Waspada
Waspada » Bayi Gajah Terjebak Lumpur Berhasil Dievakuasi, Kondisinya Kritis
Aceh Headlines VIRAL

Bayi Gajah Terjebak Lumpur Berhasil Dievakuasi, Kondisinya Kritis

Seekor bayi gajah diperkirakan berusia lima hari yang terjabak dalam lumpur bekas kubangan kerbau di Gampong Panton Beunot, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie berhasil dievakusi, Selasa (9/2). Bayi Gajah Terjebak Lumpur Berhasil Dievakuasi, Kondisinya Kritis. Waspada/Muhammad Riza
Seekor bayi gajah diperkirakan berusia lima hari yang terjabak dalam lumpur bekas kubangan kerbau di Gampong Panton Beunot, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie berhasil dievakusi, Selasa (9/2). Bayi Gajah Terjebak Lumpur Berhasil Dievakuasi, Kondisinya Kritis. Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Seekor bayi gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) berjenis kelamin betina berhasil dievakuasi dari dalam lumpur bekas kubangan kerbau, Selasa (9/2) sekira pukul 13:00 WIB.

Warga dibantu Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, dan personel CRU Mila, berhasil mengangkat bayi gajah yang diperkirakan berusia lima hari tersebut.

Ketiga warga yang berani mengangkat bayi gajah itu, Ibrahim, 38, Saiful Bahri, 32, dan Muhammad Amin, 35.

Amatan Waspada.id, petugas bersama warga mencari cara agar bisa mengeluarkan bayi gajah itu tanpa melukai induknya yang tidak mau menjauh dari posisi anaknya.

Akhirnya petugas dan warga dipimpin camat Tiro/Truseb Almanza SSTP memutuskan meletupkan petasan tanpa henti hingga induk gajah berpendah tempat.

Pada saat itulah tiga warga yakni Ibrahim, 38, Saiful Bahri, 32, dan Muhammad Amin, 35, dengan cepat berlari dan masuk ke dalam kubangan dengan cepat mengangkat bayi gajah tersebut ke darat.

“Alhamdulillah, bayi gajah ini berhasil kita evakuasi dari dalam lumpur. Namun kondisinya masih kritis, jadi kami perlu segera dikirim petugas kesehatan hewan dari BKSDA di Banda Aceh” katanya, ditemui Waspada di lokasi di bukan Alue Braleun, Gampong Panton Beunot, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie.

Setelah berhasil diangkat dari dalam kubangan, bayi gajah tersebut kemudian dibersihkan dengan air oleh warga.

Induk gajah yang tadinya kabur karena takut dengan suara letupan petasan tidak berani keluar dari dalam hutan.

Pun begitu, induk gajah tersebut tidak jauh bersembunyi dari dalam hutan dan bisa memantau bayinya dibersihkan oleh warga.

Almanza, menuturkan bayi gajah tersebut kondisinya sangat lemah, tidak bisa berdiri dan matanya merah karena terkena sudah beberapa hari dalam lumpur.

“Karena itu kami rasa bayi gajah ini perlu dirawt sebelum diserahkan kepada induknya kembali,” katanya. (b06)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2