Tekad Lanjut Tunisia

KAIRO (Waspada): Pelatih Alain Giresse menegaskan, Tunisia pantas mencapai semifinal dan bertekad melanjutkan langkah lebih jauh lagi pada gelaran Piala Afrika 2019 di Mesir.

Tekad Lanjut Tunisia
KAPTEN Tunisia Youssef Msakni (tengah), dikepung pemain Madagaskar pada laga perempatfinal Piala Afrika 2019. Xinhua

"Ketika Anda sudah berada di babak ini, sesuatu yang dinanti sedemikian lama oleh Tunisia. Kami bertekad lanjut sejauh mungkin,” tegas Giresse, seperti dikutip dari AFP, Jumat (12/7).

“Kami tidak mencurinya dari siapapun, kami pantas mendapatkannya," klaim pelatih asal Prancis berusia 67 tahun tersebut.

Tunisia tanpa ampun memperlihatkan perbedaan ketenangan dan pengalaman, Kamis (Jumat WIB), ketika menggunduli tim kuda hitam Madagaskar 3-0 pada laga perempatfinal di Stadion Al Salam, Kairo.

Giresse tak merasa pasukannya mencuri tiket semifinal dari siapapun, termasuk Madagaskar yang harus mereka akhiri kisah indahnya sebagai debutan di babak perempatfinal.

Hasil itu jadi kekalahan perdana Madagaskar setelah lima pertandingan penuh kejutan yang mereka jalani. Sedangkan Tunisia mencapai semifinal pertamanya sejak terakhir kala menjuarai Piala Afrika 2004.

"Kami tim pertama yang mengalahkan Madagaskar. Kami harus melakukannya agar bisa lolos dan membuktikan kualitas tim ini," jelas Giresse.

Setelah babak pertama berakhir imbang nirgol, Tunisia membuka keunggulan lewat tembakan jarak jauh Ferjani Sassi menit 52, yang disusul gol kapten Youssef Msakni menit 60.

Bukan saja mampu membuat lini serang Madagaskar kesulitan menembus pertahanannya, Tunisia juga memperdalam luka yang dirasakan sang lawan dengan mencetak gol ketiga pada masa injury time melalui Naim Sliti.

Berkat kemenangan itu, Tunisia selanjutnya akan menghadapi tim kuat Senegal pada laga semifinal di Stadion 30 Juni, Kairo, Minggu (14/7) malam mulai pkl 2300 WIB.

"Kami perlu terus bekerja, karena jika tidak ini bisa cuma pencapaian sekilas. Saya tak punya keraguan bahwa kami telah menghadapi tim yang sangat bagus," tutur pelatih Madagaskar Nicolas Dupuis.

Negara kepulauan di Samudera Hindia itu tetap merasa bangga meski harus tersingkir, apalagi Tunisia berperingkat 83 level di atas mereka.

"Saya bangga sekali pada apa yang sudah dicapai para pemain sejak awal turnamen ini. Saya angkat topi kepada mereka," tegas Dupuis yang kontraknya segera habis.

"Hari ini langkahnya sudah terlalu tinggi. Untuk masa depan saya, itu tidak terlalu berarti banyak. Saya orang yang loyal dan prioritas saya adalah Madagaskar," tambahnya.

Dupuis mulai melatih Madagaskar pada 2017 dan telah mengubah negara yang kala itu berperingkat rendah 190 dan harus melalui babak prakualifikasi sebelum lolos ke Mesir 2019.

"Saya tak tahu jika prioritas Madagaskar mempertahankan saya. Tapi masih banyak hal yang harus dilakukan di Madagaskar," pungkasnya. (m15/afp/rtr)