Waspada
Waspada » Tourism Malaysia Medan adakan Sesi bersama Sahabat Media
Medan Travel

Tourism Malaysia Medan adakan Sesi bersama Sahabat Media

 

MEDAN, ( Waspada) : Dunia pariwisata hingga kini masih stagnasi akibat wabah pandemi Covid-19 yang masih merebak diberbagai negara. Tak ayal, kondisi pariwisata Malaysia juga terdampak dan belum stabil.

Untuk mendongkrak pariwisata tersebut, Tourism Malaysia Medan menggelar Sesi Bersama Sahabat Media di Aryaduta Hotel Medan, Kamis (6/5).

Konsul Pelancongan Malaysia atau Direktur Tourism Malaysia Medan, Hishamuddin Mustafa mengapresiasi media yang selama ini telah membantu Tourism Malaysia salam mempromosikan pariwisata kepada masyarakat luas.

“Terima kasih teman media yang eksis mempromosikan Malaysia walau pandemi masih berlangsung. Tanpa media promosi pariwisata tidak berlaku. Teman media memainkan peranan dan penyokong menjadikan acara wisata bisa diketahui segenap lapisan melalui radio, media cetak, TV, dan sebagainya,” kata Hishamuddin.

Menurut Hishamuddin meski kondisi pariwisata Malaysia belum stabil namun media khususnya di Kota Medan terus mendukung dalam mempromosikan pariwisata Malaysia.

“Walau promosi wisata Malaysia saat ini terbatas dengan acara webinar, tapi kepada teman-teman media yang ada di Medan, Banda Aceh, Riau, dan Lampung rata-rata menyokong untuk mempromosikan Malaysia dan memberikan impact positif kita juga dalam industri pelancongan domestik di Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut Hishamuddin menyampaikan saat ini Malaysia belum dapat membuka gerbang pariwisata lantaran pandemi belum menunjukkan angka penurunan yang signifikan. Namun perawatan medis diperbolehkan melakukan perjalanan ke Malaysia.

“Malaysia saat ini belum bisa masuk kecuali perawatan medis melalui Jakarta, Medan, dan Batam yang disewa secara charter dan mematuhi SOP seperti pcr tiga kali dan harus ada pengiring. Kita bekerjasama dengan satu maskapai di Pekanbaru dengan membuat 10 kali penerbangan membawa pasien masuk ke Malaysia,” paparnya.

Hishamuddin tak menyangkal industri pariwisata begitu terpuruk saat pandemi tetapi pariwisata tidak terus kita dongkrak agar tak mati tidak mati suri.

“Untuk ini, Tourism Malaysia tetap terus memberikan ide-ide agar tetap mempertahankan eksistensi dunia pariwisata Malaysia,” katanya.

Terkait penerimaan wisatawan mancanegara, Hishamuddin memprediksi Malaysia kembali akan membuka kembali gerbang pariwisata pada Februari atau Maret 2022 dengan ketentuan SOP yang ditetapkan oleh negara tersebut.

“Kalau untuk semua negara, target saya pada Februari atau Maret 2022, tapi kebanyakan negara kita sudah menerima vaksin. Dan saya yakin mulai Juni atau Juli ada perubahan SOP untuk pemasukan negara walau tidak dibuka sepenuhnya. Dari segi keseluruhan Februari 2022 saya perkirakan sudah mulai dibuka,” ujarnya.

Hishamuddin mengakui banyak belajar dari Indonesia dengan melihat bagaimana Indonesia dapat mampu bertahan dari sektor pariwisata walau di tengah pandemi saat ini.

“Satu tahun lebih kita di tutup. Saya sangat prihatin dengan industri pariwisata bukan hanya di Malaysia tapi di Indonesia. Namun di saat pandemi ini ada yang sangat kreatif dari sektor pariwisatanya. Ini kita ingin mencontoh hal-hal yang baik yang dapat juga kita terapkan di Indonesia,” tambahnya.

Untuk memulai kembali geliat pariwisata, Hishamuddin mengaku telah menyiapkan program sehat bertajuk Gowes Dua Negara pada bulan Mei ini. Ia mengatakan bahwa konsepnya ini akan melakukan olahraga sepeda ke daerah Pematang Johar, Deliserdang.
Dalam acara ini, Pihak Konsulat Jenderal Malaysia akan bekerjasama dengan Rumah Sakit Institut Jantung Negara (IJN) untuk memberikan kesehatan jantung yang diperlukan saat pandemi seperti ini.

“Kita ada program di bulan Mei ini Gowes dua negara. Rencananya dari Konsulat Jenderal Malaysia itu kami akan gowes ke Pematang Johar. Jadi kami bawakan wisata sehat supaya dalam keadaan pandemi ini kita selalu jaga kesehatan. Saat ini olahraga yang bagus itu gowes,” jelasnya. ( m28)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2