Waspada
Waspada » Dua Bocah Diseret Banjir, Satu Meninggal
Aceh Headlines VIRAL

Dua Bocah Diseret Banjir, Satu Meninggal

IDI (Waspada): Banjir di Kabupaten Aceh Timur terus meluas.

Dampaknya, sebanyak 151 desa dalam 16 kecamatan dikepung banjir, Sabtu (5/12).

Sementara ribuan jiwa atau 501 Kepala Keluarga (KK) kini harus mengungsi.

Akibat derasnya arus banjir di sejumlah titik mengakibatkan dua bocah diseret banjir di Gampong Masjid, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, sekira pukul 09:30.

Salah satu berhasil diselamatkan, namun rekannya meninggal dunia setelah lima jam tenggelam diseret banjir.

Korban yang meninggal dunia yakni Lia Ramadhani, 14, warga Gampong Masjid, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur.

Sementara temannya yang selamat yakni Fitri, 14, dari desa dan kecamatan yang sama.

Mendapat laporan adanya anak hanyut dibawa arus banjir, Bupati Aceh Timur H Hasballah HM Thaib atau Rocky, bersama unsur forkopimda dan Satgas BPBD menuju ke lokasi.

Tiga unit speedboat milik Polisi Airud Polres Aceh Timur dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, melakukan pencarian di sekitar lokasi.

Selang tiga jam, korban yang tenggelam akibat diseret arus banjir berhasil ditemukan dalam persawahan di desa setempat atau sekitar 50 meter ke arah utara dari titik jatuh.

BUPATI Rocky bersama Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, SIK, mengevakuasi jasad bocah SMP yang meninggal akibat diseret banjir di Gampong Masjid, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, Sabtu (5/12). Waspada/M Ishak
BUPATI Rocky bersama Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, SIK, mengevakuasi jasad bocah SMP yang meninggal akibat diseret banjir di Gampong Masjid, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, Sabtu (5/12). Waspada/M Ishak

“Hasil kerjasama semua pihak, baik unsur TNI/Polri, Satgas BPBD dan SAR, serta masyarakat akhirnya korban yang hanyut dibawa arus banjir sudah kita temukan, namun kondisinya sudah meninggal dunia, sehingga kita harap keluarga tabah menghadapi cobaan ini,” ujar Bupati Rocky.

Di lokasi banjir, Rocky juga mengimbau anak sepanjang jalan yang berdekatan dengan lokasi banjir, terutama di pinggir sungai, karena ketinggian air masih bertambah di sejumlah kecamatan.

“Kondisi arus sungai masih deras dan kondisi ini masih berbahaya terhadap keselamatan anak yang belum bisa berenang,” sebut Rocky.

Hadir dalam pencarian korban antara lain Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, Sekda Aceh Timur Ir Mahyuddin Syech Kalad, MSi, Kepala BPBD Aceh Timur Ashadi, MM, Kasatpol PP dan WH Teuku Amran, MM, Waka Polres Aceh Timur Kompol Warosidi, MH, Kadis Sosial Aceh Timur Elfiansi, dan unsur muspika setempat.

Serahkan Bantuan

Saat meninjau lokasi banjir dan titik pengungsi di pedalaman Aceh Timur itu, Bupati Rocky bersama unsur forkopimda juga sudah menyerahkan sembako berupa beras, minyak, mie instan, gula dan telur serta roti unibis.

Bantuan antara lain ke pengungsi di Gampong Mesjid, Kecamatan Nurussalam, dan Ranto Peureulak.

“Kami imbau kepada Dinas Sosial dan BPBD segera menyalurkan bantuan ke seluruh titik pengungsian yang sudah membuka dapur umum,” tegas Rocky seraya berharap, banjir segera surut disaat guyuran hujan mereda, sehingga aktivitas masyarakat kembali normal.

Banjir Meluas

Kepala BPBD Aceh Timur, Ashadi, MM, dikonfirmasi Waspada, terpisah menyebutkan, banjir Aceh Timur kini terus meluas di sejumlah kecamatan.

Awalnya 12 kecamatan dikepung banjir, kini 16 kecamatan atau 2/3 dari luas wilayah Kabupaten Aceh Timur dikepung banjir.

“Iya benar, banjir sudah meluas di 16 kecamatan dan 151 desa mengalami dampak banjir. Sedangkan pengungsi terdata di sejumlah kecamatan seperti Nurussalam, Ranto Peureulak, Indra Makmu dan Julok,” kata Ashadi seraya menambahkan, Satgas BPBD saat ini sedang mendata jumlah pengungsi di beberapa kecamatan.

“Total pengungsi saat ini 2,014 jiwa,” sebut Ashadi seraya menyebutkan, fasilitas umum yang tergenang antara lain Gedung Sekolah Dasar (SD) di Idi Cut, SMPN 2 Ranto Peureulak, dan Gedung Puskesmas di Kecamatan Darul Aman.

4 Jembatan

Kerusakan lain dampak dari banjir kali ini juga mengakibatkan kerusakan 4 unit jembatan penghubung antar desa.

Keempat unit jembatan tersebut yakni jembatan di Alue Bu Tuha, Kecamatan Peureulak Barat, jembatan di Desa Seuneubok Buloh, Kecamatan Idi Tunong, jembatan penghubung antar desa di Desa Blang Batee, Kecamatan Peureulak, dan jembatan di Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur.

“Ada empat unit jembatan yang rusak akibat banjir. Tapi kita masih terus mendata kerusakan berbagai fasilitas umum lainnya,” pungkas Ashadi seraya menyebutkan, jalan penghubung Aceh Timur ke Gayo Lues, juga putus akibat genangan air di Desa Beurandang, Kecamatan Ranto Peureulak.

Jalan Negara Macet

Sementara itu, sejumlah titik di Jalan lintas Medan-Banda Aceh, di kawasan Idi Cut, Kecamatan Darul Aman, dan Desa Meudang Ara, Kec. Nurussalam, Aceh Timur, mengalami kemacetan panjang radius 2 kilometer dari dua arah. Kondisi tersebut dipicu tinggi air diatas badan jalan berkisar antara 50 centimeter hingga 1 meter. “Jalan negara juga tergenang, karena luapan sungai berdampak terhadap banjir yang melintasi jalan negara di Idi Cut,” kata Ramli, warga Idi Cut.

Dia mengaku banjir mulai terjadi sejak pukul 08:00 Wib.

Namun menjelang pukul 12:00 Wib, banjir mulai surut, tetapi tinggi air kembali bertambah sejak pukul 16:00.

“Awalnya banjir sempat surut, namun akibat luapan sungai banjir di jalan negara kembali parah setelah banjir susulan terjadi daerah pedalaman,” sebut Ramli. (b11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2