Trump Dinilai Langgar Sumpah Jabatan

Trump Dinilai Langgar Sumpah Jabatan
Joe Biden (kiri) dan Donald Trump. CNN

     WASHINGTON, AS (Waspada): Oposisi mengritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah melanggar sumpah jabatan ketika terang-terangan meminta China menyelidiki Joe Biden.

     Trump mengatakan, dia berpikir Beijing seharusnya menyelidiki pendanaan privat yang dilakukan Biden dan putranya, Hunter. Namun, dia melanjutkan, belum meminta pemerintah China untuk menggelar pemeriksaan atas calon pesaing kuatnya di Pilpres 2020 itu.

     Komentar Trump itu ‘sama’ dengan Ukraina, yang berujung kepada pengumuman penyelidikan pemakzulan dari Partai Demokrat. "China seharusnya menggelar investigasi atas Joe Biden," ujar Trump kepada Gedung Putih dikutip Sky News Kamis (3/10). "Sebabnya, apa yang terjadi di China sama buruknya dengan yang terjadi di Ukraina," lanjut presiden 73 tahun itu.

     Pernyataan sang presiden mendapat tanggapan dari Ketua Komite Intelijen DPR AS Adam Schiff yang memimpin penyelidikan pemakzulan. "Presiden AS mendorong asing untuk ikut campur lagi dalam Pilpres dengan menyelidiki saingannya jelas pelanggaran sumpah jabatan presiden," tegas Schiff.

     Dia menerangkan, komentar Trump itu tak hanya membahatyakan Pilpres AS. Namun juga keamanan nasional juga dipertaruhkan. "Tentunya apa yang dikatakannya bakal dikecam baik oleh Demokrat maupun Partai Republik. Dia pikir bisa berbuat semaunya tanpa diproses," lanjutnya.

     Penyelidikan pemakzulan dimulai ketika muncul keluhan seorang pelapor di mana Trump meminta Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, memeriksa kasus anak Biden. Hunter Biden duduk sebagai direksi perusahaan gas bernama Burisma, ketika ayahnya menjabat sebagai wakil Presiden Barack Obama.

     Dalam acara kesehatan di Florida Kamis, Trump mengatakan Demokrat bermaksud melengserkannya karena mereka tak akan bisa mengalahkannya dalam Pilpres AS 2020. "Karena itu mereka bermaksud memakzulkan saya. Mereka tahu mereka tidak akan menang," klaim presiden ke-45 AS tersebut.

     Trump menuturkan dia belum meminta Presiden China Xi Jinping untuk menyelidiki Joe Biden. Namun jelas dia akan "mempertimbangkannya". Namun seperti dalam kasus Ukraina, Trump tidak bisa membeberkan tuduhan apa saja yang menjadi kesalahan Joe Biden.

     Sepanjang pekan ini, kecaman demi kecaman yang dilontarkan Trump kepada Demokrat semakin keras seiring proses pemakzulan dirinya. Dalam serangkaian kicauan di Twitter, dia menyebut Demokrat tengah berusaha melakukan kudeta terhadap pemerintahannya. Selain itu, dia menuduh Demokrat tak bisa apa-apa selain fokus kepada apa yang dia anggap omong kosong. (sky news/And)