Tangkap Pemabuk Diduga Membakar Pasar TPO

TANJUNGBALAI (Waspada) : Paska kebakaran hebat yang meluluhlantakkan hampir seribu kios pakaian bekas di Pasar Toa Pao Ong (TPO), berhembus kabar bahwa kejadian itu disengaja oleh seorang pria pemabuk, Selasa (26/11). 

Tangkap Pemabuk Diduga Membakar Pasar TPO
"Ayo kita bangun kembali, jangan tunggu pemerintah" ( Atas ), Korbang kebakaran Pasar TPO tampak mengais dan mengumpulkan barang yang masih bisa digunakan ( bawah Kiri ), Polisi sudah memasang garis polisi di titik diduga asal api ( bawah Kanan ). Waspada/Rasudin Sihotang

Pemilik kios pakaian bekas, Mangasi Sibuea, 48, warga Jln H Delen, Kel. Gading Kec. Datukbandar Kota Tanjungbalai menuturkan dirinya bertemu dengan seorang saksi mata bernama Si Bisu menyatakan bahwa seseorang telah sengaja membakar Pasar TPO. Saksi mata tersebut menuturkan saat kejadian sedang minum tuak di warung milik Sinaga yang posisinya berada di tengah-tengah Pasar TPO. 

Saat bersamaan di warung itu pula ada dua pria lainnya yang sedang minum tuak. Setelah beberapa lama minum tuak kata Mangasi, saksi melihat satu dari dua pria tersebut berjalan menjauh dari warung tuak. Sejurus kemudian pria tersebut kembali ke warung dan membayar tuaknya dan langsung kabur. 

Tak berselang lama usai kepergian pria bertubuh tinggi itu papar Mangasi, muncul api yang tiba-tiba besar membuat ratusan kios ludes. Saksi yang akrab dipangi Si Bisu itupun pun berlari meningglkan lokasi untuk menyelamatkan diri. 

Si Bisu yang diwawancarai Waspada memberi isyarat bahwa kebakaran yang melanda Pasar TPO memang ulah pemabuk. Dia juga menuturkan wajah orang teresebut diingatnya dengan postur tubuh tinggi besar.

Mangasi dalam kesempatan itu meminta kepada pihak kepolisian agar menangkap pelaku diduga pembakar Pasar TPO. Dia juga mendesak agar aparat penegak hukum memanggil pemilik warung tuak bermarga Sinaga untuk memberikan keterangan siapa pelanggannya yang minum sesaat sebelum kejadian.  Tak cukup sampai di situ katanya, penjaga malam juga turut bertanggungjawab atas kebakaran tersebut. 

Dijarah

Mangasi bersama pedagang lainnya, Tiur br Siagian dalam kesempatan itu mengaku harta benda miliknya dijarah oleh orang tidak dikenal. Akibatnya, Mangasi mengalami kerugian hingga lima puluh juta rupiah. 

Dirinya mengetahui penjarahan itu saat melihat kiosnya sudah kosong tanpa ada sisa puing pakaian selembar pun. Padahal puluhan ballpressed pakaian bekas masih belum dibuka tersimpan rapi di sana. 

Sementara, kios yang tidak dijarah, terlihat puing-puing yang terikat kawat ballpressed masih tersisa. Selain Mangasi dan Tiur, masih banyak kios lainnya dijarah oleh oknum yang tidak bertanggjawab yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. 

Tiur juga meminta kepolisian agar menangkap pelaku penjarahan tersebut. Aparat harus bertindak profesional guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.  "Kalau tidak dijarah, kemungkinan sebagian pakaian bekas saya masih bisa selamat karena api tidak akan masuk ke kios saya yang terbuat dari besi dan tembok beton," ujar Tiur. 

603 Kios Terdaftar

Sementera, Kabid Pasar Dinas Perindag Andri Ginting didampingi Paiman Panjaitan menyebutkan pihaknya baru saja membuka data bahwa total kios di atas lahan milik Pemko yang disewa dari PT KAI itu terdaftar sebanyak 603 unit. Setelah dilakukan pemeriksaasn, semunya ludes dilalap si jago merah tanpa sisa. 

Namun terkait total kios yang terbakar, Paiman menuturkan kemungkinan hampir seribu unit. Sebab, ada ratusan kios lainnya berdiri di luar yang terdaftar secara resmi di Pemko Tanjungbalai.

Terkait relokasi dan pembangunan kembali pasar pakaian bekas asal luar negeri tersebut, Paiman mengaku hal itu kebijakan dari Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial. Namun kata Paiman, APBD Pemko Tanjungbalai sudah diketok beberapa waktu lalu, sehingga kemungkinan dananya tidak bisa ditampung pada APBD 2019.

Pantauan Waspada di lokasi, tampak ratusan orang dari anak-anak dan dewasa mengais dan mengumpulkan puing bekas kebakaran untuk dapat dipergunakan kembali atau dijual sebagai barang loak. Sebagian pedagang lainnya membersihkan dan membangun kembali kiosnya dengan material seadanya. 

Ratusan ballpressed bekas kebakaran masih menumpuk di tempat kejadian. Sementara, polisi sudah memberikan garis polisi dengan radius cukup luas berdiameter sekitar tiga puluhan meter, termasuk lapo tuak milik Sinaga. Tim Inafis dari Poldasu juga sudah turun ke lokasi dan membawa sejumlah barang bukti termasuk kayu bekas terbakar.

Sementara, di satu titik, beberapa 'inang-inang' pedagang senasib tampak terduduk terpaku memandangi lapak dagangan mereka yang telah rata dengan tanah. Sesakali tanpa disadari bulir air mata terjatuh dari sudut matanya yang langsung diseka oleh jemari hitam bekas mengais puing. 

Di satu tembok bekas kebakaran, tertulis pesan mural agar para pedagang harus bangkit tanpa mengharap bantuan dari pemerintah. Mural di dinding kamar mandi tersebut ditulis dari arang bekas kebakaran.  "Ayo kita bangun kembali, jangan tunggu pemerintah," demikian isi tulisan tersebut. (a14/a32)