Waspada
Waspada » BPS: Jumlah Pengangguran Di Sumut Berkurang 87 Ribu
Uncategorized

BPS: Jumlah Pengangguran Di Sumut Berkurang 87 Ribu

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Syech Suhaimi menyampaikan data jumlah angkatan kerja di Sumut Februari 2020, melalui video confrence, Selasa (5/5).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Syech Suhaimi menyampaikan data jumlah angkatan kerja di Sumut Februari 2020, melalui video confrence, Selasa (5/5).

MEDAN (Waspada): Jumlah penduduk di Sumut yang bekerja pada Februari 2020 sebanyak 6,95 juta orang, sedangkan jumlah pengangguran sebanyak 345 ribu orang.

Dibanding Februari 2019, jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2020 berkurang 87 ribu orang, sedangkan jumlah pengangguran berkurang 69 ribu orang.

Sementara itu, jumlah angkatan kerja di Sumut pada Februari 2020 sebanyak 7,29 juta orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan 156 ribu orang dibandingkan Februari 2019. Komponen pembentuk Angkatan Kerja adalah penduduk yang bekerja dan pengangguran.

“Dalam setahun terakhir TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) turun 0,83 poin menjadi 4,73 persen pada Februari 2020. Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT paling tinggi adalah TPT dengan jenjang pendidikan SMK yaitu sebesar 7,51 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Syech Suhaimi dalam siaran persnya melalui video confrence, Selasa (5/5).

Syech Suhaimi menjelaskan, TPT pada Februari 2019 sebesar 5,56 persen turun menjadi 4,73 persen pada Februari 2020. Dilihat dari tempat tinggalnya, TPT di perkotaan cenderung lebih tinggi dibanding di perdesaan.

“Pada Februari 2020, TPT di perkotaan sebesar 6,75 persen, sedangkan TPT di perdesaan hanya 2,33 persen. Dibanding setahun yang lalu, TPT di perkotaan mengalami penurunan sebesar 1,11 poin dan TPT perdesaan mengalami penurunan sebesar 0,69 poin,” ungkapnya.

Dilihat dari tingkat pendidikan, lanjut Syech Suhaimi, pada Februari 2020 TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan adalah paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain yaitu sebesar 7,51 persen. Sedangkan pada Februari 2019 yang paling tinggi adalah tingkat pendidikan Universitas. TPT tertinggi berikutnya terdapat Diploma sebesar 6,56 persen.

“Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang berlebih terutama pada tingkat pendidikan SMK dan Diploma. Sedangkan mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, seperti TPT SD ke bawah paling kecil diantara semua tingkat pendidikan yaitu sebesar 2,50 persen,” ujarnya.

Terkait dengan turunnya jumlah angkatan kerja, Syech Suhaimi menyebutkan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga turun. TPAK pada Februari 2020 tercatat sebesar 72,00 persen, turun 2,57 poin dibanding setahun yang lalu.

“Penurunan TPAK ini memberikan indikasi adanya penurunan potensi ekonomi dari sisi pasokan (supply) tenaga kerja,” sebutnya.

Sektor Pertanian

Syech Suhaimi menyebutkan, berdasarkan lapangan pekerjaan utama pada Februari 2020, penduduk Sumatera Utara paling banyak bekerja pada Sektor Pertanian yaitu sebanyak 2,67 juta orang (38,48%), disusul oleh Sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebanyak 1,16 juta orang (16,66%) dan Industri Pengolahan 574 ribu orang (8,26%).

Dilihat berdasarkan tren lapangan pekerjaan selama Februari 2019 – Februari 2020, lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase penduduk bekerja terutama pada Sektor Jasa Keuangan Asuransi, Real estate, Jasa Perusahaan dan Jasa Lainnya (0,88 poin) dan Konstruksi (0,83 poin).

Sedangkan sektor yang mengalami penurunan paling besar pada Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (1,97 poin), Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (0,89 poin) dan Perdagangan Besar dan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (0,36 poin).

Dari seluruh penduduk bekerja pada Februari 2020, status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh/karyawan/pegawai (37,94%), diikuti status Berusaha Sendiri (17,80%), kemudian Berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar (17,05%).

Selanjutnya status pekerja keluarga/tak dibayar (17,03%), dan status Pekerja Bebas di non pertanian (3,76%). Sementara penduduk yang bekerja dengan status Berusaha dibantu buruh tetap memiliki persentase 3,42% dan yang paling kecil adalah status pekerja bebas di pertanian sebesar 3,00%.

“Dalam setahun terakhir (Februari 2019 – Februari 2020), peningkatan persentase penduduk bekerja terdapat pada status buruh/karyawan/pegawai (1,44 poin), pekerja bebas di non pertanian (0,89 poin), berusaha sendiri (0,83 poin), dan berusaha dibantu buruh tetap (0,17). Penurunan terjadi pada status pekerja keluarga atau tidak dibayar (2,45 poin), berusaha dibantu buruh tidak tetap (0,86 poin) dan pekerja bebas di pertanian (0,02 poin),” pungkasnya. (m31)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2