Pria Terbiar Tumbang Di Cafe Lhoksukon Meninggal Di RSUCM - Waspada

Pria Terbiar Tumbang Di Cafe Lhoksukon Meninggal Di RSUCM

  • Bagikan

LHOKSUKON (Waspada): Dikira terpapar corona, warga enggan menolong, seorang pria Mawardi yang tumbang di sebuah cafe Kecamatan Lhoksukon, Kab Aceh Utara, hingga meninggal di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Desa Buket Rata.

Kejadian tumbangnya Mawardi Nur, Amd, 51 warga Dusun Tu Lambunot, Gampong Meunasah Glok, Kec Syamralira Arun, Kab Aceh Utara, itu sempat terekam video masyarakat.

Akan tetapi, tumbangnya warga di dalam cafe, justru membuat pengunjung lain menjadi panik dan ketakutan karena membayangkan kengerian COVID-19.

Bahkan kejadian yang terjadi sekira pukul 10:30, Selasa (24/3) itu sempat menjadi viral di jaringan media sosial, lantaran korban terbiar terkapar oleh masyarakat dalam posisi tidur terlentang.

Dalam rekaman video itu, tampak ada seorang petugas polisi dan warga hanya menyaksikan saja kondisi Mawardi yang sudah tak sadarkan diri.

Ironisnya, tidak ada satu pun orang dari keramaian masyarakat yang berani menyentuh dan tidak ada pula yang berinisiatif menolong atau menggotong korban ke rumah sakit.

Bahkan diantara warga ada yang mengatakan korban terpapar virus corona sama persis seperti bertumbangannya orang terkena virus corona di Kota Wuhan, China.

Sehingga korban pun terbiar begitu saja tanpa bisa mendapatkan pertolongan medis dengan cepat. Beberapa saat setelah itu, para awak media dan Polsek Lhoksukon tiba di lokasi kejadian lalu meminta bantuan Puskesmas agar bisa melakukan penyelamatan korban.

Akhirnya, Tim Gugus Tugas Penanganan Corona Kab Aceh Utara pun tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia Desa Buket Rata. Korban pun mendapatkan pertolongan medis dari petugas untuk menyelamatkan nyawanya.

Juru bicara Posko Tim Gugus Tugas Penanganan Corona Kab Aceh Utara Abdul Aziz yang juga Sekdakab Aceh Utara mengatakan dari hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa Mawardi sama sekali tidak terpapar corona alias negatif.

Disebutkannya, namun Mawardi memiliki riwayat lama menderita penyakit hipertensi atau darah tinggi. Maka dapat diduga almarhum sengaja sendiri datang ke cafe Kec Lhoksukon untuk menikmati secangkir minuman kopi espresso.

Sehingga kadar dalam minuman kopi espresso itu justru adalah pantangan bagi penyakit hipertensinya kambuh. Lalu seketika itu pula Mawardi jatuh pingsan dan tak sadarkan diri dalam sebuah cafe.

Meski tidak terpapar Virus COVID-19, namun pihak keluarga meminta agar Mawardi tetap dirujuk ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM).

Namun sayangnya takdir berkata lain, sebelum sempat dirujuk, ternyata Mawardi telah menghembuskan nafas terakhirnya di RSUCM pada pukul 15:30. Kini jenazah telah dibawa pulang oleh keluarganya ke Meunasah Glok Kec. Syamtalira Arun. (b16)

  • Bagikan