Wali Nanggroe: Video Amoral Bupati Simeulue Dibawa Ke Presiden

BANDA ACEH (Waspada): Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud Al Haythar menjanjikan jika persoalan penuntasan kasus Video Amoral Bupati Simeulue Erli Hasim tidak tuntas di Aceh maka dia sendiri yang akan membawa hal itu ke Mendagri dan Presiden.

Wali Nanggroe: Video Amoral Bupati Simeulue Dibawa Ke Presiden
Wali Nanggroe Aceh, Kamis (7/11), foto bersama dengan perwakilan masyarakat Simeulue yang meminta Ia agar ikut turun tangan untuk menyelesaikan video Amoral Bupati Simeulue soalnya hingga hari ini kasus itu baik di WH maupun MA belum ada eksekusi. Waspada/Ist

Ucapan itu disampaikan ulang oleh Fansu Hendric, Dafran Ucok, Kirfan serta beberapa perwakilan masyarakat Simeulue yang datang beraudiensi ke Istana Wali Nanggroe Aceh kepada Waspada, Kamis (7/11).

Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan Gerakan Masyarakat Anti Pejabat Amoral (Gempar) Simeulue melakukan silaturrahmi dengan Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malik Mahmud Al Haythar dalam rangka pembahasan kasus amoral Bupati Simeulue, Erli Hasim, di Istana Wali, pagi itu.

Pertemuan tersebut dari perwakilan GMBI antara lain, Ketua Wilyah Teritorial (Wilter) Aceh Zulfikar ZA, Penasehat Zainal Abidin dan Bendahara GMBI Fitriani serta Ketua GMBI Distrik Simeulue Sarwadi.

Sementara, Perwakilan Gempar dihadiri langsung Dafran Ucok, Adi Usman, Basri Aji dan Fansu Hendri.

Ketua GMBI Wilter Aceh menyampaikan kepada Wali Nanggroe, perbuatan amoral Bupati Simeulue dalam video mesum berdurasi 1 menit 38 detik hingga sekarang belum ada eksekusi hukum cambuk terhadap dia, padahal warga Simeulue telah melaporkan hal ini kepada Dinas Satpol PP dan Wilayahtul Hisbah (WH) Provinsi Aceh.

"Paduka yang mulia, GMBI telah melakukan demo di kantor Gubernur Aceh, di Dinas Pol PP dan WH agar Bupati Simeulue harus dicambuk seperti pelaku mesum lainnya," ujar Zulfikar ZA.

Namun sambungnya kepada Wali Nanggroe hingga sekarang belum dieksekusi. “Alasan itu kami ke sini  yang mulia untuk menyampaikan hal ini kepada paduka Wali untuk ikut menyelesaikan masalah ini".

Lebih, kata Zulfikar, satu saja kami minta yang Mulia, Bupati Simeulue harus dicambuk.

Senada dengan itu, Ustadz Zainal Abidin sebagai penasehat GMBI Aceh juga mengatakan kepada Wali Nanggroe, bahwa salah satu cita-cita perjuangan Ulama dan Pejuang Aceh supaya Hukum Syariat Islam tegak dan berlaku bagi seluruh rakyat Aceh tanpa kecuali.

"Paduka Tengku Wali, kedatangan kami ke sini adalah mencari keadilan, mencari kebenaran dan memulihkan marwah Aceh. Maka kami harap Bupati Simeulue yang telah berbuat mesum harus dicambuk seperti pelaku mesum yang lain karen perbuatannya tersebut sudah mencoreng nama baik Aceh," tegas Ustadz Zainal Abidin yang juga mantan Penasehat GAM Sagoe Aramiah Birem Bayeun Aceh Timur Wilayah I dan Penasehat KPA itu.

Dalam kesempatan itu juga, Fansu Hendri mewakili Gempar menyampaikan keluh kesah warga Simeulue agar kasus amoral Erli Hasim tidak didiamkan oleh penegak hukum, baik hukum Syariat Islam maupun Hukum Negara.

Kata Fansu Hendri, secara hukum/undang undang Negara Republik Indonesia, Bupati Simeulue telah melanggar Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, sedangkan secara Syariat Islam, Ia telah melanggar Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

"Yang mulia Tengku Wali, Erli Hasim dijerat dengan dua hukum tersebut dan mungkin juga dia diduga telah melanggar undang-undang pornografi, maka dengan itu yang mulia warga Simeulue tidak ingin seorang Erli Hasim dimaafkan begitu saja. Kami ingin dia dicambuk sesuai Syariat Islam dan diberhentikan secara tidak hormat dari jabatannya sebagai Bupati Simeulue," tandas Fansu Hendri kepada Wali Nanggroe dengan nada tegas.

Menyikapi itu, sontak Wali Nanggroe menjawab keluhan itu selama ini belum pernah ada masyarakat Simeulue melaporkan kepada dirinya, sehingga ia merasa heran.

Sejurus kemudian dengan sedikit berguyon, "sudah tahu dia bejat, mengapa kalian pilih," ketus Wali Nanggroe.

Lebih lanjut dengan serius pula Wali Nanggroe mengatakan kembali Ia akan berkomunikasi kepada semua pihak, mulai dari tingkat Dinas Syariat Islam hingga ke Gubenur Aceh.

"Bupati itu kan bawahannya gubernur, jadi nanti saya akan berkomunikasi dengan gubernur," ucap Wali yang juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri GAM ini.

Katanya lagi, apabila tidak putus di tingkat Gubernur, ia akan menjumpai Menteri bahkan Presiden. "Jadi nanti saya akan jumpai presiden RI, seperti kalian menjumpai saya juga," ujar Wali Nanggroe berjanji.

Bupati Simeulue Erli Hasim menyangkut dengan Video Amoralnya tak mau memberikan konfirmasi. Bahkan saat dikonfirmasi di sela-sela Upacara HUT 17 Agustus 2019 menyatakan tidak ada urusan dengan Waspada.

Namun saat di awal merebak video mesumnya Bupati Simeulue Erli Hasim pada sejumlah media menyebutkan itu adalah video pribadi dengan istrinya. Namun GEMPAR dan Ketua HIMAS Medan menyebutkan pernyataan Erli Hasim sebagai pembohongan publik. (crm/b04)