Warga Keluhkan Pemutusan Listrik Di Kota Wisata Parapat Sekitarnya

PARAPAT (Waspada): Pemutusan sambungan listrik yang dilakukan pihak PLN Rayon Parapat di wilayah Kecamatan Girsang Sipangan Bolon sekitarnya disesalkan sejumlah pelanggan. Pasalnya, sebelum dilakukan pemutusan, warga mengaku tidak diberikan surat teguran ataupun peringatan. Demikian disampaikan MP Siahaan, 54, warga Parapat, Senin (1/10).

Warga Keluhkan Pemutusan Listrik Di Kota Wisata Parapat Sekitarnya
Manager PLN Sektor Parapat Hans Andrew Siregar saat dikonfirmasi sejumlah wartawan terkait komplain pelanggan atas pemutusan jaringan listrik di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon sekitarnya, Selasa (1/10). Ramsiana Gultom/Waspada.

Sebelum dilakukan pemutusan, terang MP Siahaan, ia hanya telat melakukan pembayaran rekening listrik beberapa hari saja. Namun pihak PLN langsung melakukan pemutusan.

"Mereka datang ke rumah mau melakukan pemutusan, saya langsung marah dan mengusir mereka. Sesuai peraturan, seharusnya tagihan rekening dibayar paling lambat tanggal 20, waktu itu saya telat bayar tapi tidak sampai lewat akhir bulan," keluh Siahaan.

Siahaan juga menyebutkan, belum lama ini petugas PLN datang ke rumahnya dengan nada mengancam. Petugas PLN mengancam akan mencabut dan memutus sambungan meteran listrik di rumahnya, apabila ia telat membayar tagihan listrik di atas tanggal 20. 

“Petugas PLN datang, mereka ngancam, kalau enggak bayar lewat tanggal 20, maka meteran listrik saya langsung diputus,” kata Siahaan saat ditemui di rumahnya.

Warga lainnya, Jaluhu, 57, mengutarakan hal yang sama. Dia menilai, apa yang dilakukan petugas PLN merupakan tindakan berlebihan terhadap pelanggan. Sementara kalau listrik padam hinga berjam-jam, tidak ada tindakan dari masyarakat selaku pelangan. 

“Masa PLN main putus listrik begitu saja tanpa ada surat teguran atau pemberitahuan awal. Tindakan seperti itu jelas sepihak. Jadi, kami warga yang dirugikan akan melakukan aksi unjuk rasa ke kantor PLN dengan poin meminta Kepala PLN agar segera dicopot," ujar Jaluhu.

Manager PLN Rayon Parapat, Hans Andrew Siregar, 33, ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (1/10), menanggapi komplain pelanggan terkait pemutusan jaringan listrik itu, membantah pihaknya melakukan tindakan sepihak. Hans mengaku tindakan pemutusan dilakukan sesuai SOP yang berlaku di PLN.

"Tindakan yang kami lakukan itu sudah sesuai dengan SOP dan tindakan baku PLN, jadi kami tidak melakukan pemutusan yang semena- mena. Jika ada masyarakat yang merasa keberatan, silahkan datang ke kantor ini, maka akan kami jelaskan lebih detail," terang Siregar.

Terkait kemudahan layanan yang diberikan PLN bagi pelanggan, lanjut Hans, pelanggan sudah bisa melakukan pembayaran tagihan listrik kepada petugas catat meter (Carter) yang datang ke rumah pelanggan.

"Sekarang di PLN, sudah bisa melalui petugas catat meter, sehingga pelanggan tidak usah jauh-jauh bayar ke kantor pos atau ke mitra layanan PLN. Terkait pelanggan yang telat bayar di atas tanggal 20, petugas PLN sudah membawa surat pemberitahuan, dan jika pelanggan tidak melakukan pembayaran, maka kita lakukan pemutusan sementara," terangnya.

Hans juga memastikan bahwa pelanggan yang dilakukan pemutusan itu adalah pelanggan yang sudah berulang kali berjanji melakukan pembayaran tapi tidak ditepati.

"Yang diputus itu pasti pelanggan yang selalu janji-janji tapi tidak ditepati, jika memang langsung dibayar, maka arus listrik akan kita sambung kembali," pungkasnya. (crg)