UU Pelayaran Perlu Dimutakhirkan

JAKARTA  (Waspada): Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menilai Undang Undang No.17 Tahun 2008 tentang Pelayaran  dinilai sudah  tidak efektif dalam menyelesaikan masalah di bidang pelayaran, dan perlu dimutakhirkan.

UU Pelayaran Perlu Dimutakhirkan
SUASANA rapat dengar pendapat Komite II DPD Soal RUU Perubahan UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, dengan para pengamat dan praktisi pelayaran, di gedung DPD RI, Jakarta (10/7). Waspada/Ist

Karena itu, Komite II DPD RI menyusun Rancangan Perubahan Undang-Undang (RUU) Pelayaran agar UU tersebut dapat menyesuaikan atas kebutuhan-kebutuhan regulasi di pelayaran Indonesia.

 Ketua Komite II DPD RI, Aji Muhammad Mirza Wardana, menjelaskan, salah satu masalah yang melingkupi isu pelayaran adalah mengenai permasalahan tumpang tindih kebijakan pelayaran laut yang membuat UU Pelayaran tidak efektif.

“Salah satunya adalah terkait lembaga yang melakukan penegakan hukum pelayaran di Indonesia. Syahbandar melaksanakan fungsi keselamatan dan keamanan pelayaran, tapi di satu sisi, ketentuan ini bertentangan dengan sebagian kewenangan Badan Keamanan Laut,” ujar. Ketua Komite II DPD RI, Aji Muhammad Mirza Wardana dalam  rapat dengar pendapat umum RUU Perubahan UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, dengan pengamat dan praktisi pelayaran, di gedung  DPD RI, Jakarta (10/7).

Dia juga menilai  UU Pelayaran saat ini kurang efektif dalam mendorong perekonomian daerah dimana bidang pelayaran menjadi sektor utama ekonomi, seperti untuk angkutan, transportasi, dan perdagangan sehingga dibutuhkan regulasi yang mampu menciptakan usaha pelayaran dan mendorong pembangunan ekonomi daerah yang berkontribusi atas perekonomian nasional.

“Kondisi ekonomi bidang kelautan mempunyai peran strategis terhadap kegiatan perekonomian secara nasional. Pemanfaatan secara optimal dan berkelanjutan terhadap potensi kelautan dalam bidang transportasi dapat menjadi modal pembangunan nasional. Akan tetapi sejauh ini kinerja sektor angkutan laut masih belum menunjukkan prestasi di atas rata-rata,” imbuhnya. (aya)