WaspadaTV

Bantu 10 Warga Terdampar, Pelaut Dapat Paket Dari Perwira

TAK perlu ragu dalam berbuat baik, menolong orang yang membutuhkan.

Asal ikhlas, niscaya Allah tak pernah merubah janji.

Bukan hanya pahala dihari pembalasan.

Terkadang buah manis langsung didapat seketika.

“Iya,” sepertinya ungkapan di atas sebagaimana yang sedang direngkuh sejumlah Nelayan Pulau Teupah, Kecamatan Teupah Barat, Simeulue, Selasa (14/5) Kemarin.

Bayangkan, selang dua hari usai membantu 10 warga Simeulue terdampar di Mincau Island karena perahu mereka pecah terhempas karang.

Para pelaut itu dihadiai paket oleh seorang perwira.

Tak lain sebagaimana dalam video pendek yang diunggah di akun Eky Juniors, (nelayan tradisional) itu dapat dari polisi berpangkat dua bunga mawar Kapolres Simeulue, AKBP Agung Surya Prabowo.

Sebagaimana lazimnya budaya kita orang “timur” tak lupa mereka mengucapkan rasa senang dengan menyampaikan ucapan kata terima kasih, lebih lanjut lihat videonya di waspada tv.

Disisi lain soal adanya miskomunikasi soal siapa yang lebih duluan yang tiba di lokasi memberikan bantuan kepada para warga Simeulue yang terdampar di Mincau, seorang netizen Robby Suardi berpendapat tak mesti dipolemikkan terlalu jauh.

Hal senada juga disampaikan Hendra Jamiswar mengomentari laman akun Eky Juniors.

“Sudah bang. Allah maha tahu yang penting ikhlas dan semua korban selamat, Kami Bukan Superman,” jelasnya.

Sebelumnya, menjawab komplain Nelayan Pulau Teupah Komandan Pos SAR Simeulue, Adelin Buyung Nasution, SH menyampaikan sesungguhnya mereka bekerja untuk misi kemanusiaan.

“Kami bekerja tanpa embel juga tak membawa ‘bendera’ siapapun. Kami tim SAR di sini hanya 7 orang. Kami bergerak harus lapor ke atas dan harus sesuai SOP. Kami tim SAR Simeulue bukan Hero, bukan Batman atau juga Superman. Melainkan manusia biasa. Kami bisa buat apa jika tidak dibantu oleh semua pihak yang ada di sini. Istimewa tanpa dukungan masyarakat. Kami sadar,” jawab bijak sang komandan yang nama singkatnya Adelin BN masa itu, kepada Waspada Senin (13/7).

Diakhir kalimat kala itu melalui Waspada Adelin BN menyampaikan atas nama Tim SAR Simeulue permintaan maaf atas keterlambatan hadir di lokasi kecelakaan dan hal tersebut katanya bukanlah sebuah kesengajaan.

Kemudian Adelin Buyung menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu SAR khususnya pada Nelayan Tradisional Pulau Teupah, Simeulue.

“Tidak ada gading yang tak retak, kiranya retak menjadi hiasan. Tiada orang yang sempurna, kiranya kurang saling memahami,” kata Sutan Capone dalam pembubaran Panitia GEMPAR di Pasar Potongan Sinabang, Selasa (14/7) sore. Ucapan Capone kiranya bisa jadi iktibar untuk saling memaklumi. (b26)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2