Tiga Daerah Paparkan Perpustakaan Cerdaskan Masyarakat

MEDAN (Waspada): Tiga Kabupaten/kota di Sumatera Utara,memaparkan berhasilnya perpustakaan yang dikelola menerdaskan masyarakat. Hal itu berlangsung dalam kegiatan Transportasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dilaksanakan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara,10 s/d 11 September di Hotel Grend Inna Medan, diikuti 50 peserta dari berbagai stakholder di Sumatera Utara.

Tiga Daerah Paparkan Perpustakaan Cerdaskan Masyarakat
KADIS Perpustakaan dan Arsip Daerah Labuhanbatu, Ir. Leo Sunarta M MA memaparkan kemajuan perpustakaan di daerahnya.(Waspada/Anum Saskia)

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara, Ir. Hallen Purba, MM bersama Sekretaris Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara, Dra Jojor Sitorus, memberi apresiasi terhadap kabupaten/kota yang sudah berupaya menjadikan perpustakaan diminati masyarakat. Sehingga perpustakaan tidak lagi tempat yang kurang digemari, karena isinya tumpukan buku tetapi sudah dilengkapi dengan komputer lengkap jaringan internet. 

Tiga daerah yang menyampaikan pemaparan dalam kegiatan stakeholder meeting Provsu, yakni Serdangbedagai disampaikan Kadis Perpustakaan, Salmiah Nasution, dan Kabupaten Deliserdang oleh Kasubag Program, Junita Simamora dan Labuhanbatu yakni Kadis Perpustakaan, Ir. Leo Sunarta M MA

Bangun Minat Wirausaha

Kadis Perpustakaan Serdangbedagai, Salmiah memaparkan Perpustakaan dan Arsip Daerah Perpustakaan Desa Serdangbedagai. Ada 6 Perpustakaan Desa, Rambung Sialang Hilir, Desa Rambung Sialang Hulu, Rambung Sialang Tengah, Seikari dan Tanjung Arab dan Tanjung Hulu.

Dengan berbagai aktivitas menarik minat baca masyarakatnya, ternyata berhasil menumbuhkan minat berwirausaha. Banyak ibu rumah tangga yang kini mempunyai bisnis makanan ringan diawali dari membaca buku. Kebahagiaan lain, kata Salmiah, warga bisa belajar secara online dengan membuka situs internet yang disediakan perpustakaan. 

Datangi Rumah Warga

Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Labuhanbatu, Ir. Leo Sunarta M MA
mengemukakan kegigihan pihak perpustakaan mengajak masyarakat mau membaca buku, diawali dengan mendatangi rumah warga desa mengajak membaca buku. "Satu hari seorang warga datang kepada saya membawa hasil panen lele. Katanya bisa ternak lele setelah baca buku tentang budi daya memelihara ikan lele. Sayapun kagum, warga memanfaatkan buku untuk membuka usaha," katanya sembari menyebutkan, perpustakaan sudah dilengkapi jaringan internet hingga di desa-desa.

Cerdaskan Masyarakat

Sedangkan Perpustakaan Dan Arsip Daerah Deliserdang diwakili Kasubag Program, Junita Simamora memaparkan keunggulan perpustakaan di sana. Yang intinya transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yakni, meningkatkan kualitas layanan Informasi, baik dari buku, komputer dan juga internet di perpustakaan. Memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang menjadi kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan kualntas hidupnya. Melakukan advokasi kepada Pimpinan Daerah, Stakeholder terkait, dan juga sektor swasta untuk mendapatkan dukungan kebijakan dan anggaran untuk keberlanjutan transformasi perpustakaan.(m37)