Waspada
Waspada » Teror Di Mabes Polri
Headlines Nusantara Uncategorized VIRAL

Teror Di Mabes Polri

JAKARTA (Waspada): Aksi teror di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) dilakukan seorang perempuan muda kelahiran 1995 menggegerkan masyarakat Indonesia, Rabu (31/3) sekira pukul 16:39 WIB.

Penjagaan dan alat deteksi yang super ketat dan canggih serta dilengkapi CCTV dapat diserang dari dalam area Mabes Polri dekat Gedung Utama Polri tempat berkantornya Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Pelaku seorang perempuan berinisial ZA warga Jakarta Timur tewas setelah terjadi tembak menembak dengan petugas di area Mabes Polri.

Terduga teror tewas sempat menyerang dua petugas di pos penjagaan di gerbang menuju samping Mabes Polri menuju Gedung Bareskrim dengan sepucuk senjata api jenis pistol, tembak tembakan dengan petugas yang datang dari arah Gedung Utama berhasil melumpuhkan pelaku hingga terjatuh.

Terlihat, pelaku yang sudah ambruk akibat timah panas petugas masih bergerak, kemudian petugas tidak mau mengambil resiko kembali melakukan tembakan hingga pelaku tampak tak lagi bergerak di samping senjata api yang dibawanya.

Sebelum pelaku ambruk, pelaku yang baru melangkah sekitar 10 meter dari gerbang dan menyerang dua anggota polisi yang berada di pos jaga, tampak berjalan santai sambil menembak ke arah Gedung Bareskrim.

Pistol yang digunakan pelaku ditutup dengan map warna kuning.

Rekaman video yang diambil dari atas gedung utama Mabes Polri terlihat seseorang berjalan menuju pos penjagaan.

Dua anggota polisi yang berjaga terlihat keluar pos langsung diserang pelaku.

Pelaku sempat mendekati petugas sambil menyerang, kemudian kedua anggota polisi lari menyelamatkan diri kembali ke dalam pos.

Jenazah pelaku dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, dijaga ketat.

PERSONEL kepolisian dengan rompi anti peluru dan senjata laras panjang berjaga di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3). Mabes Polri memperketat penjagaan pascaserangan dari terduga teroris yang tewas di tempat usai baku tembak. Antara
PERSONEL kepolisian dengan rompi anti peluru dan senjata laras panjang berjaga di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3). Mabes Polri memperketat penjagaan pascaserangan dari terduga teroris yang tewas di tempat usai baku tembak. Antara

Surat Wasiat

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan penanganan penyerang di Mabes Polri dilakukan tindakan tegas terhadap pelaku seorang wanita yang masuk dari pintu belakang.

“Kemudikan pelaku ke pos di depan Mabes Polri menanyakan di mana pelayanan kantor pos. Petugas menunjukkan, kemudian pelaku kembali lagi dan melakukan penembakan enam kali, dua kali ke dalam pos, dua kali di luar dan menembak lagi pada anggota yang di belakangnya,” kata Kapolri Jendral Listyo dalam keterangan persnya di Mabes Polri, Rabu (31/3) malam.

Kemudikan lanjut Listyo, petugas melakukan tindakan tegas terukur atas serangan tembakan yang dilakukan pelaku.

“Pelaku berinisial ZA (25 tahun), alamat Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur. Ternyata identitasnya sesuai. Profiling terhadap yang bersangkutan adalah tersangka pelaku radikal ISIS,” kata Listyo.

Lebih lanjut Listyo mengatakan yang bersangkutan mantan mahasiswi kampus di Jakarta, drop out semester 5.

“Dari hasil pendalaman dan penggeledahan didapat beberapa temuan, map kuning ada amplop, memiliki Instagram yang baru dibuat 21 jam lalu. Di dalamnya ada bendera ISIS dan ada tulisan perjuangannya. Di rumah orangtuanya ada surat wasiat, yang bersangkutan akan pamit. Saya perintahkan Densus mengusut dan mendalami tuntas adanya jaringan. Saya perintahkan kepada seluruh petugas meningkatkan pengamanan sistem komando maupun lapangan dan memberikan pelayanan total pada masyarakat,” terang Kapolri.

Bom Makassar

Terkait pendalaman bom yang terjadi di gerbang Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu pagi (28/3), dilakukan dua pelaku terduga L dan YS.

“Bom Makassar sampai hari ini telah diamankan 13 orang, inisial W pelaku otak bom. Total dari tiga tempat yang ditangkap ada 23 orang. Perkembangan selanjutnya akan disampaikan,” tutup Kapolri. (j01)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2