Tidak Diberikan Santunan, Puluhan Pengemudi Truk Kontainer Unjuk Rasa

BELAWAN (Waspada): Puluhan pengemudi truk pengangkut peti kemas/kontainer yang tergabung dalam Persatuan Supir Truk Pelabuhan (PSTP) Belawan, menggelar aksi unjuk rasa damai di kawasan Pelabuhan Belawan, Senin (9/9).

Tidak Diberikan Santunan, Puluhan Pengemudi Truk Kontainer Unjuk Rasa
Para supir truk  kontainer saat melaksanakan aksi demo di depan kantor perusahaan PT Samudera di Belawan, Senin (9/9) Waspada/Andi Aria Tirtayasa

Dalam aksi unjuk rasa tersebut para pengemudi truk serta unsur pengurus PSTP, dengan mengendarai puluhan sepeda motor serta satu unit mobil pick up mendatangi sejumlah perusahaan di Kawasan Industri Medan (KIM), Jl. KL Yos Sudarso dan Pelabuhan Belawan, yang dianggap tidak atau belum memberikan santunan kepada pengemudi truk yang mengalami kecelakaan kerja, meninggal dunia maupun telah pensiun.

Ketua DPP PSTP Belawan, Jonson Butar Butar kepada wartawan, saat melakukan aksi di depan pintu masuk PT Samudera Belawan mengatakan, sedikitnya ada 20 perusahaan pengangkutan di kawasan Pelabuhan Belawan yang mengabaikan hak pengemudi truk untuk mendapatkan santunan, akibat meninggal dunia karena sakit maupun kecelakaan kerja,  maupun yang sudah pensiun, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tetapi hanya diberikan santunan seadanya.

"Bahkan hingga saat ini masih banyak pengemudi truk pengangkut peti kemas yang belum diikutsertakan dalam BPJS Ketenagakerjaan," sebut Jonson.

Menyikapi aksi unjuk rasa tersebut pihak manajemen PT Samudera, selanjutnya melakukan pertemuan deng sejumlah perwakilan pengemudi truk serta pihak keluarga korban namun dalam pertemuan tersebut belum ada keputusan dari pihak perusahaan terhadap tuntutan para pengunjuk rasa.

Selanjutnya, para pengunjuk rasa dengan tertib membubarkan diri. Direncanakan, aksi unjuk rasa puluhan pengemudi truk tersebut akan berlanjut hingga Rabu (11/9) mendatang.

Pantauan wartawan, meskipun aksi unjuk rasa berlangsung, arus keluar masuk peti kemas di Pelabuhan Belawan maupun di KIM, tetap berlangsung normal dan sejumlah aparat kepolisian dari Polres Pelabuhan Belawan tetap berjaga-jaga di sekitaran lokasi aksi demo. (h04)