Waspada
Waspada » 154.845 Personil Gabungan Diturunkan Amankan Nataru
Uncategorized

154.845 Personil Gabungan Diturunkan Amankan Nataru

KAPOLRESTA Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi bersama Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar, Ketua DPRD Zakky Shahri, Dandim 0204/DS Letkol Kav Jackie Yudhantara, Dan Yonif 121/MK Letkol Inf Wisnu Joko Saputro memeriksa barisan pasukan usai Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Tahun 2020 di lapangan Alun-alun Pemkab Deliserdang di Lubukpakam, Senin (21/12). (Waspada/Khairul K Siregar/B)

 

LUBUKPAKAM (Waspada) : Sebanyak 154.845 personel gabungan terdiri dari TNI, Polri dan instansi lainnya dari seluruh Indonesia akan diturunkan dalam rangka pengamanan perayaan natal tahun 2020 dan tahun baru 2021.

Hal itu dikatakan Kapolri Jend.Pol.Drs.Idham Aziz, MSi dalam amanat tertulisnya dibacakan Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi, selaku Irup pada Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Tahun 2020 di lapangan Alun-alun Pemkab Deliserdang di Lubukpakam, Senin (21/12).

Apel pasukan itu juga dihadiri Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar, Ketua DPRD Zakky Shahri, Dandim 0204/DS Letkol Kav Jackie Yudhantara, Dan Yonif 121/MK Letkol Inf Wisnu Joko Saputro.

Kapolri mengatakan, Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan “Operasi Lilin 2020” dalam rangka pengamanan perayaan Natal tahun 2020 dan tahun baru 2021 baik pada aspek personel maupun sarana prasarana serta ketertiban unsur terkait seperti TNI, Pemda dan mitra Kamtibmas lainnya.

Perayaan Natal dan tahun baru oleh masyarakat,lanjut Kapolri, secara universal dirayakan melalui kegiatan ibadah dan perayaan bergantian tahun di tempat-tempat wisata yang akan meningkatkan aktifitas pada pusat keramaian.

Peningkatan aktifitas masyarakat ini tentu saja sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, gangguan kamseltibcar lantas,dan pelanggaran protokol Covid-19.

Oleh karena itu, Polri menyelenggarakan Operasi Lilin 2020 yang akan dilaksanakan selama 15 hari mulai 21 Desember 2020 sampai 4 Januari 2021 dengan mengedepankan kegiatan preventif secara humanis serta penegakan hukum secara tegas dan profesional.

Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19 sehingga masyarakat dapat merayakan natal dan tahun baru dengan rasa aman dan nyaman.

Dalam pelaksanaan pengamanan natal dan tahun baru, Polri telah mempersiapkan 83.917 personel, 15.842 personel TNI dan 55.086 personel instansi terkait lainnya.

Personel tersebut nantinya akan ditempatkan pada 1.607 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan kamtibmas dan kamseltibcar lantas serta 675 pos pelayanan untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat perbelanjaan, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan dan lain-lain.

Menurut Kapolri, pengamanan ini tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin tahunan biasa sehingga menjadikan kita cenderung under setimate dan kurang waspada terhadap setiap dinamika perkembangan masyarakat apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini kita harus lebih peduli jangan sampai kegiatan perayaan natal dan tahun baru menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.

Berdasarkan mapping kerawanan yang telah dilakukan, ada beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang harus diantisipasi antara lain ancaman terorisme dan radikalisme, ancaman sabotase, penyalahgunaan narkoba, pesta miras, aksi perusakan fasilitas umum, aksi kriminalitas seperti curat,curas, curanmor, tawuran antar kelompok pemuda atau kampung, balap liar, kemacetan dan kecelakaan lalulintas, maupun ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari musim hujan.

“Untuk itu saya harapkan seluruh Kasatwil mampu menentukan langkah antisipasi yang proaktif dan aplikatif serta cara bertindak yang tepat, efektif dan efisiien dalam mengatasi berbagai potensi gangguan yang ada sesuai dengan karakteristik kerawanan pada masing-masing daerah”tegas Kapolri.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyampaikan 7 pesan. Pertama siapkan mental dan fisik serta jaga kesehatan, niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ibadah kepada Tuhan YME.

Kedua lakukan deteksi dini dengan memetakan dinamika dan fenomena yang berkembang sebagai langkah antisipasi sedini mungkin untuk mencegah aksi yang meresahkan masyarakat.

Ketiga tingkatkan kepekaan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam melaksanakan pengamanan dan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya aksi teror dan kriminalitas yang memanfaatkan momentum natal 2020 dan perayaan tahun baru 2021.

Ke empat, laksanakan pengamanan secara profesioan dan humanis, berikan pelayanan terbaik, lengkapi sarpras dan perlengkapan perorangan yang memadai serta lakukan penugasan anggota dengan buddy system.

Ke lima laksanakan penegakan hukum secara profesional dan proporsional serta bertindaklah secara tegas namun humanis terhadap setiap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

Ke enam mantapkan kerja sama, sinergi dan soliditas para pihak yang terkait demi keberhasilan pelaksanaan operasi.

Ke tujuh tetaplah menjadi teladan bagi keluarga, rekan dan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19 yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak serta menerapkan pola hidup sehat dan bersih.

Usai memimpin apel, Kapolresta bersama Wakil Bupati, Dandim 0204/DS, Ketua DPRD serta Dan Yonif 121/MK memeriksa barisan pasukan apel. (a14/a01/a16/B)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2