Waspada
Waspada » Mahasiswa Terobos Gedung DPRD Sumut Tolak Kenaikan BBM
Headlines Medan VIRAL

Mahasiswa Terobos Gedung DPRD Sumut Tolak Kenaikan BBM

MEDAN (Waspada): Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumut menerobos masuk gedung DPRD Sumut, Jl Imam Bonjol, Medan, Selasa siang (6/4). Kehadiran mereka di gedung dewan itu tak lain meminta Pertamina membatalkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diberlakukan 1 April 2021 lalu.

Aksi nekad para mahasiswa dilakukan setelah orasi mereka di halaman gedung wakil rakyat itu tidak mendapat respon memadai, sehingga nekad membuka rolling door (pintu dorong) dan bergerombolan masuk.

Semula petugas kepolisian menolak mengizinkan mahasiswa masuk, dengan alasan belum mendapat izin dari dewan. Namun karena hujan lebat mengguyur, peserta aksi memberanikan diri menggeser pintu besi hingga terbuka lebar.

Sambil membawa sejumlah spanduk bertulisan penolakan kenaikan BBM, para mahasiswa menghambur dan berlarian menuju pintu masuk, menaiki tangga dan berakhir di depan pintu gedung paripurna.

Aksi ini membuat puluhan petugas security di DPRD Sumut dan petugas kepolisian kelabakan dan berusaha mencegah, namun gagal menghempang kerumuman massa yang sudah keburu berlari kencang sambil berteriak-teriak.

Tindakan nekad itu juga mengganggu kegiatan dewan di empat komisi yang sedang menggelar kegiatan dengar pendapat.

SEORANG peserta aksi berorasi di depan gedung paripurna DPRD Sumut, Selasa (6/4) setelah merobos gedung dewan, untuk menyampaikan sikap menolak kenaikan BBM. Waspada/Partono Budy
SEORANG peserta aksi berorasi di depan gedung paripurna DPRD Sumut, Selasa (6/4) setelah merobos gedung dewan, untuk menyampaikan sikap menolak kenaikan BBM. Waspada/Partono Budy

Kordinator aksi Rozi Panjaitan kepada Waspada membenarkan tindakan nekad mereka masuk ke gedung dewan. “Ini persoalan penting, kita minta dewan panggil Pertamina batalkan kenaikan BBM,” ujarnya.

Setelah berorasi cukup lama, peserta aksi akhirnya diterima Ketua Komisi B Dhody Thaher didampingi dua anggota, Marajaksa Harahap dan Fahrizal Nasution.

Kepada dewan, Rozi menegaskan sikapnya bahwa kenaikan BBM telah menunai reaksi keras masyarakat, dengan alasan bisa mengganggu kenaikan kebutuhan pokok, dan diberlakukan saat umat Islam akan menyambut bulan suci Ramadhan.

“Yang membingungkan kita, Gubernur dan Pertamina saling melempar penyebab kenaikan. Kami mau tanya ada apa ini, kata Gubsu menyoal kenaikan dengan Pergub No 1/2021 tentang Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), tapi Pertamina bilang kenaikan itu berdasarkan Pergub tersebut,” kata Rozi.

Turunkan Harga BBM

Dengan situasi seperti itu, sambung Rozi, KAMMI mengeluarkan pernyataan sikap mendesak Gubsu memanggil Pertamina menurunkan harga BBM di Sumut.

Kemudian, meminta Pertamina menurunkan kembali harga BBM nonsubsidi, dan menambah kuota BBM bersubisi (Solar dan Premium) di SPBU Sumut dan meminta DPRD SUmut memanggil Pertamina untuk mendapat penjelasan.

Merespon ini, Ketua Komisi B DPRD Sumut Dhody Thaher menegaskan, komisinya yang membidangi masalah pertambangan, akan mengundang PT Pertamina, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD). dan Biro Perekonomian Pemprovsu pada 12 April mendatang.

“Kita ingin tahu duduk soalnya, kalau nanti memang alasannya tidak kuat menaikkan BBM, maka kita minta dibatalkan, namun kalau alasannya jelas, kita akan pertimbangkan kemudian,” kata Dhody.

Menyinggung adanya Pergub No 1/2021 tentang petunjuk pelaksana pajak bahan bakar kendaraan bermotor dan pajak rokok, Dhody enggan meresponnya.

“Nanti aja pada rapat baru kita ketahui, dan perwakilan KAMMI juga akan kita undang,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Sumut yang diteken Edy Rahmayadi disebutkan, PBBKB naik dari 5 persen menjadi 7,5 persen.

Pertamina melalui surat No 348/Q21030/2021-S3 melakukan penyesuaian harga, yang ditujukan ke seluruh pengusaha SPBU Sumut, tertanggal 31 Maret 2021.

Surat yang diteken Region Manager Retail Sales I Pierre J Wauran itu memuat daftar harga Pertalite dari Rp 7.650 menjadi Rp 7.850. Pertamax dari Rp 9.000 menjadi Rp 9.200 – Pertamax Turbo dari Rp 9.850 menjadi Rp 10.050 – Pertamina Dex dari Rp 10.200 menjadi Rp 10.450, Dexlite Rp 9.500 menjadi Rp 9.700, dan Solar Non PSO dari Rp 9.400 menjadi Rp 9.600. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2