Pengunjung 'Tumpah' Di Kesawan City Walk, Kerumunan Tidak Terhindarkan

Pengunjung ‘Tumpah’ Di Kesawan City Walk, Kerumunan Tidak Terhindarkan

  • Bagikan
Ribuan warga mengunjungi KCW di Jalan Ahmad Yani Medan. Akibatnya kerumunan tidak terelakkan.  Waspada/ME Ginting
Ribuan warga mengunjungi KCW di Jalan Ahmad Yani Medan. Akibatnya kerumunan tidak terelakkan.  Waspada/ME Ginting

 

MEDAN (Waspada): Ribuan pengunjung dari berbagai penjuru ‘tumpah’ di Kesawan City Walk (KCW) Jalan Ahmad Yani Medan, Sabtu (24/4) malam. Akibat membludaknya warga yang turun untuk menikmati makanan di sana sehingga terjadi kerumunan bahkan mengabaikan  protokol kesehatan (prokes).

Pantauan Waspada dilokasi, sejak pukul 20:30 sejumlah pengunjung sudah mulai memasuki arena KCW baik dari kaula muda maupun orangtua. Di pintu masuk arena KCW sudah ada petugas yang ditempatkan untuk mengukur suhu badan maupun tempat cuci tangan.

Setelah itu para pengunjung berjalan menuju tempat angkringan yang menjual berbagai makanan dan minuman. Usai makan, para pengunjung menuju Jalan Ahmad Yani untuk ber-selfie di kawasan tersebut.

Semakin malam suasana di tempat itu semakin penuh, sehingga terjadi kerumunan di setiap sudut.

Petugas sudah berulang kali mengimbau untuk tidak kerumunan atau wajib memakai masker, tapi para pengunjung mengabaikannya.

Bertahan

Hingga pukul 24.00 pengunjung masih ramai. Imbauan dari petugas Satpol PP seakan diabaikan pengunjung.

Sedangkan lampu untuk angkringan sudah dimatikan, tapi para pengunjung bertahan.

Peristiwa ini sama seperti Sabtu malam pekan lalu. Di mana, lautan manusia kembali tumpah ruah. Bedanya pekan ini tidak ada pertunjukan seperti pekan lalu.

Ilhamsyah warga Pakam mengaku sengaja hadir ke Kesawan City Walk karena ingin tahu. Namun, begitu melihat kerumunan manusia, dia bersama keluarganya memilih untuk pulang.

Ngeri kita melihat seperti ini ramainya manusia. Takut pun saya ama keluarga. Bagus pulang saja lah atau pindah tempat saja bang. Apa Corona gak ada di sini ya,” ujarnya.

Ilhamsyah mengaku heran kalau memang bisa seperti angkringan dibuka, kenapa Ramadhan Fair gak dibuka. “Kalau bisa seperti ini ramainya, kenapa Ramadan Fair di dekat Masjid Raya Almahsum ditiadakan. Ini bisa jadi klaster baru penyebaran Covid-19,” katanya.

Ribuan warga mengunjungi KCW di Jalan Ahmad Yani Medan. Akibatnya kerumunan tidak terelakkan.  Waspada/ME Ginting
Ribuan warga mengunjungi KCW di Jalan Ahmad Yani Medan. Akibatnya kerumunan tidak terelakkan.  Waspada/ME Ginting

Ramai Manusia

Hal yang sama disampaikan Nurfaizah Mutiara Ramadhani warga Pinang Baris.

Dia datang bersama keluarganya ingin mengetahui bagaimana lokasi angkringan di KCW.

Namun, masih 30 menit masuk ke Jalan Ahmad Yani, dia bersama keluarga memilih pulang, karena ramainya manusia yang datang.

“Ramai kali manusianya, macam gak ada lagi Covid di Medan ini. Katanya gak langgar prokes, buktinya kerumunan di mana-mana. Sementara petugas hanya mengimbau, mana di dengarkan ama pengunjung. Tempat lain ditutup, di sini dibiarkan. Dah kacau kali kita ini. Tempat lain dianaktirikan, di sini di anak emaskan,” katanya. (m26)

  • Bagikan