Wali Kota Imbau Warga Jangan Percaya Ada Oknum Janjikan Kelulusan CPNS

MEDAN (Waspada) : Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan oknum-oknum yang menjanjikan mampu mengurus kelulusan bagi  peserta yang mengikuti seleksi rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil  (CPNS).

Wali Kota Imbau Warga Jangan Percaya Ada Oknum Janjikan Kelulusan CPNS
Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD & PSDM) Kota Medan Muslim Harahap. 

Apalagi  setelah Badan Kepegawaian Nasional (BKN) mengumumkan secara resmi kelulusan nama-nama CPNS yang mengikuti seleksi rekrutmen CPNS.

“Saya tegaskan itu tidak benar, sebab Badan Kepegawaian Negara (BKN) selama ini tidak pernah melakukan evaluasi atau seleksi ulang pasca mengumumkan nama-nama peserta yang telah dinyatakan lulus setelah mengikuti seleksi rekrutmen CPNS.

Saya tidak mau ada masyarakat terpedaya dan menjadi korban,” kata wali kota melalui Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD & PSDM) Kota Medan Muslim Harahap, Selasa (27/8).

Muslim menyampaikan ini setelah menerima kedatangan salah seorang pria yang mengaku wartawan dari sebuah media di Jakarta.

Dikatakan Muslim, pria yang mengaku berinisil  ANR memberikan Surat Keterangan Lulus dari BKN No. 162/KL.Dep-II/VIII.2019 tertanggal 18 Agustus 2019.

Dari Surat keterangan Lulus yang disodorkan kepadanya itu, ada 4 nama peserta CPNS yang dinyatakan BKN lulus setelah melalui proses verifikasi dan seleksi ulang.

Satu dari keempat nama CPNS itu, jelas Muslim, berinisial ANR dan dinyatakan lulus di Dinas Ketenagakerjaan Pemko Medan sebagai Pranata Komputer Ahli Pratama.

Berdasarkan Surat Keterangan Lulus dari BKN itu bilang Muslim,  ANR minta agar BKD & PSDM Kota Medan dapat melakukan proses pemberkasan melalui  unit  kerja sesuai dengan formasi yang dilamar.

“Selain proses pemberkasan, kita juga dalam Surat keterangan Lulus itu diminta untuk menindaklanjuti  untuk penerbitan Surat Keputusan Calon Pegawai Negeri Sipil (SK CPNS) terhitung Tanggal Melaksanakan Tugas (TMT) 01 Oktober 2019 dengan penempatan tugas sesuai dengan formasi jabatan yang dilamar.  

Namun saya curiga, sebab Surat Keterangan Lulus  dari BKD diterbitkan tanggal 18 Agustus 2019. Padahal itu jelas-jelas hari merah (Minggu). Mana mungkin ada surat resmi yang dikeluarkan di hari merah,” jelasnya.

Muslim juga curiga dengan bentuk tanda stempel yang tertera di Surat Keterangan Lulus tersebut. Setelah dicocokkan dengan bentuk stempel surat dari BKN yang dimiliki BKD & PSDM Kota Medan, ukurannya lebih kecil.

Sudah itu nama CPNS yang dinyatakan lulus di Dinas Ketenagakerjaan juga tidak ada tercantum dalam  daftar nama CPNS yang telah diumumkan BKN. Guna memastikan kecurigaannya, Muslim langsung menghubungi pihak BKN.  

Ternyata kecurigaannya terbukti, pihak BKN  dengan tegas mengatakan tidak ada mengeluarkan Surat Keterangan Lulus  No. 162/KL.Dep-II/VIII.2019 tertanggal 18 Agustus 2019 tersebut.

Setelah bantahan dari BKN disampaikan kepada ANR, pria yang KTP-nya beralamat di Pondok Arum, Kelurahan Nambo Jaya, Kecamatan Karawachi, Kota Tanggerang itu mengaku tidak tahu.

“Ketika kita introgasi, dia mengaku tidak tahu kalau Surat Keterangan Lulus dari BKN yang dibawanya palsu. Dia mengaku kedatangannya hanya untuk melakukan konfirmasi dengan BKD & PSDM Kota Medan apakah surat yang diterimanya dari BKN itu benar atau tidak.

Pria itu mengaku merasa tertipu dan akan mengadukan orang yang memberikan Surat keterangan Lulus dari BKN itu kepada pihak yang berwajib,” jelas Muslim.

Lantaran sejauh ini tidak ada pihak yang mengaku sebagai korban dari Surat Keterangan Lulus yang dibawa ANR tersebut,

Muslim akhirnya membiarkan ANR pergi  bersama seorang pria yang ikut menemani  mendatangi  dirinya meski sempat terjadi perdebatan terkait keabsahan Surat Keterangan Lulus tersebut.

Sekaitan itulah Muslim mengimbau kepada masyarakat untuk tidak cepat percaya dengan janji-janji oknum yang  mengatakan mampu membantu meluluskan CPNS yang tidak lulus ketika mengikuti seleksi rekrutmen CPNS. “Jangan langsung percaya, selidiki lebih dahulu agar tidak terpedaya dan menjadi korban,” pesannya. (m50)