Temuan Mayat Gegerkan Warga

IDI CUT (Waspada): Temuan mayat dengan kondisi membusuk di arena kebun sawit di Desa Meunasah Keutapang, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur  menggegerkan warga, Senin (4/11) sekira pukul 16:45. Puluhan warga berduyun-duyun ke lokasi untuk memastikan identitas mayat.

Temuan Mayat Gegerkan Warga
PETUGAS medis memperlihatkan bungkusan berisi jenazah Syarifuddin ketika berada di dalam ambulance saat dievakuasi ke Puskesmas Darul Aman, Aceh Timur, Senin (4/11) malam. Waspada/M. Ishak

Mayat tersebut awalnya ditemukan salah seorang warga yang kebetulan melintas di kebun sawit. Mencium bau menyengat, lalu didekati untuk memastikannya. Begitu melihat sesosok mayat tergeletak dalam kondisi membusuk, lalu diinformasikan ke warga lainnya.

Khawatir dengan temuan mayat itu, kemudian diteruskan ke aparatur desa setempat untuk dilaporkan ke pihak kepolisian dan paramedis. Di lokasi, Tim Identifikasi dari Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Aceh Timur dibantu anggota Polsek Darul Aman bersama paramedis melakukan identifikasi. "Mayat sudah membusuk dan sepintas sulit dikenali," kata Darkasyi, petugas medis Puskesmas Darul Aman.

Setelah proses identifikasi, kemudian mayat dievakuasi ke Puskesmas Darul Aman. Tak lama setelah berada di Puskemas Darul Aman, beberapa warga kembali berdatangan untuk melihat sosok mayat yang ditemukan di kebun sawit tersebut.

Sekira pukul 20:00 dua remaja tiba di Puskesmas. Setelah melihat pakaian yang dikenakan, keduanya mengaku dan memastikan sosok mayat yang ditemukan dalam kebun sawit itu adalah ayah mereka bernama Syarifuddin, 40, warga Desa Alue Meurbo Idi Cut, Kec. Darul Aman, Aceh Timur.

Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, S.Ik, MH, melalui Kapolsek Darul Aman AKP Simson Purba, dikonfirmasi Waspada membenarkan adanya temuan mayat di wilayahnya. Bahkan tim identifikasi sudah melakukan olah TKP dan memeriksa beberapa saksi. "Sudah ada keluarga yang datang dan malam ini akan dibawa pulang ke rumah duka untuk dikebumikan," kata AKP Simson Purba.

Gangguan Jiwa 

Informasi lain yang berhasil dikumpulkan menyebutkan, Syarifuddin selama ini mengalami gangguan kejiwaan. Setelah bercerai dengan istrinya, Syarifuddin kerap tidur di hutan dengan membangun pondok kecil di beberapa desa, seperti Desa Alue Meurbo dan Meunasah Keutapang Idi Cut.

"Terkadang sering tertidur di hutan, tapi pindah-pindah. Menurut pengakuan warga dia sudah lebih dua pekan tidak terlihat di desanya, mungkin karena sakit hingga akhirnya meninggal di kebun," kata Kepala Desa Alue Meurbo Idi Cut, Mahyeddin. (b24)