Dukungan Keluarga, Kunci Lepas Dari Masalah Mental Selama Pandemi - Waspada

Dukungan Keluarga, Kunci Lepas Dari Masalah Mental Selama Pandemi

- Tips
  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Suatu ketika, kita mungkin pernah merasakan lelah, letih dan kehilangan semangat akibat merasa gagal total. Harapan tak sesuai dengan kenyataan. Kondisi itu disebut juga burnout.

Di masa pandemi Covid-19, burnout lazim dialami karena menjalankan berbagai aktivitas secara online di area rumah tanpa banyak keluar ruangan yang memicu kejenuhan, mulai dari pekerjaan kantor, kegiatan besosialisasi, hingga mendampingi kegiatan belajar anak yang serentak dilakukan secara online. Kondisi itu tentu bisa membuat kita merasa sangat bosan dan merasa kehilangan semangat.

Masalah lainnya yang kerap diceritakan pelanggan yaitu munculnya gangguan kecemasan atau anxiety,  seperti merasa depresi akibat pandemi yang telah berlangsung lama dan juga masalah yang berkaitan dengan rumah tangga.

Jika seseorang mengalami masalah kesehatan mental seperti kecemasan luar biasa itu, maka akan sangat membutuhkan dukungan keluarga dan teman yang dapat dipercaya.

Dukungan atau support system ini akan berdampak positif kepada penderita masalah kesehatan mental karena tidak akan memberikan tanggapan yang buruk atas apa yang tengah dia hadapi.

“Sebaliknya, jika tidak ada dukungan, biasanya penderita akan merasa down, tidak berharga, dan lain sebagainya,” ujar Associate Psychologist dari Ibunda.id, Rininta Meyftanoria, dalam talkshow virtual yang diadakan Guardian bertajuk ‘Healthy Inside Out’, Jumat(12/3).

 

Selain itu, lanjut Rininta, penderita masalah kesehatan mental juga bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. Salah satunya bisa melalui kegiatan journally baik dalam bentuk tulisan, rekaman suara, ataupun gambar.

“Tujuannya untuk mengontrol pikiran-pikiran yang berpengaruh negatif pada diri sendiri,” katanya.

Sesungguhnya, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik untuk diperhatikan secara serius.

“Adanya berbagai gangguan kesehatan mental yang sering dikeluhkan oleh masyarakat mendorong Guardian untuk menyediakan fitur layanan konseling psikologi gratis yang disediakan hingga 31 Maret 2021,” ujar Direktur Guardian, Naresh Kalani.

Selain layanan konsultasi gratis, Guardian juga memiliki program bincang-bincang tentang masalah kesehatan melalui platform media sosial Instagram @guardian_id resmi milik mereka dan juga aplikasi Tanya Apoteker bagi pelanggan yang ingin menanyakan masalah obat-obatan dan menebus resep dokter melalui aplikasi WhatsApp.

 

“Jika merasa stres jangan diabaikan. Ada psikolog yang bisa dijangkau untuk mengatasi masalah ini,” katanya.

Ide kampanye ‘Healthy Inside Out’ tercetus dari empati Guardian untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat yang semuanya hampir mengalami masalah yang sama selama masa pandemi Covid-19.

 

Dia menjelaskan kampanye ‘Healthy Inside Out’ dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan dukungan kepada masyarakat agar lebih peduli tidak hanya pada kesehatan fisiknya tetapi juga kesehatan mentalnya. “Ketika mengalami stres jangan disepelekan, kalau dipendam lama-lama maka dampaknya akan berbahaya,” kata Head of Marketing – Guardian Indonesia, Lia Stephiningrum. (J02)

  • Bagikan