Waspada
Waspada » Perambahan Hutan Di Kawasan Puncak 2000 Siosar Berhasil Diamankan
Headlines Uncategorized

Perambahan Hutan Di Kawasan Puncak 2000 Siosar Berhasil Diamankan

KEPALA Dinas (Kadis) Kehutanan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Ir Herianto. Perambahan hutan di kawasan puncak 2000 Siosar berhasil diamankan. Waspada/Ist
KEPALA Dinas (Kadis) Kehutanan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Ir Herianto. Perambahan hutan di kawasan puncak 2000 Siosar berhasil diamankan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Perambahan hutan di kawasan Puncak Siosar kembali terjadi namun kali ini berhasil diamankan tim pengamanan Hutan Polhut Dinas Kehutanan pada Jumat (12/3).

Perambahan hutan itu terjadi tepatnya daerah puncak 2000 Siosar kawasan hutan Register 32 K Kecamatan  Merek B, Karo.
Berdasarkan keterangan Kepala Dinas (Kadis) Kehutanan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Ir Herianto,  kepada wartawan pada Sabtu (14/3) di Medan mengatakan pengamanan perambahan hutan ini mulai dari sore kemarin dimana pihaknya sebelumnya telah mengawasi lokasi itu sejak Kamis (11/3).
Dikatakan hal ini terbongkar  berdasarkan laporan dari kepala Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPT KPH) yang melaporkan bahwa lokasi kawasan hutan diatas  Siosar itu diduduki orang tidak dikenal.
Memang diakuinya areal itu yang merupakan areal berstatus Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang dikatakan sudah ada izin dikeluarkan dari kementrian dengan Izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu dalam HKm.
Namun beberapa hari lalu jelas Herianto masyarakat keberatan lokasi berizin mereka itu diduduki oleh orang-orang yang mau mengelola kawasan lahan itu dan diinformasikan bahwa dikawasan itu sudah dibuat jalan menuju hutan.
“Akhirnya saya perintahkan anggota saya untuk membuat tim gabungan dinas kehutanan dengan UPT di Karo, mulai kita turunkan tim tanggal 11 Maret kemudian tanggal 12 Maret sampai di lokasi itu tim kami mendapatkan satu unit Buldozer sedang bekerja meratakan jalan,” katanya.
Langsung dilakukan pengamanan namun operator dan para tersangka melarikan diri dan saat penangkapan tim sempat dihadang oleh orang-orang yang tidak dikenal.
“Pada saat penangkapan kita penuh perjuangan karena    operator saat ditangkap dilarikan oleh orang orang yang tidak dikenal juga,” ucapnya lagi

Kavling-kavlingan

Dikatakannya, perambahan hutan yang dilakukan oknum tak dikenal kabarnya membuat jalan menuju hutan itu berencana hendak membuat kavling-kavlingan yang nantinya akan diperjual belikan.
Lebih lanjut dijelaskannya di areal itu ditemukan Buldozer yang digunakan untuk meratakan tanah untuk badan jalan didalam kawasan hutan produksi dan sebagian areal HKM serta kawasan di Desa Sukamaju Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo.
Barang bukti yang berhasil diamankan 1 unit beko yang mana operatornya melarikan diri, beko tersebut sedang dibawa menuju kantor Dinas Kehutanan dengan mendapatkan pengawalan 1 orang petugas dari Brimob beserta Polhut Dishutsu dan Polhut KPH xv Kabanjahe.
Lebih lanjut Herianto  juga menegaskan dengan keberhasilan ini akan terus berupaya melakukan penghilangan perambahan  hutan dan kegiatan ilegal lainnya dikawasan hutan.
Terkait kasus ini ditegaskannya pihaknya akan melakukan pengusutan tuntas.
“Kami tetap siap untuk menurunkan tim jika ada pelanggaran dan kita berkomitmen akan terus berupaya untuk menghilangkan ilegal perambahan Seperti ilegal penambangan, ilegal pendudukan dikawasan hutan, ilegal usaha dikawasan hutan akan kita ditertibkan dan ini juga menjadi komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut kita,” tandasnya.(cbud)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2