Surat Kabar Australia ‘Rahasiakan’ Halaman Utama sebagai Protes Kebebasan Pers

Surat Kabar Australia ‘Rahasiakan’ Halaman Utama sebagai Protes Kebebasan Pers
Sejumlah surat kabar Australia yang ‘merahasiakan’ halaman utama mereka. Twitter

     SYDNEY, Australia (Waspada): Karena dianggap menghambat reportase dan menciptakan ‘budaya rahasia’, sejumlah surat kabar di Australia pada Minggu serentak menampilkan halaman utama layaknya tes yang dicoret menggunakan tinta hitam, disertai cap merah bertuliskan ‘rahasia, sebagai bentuk protes atas undang-undang keamanan

     Pemerintah mengklaim kebebasan berpendapat. Namun, mereka menyatakan ‘tidak ada yang berada di atas hukum’. Juni lalu, polisi menyerbu kantor Australian Broadcasting Corporation (ABC) dan rumah salah satu jurnalis News Corp, hingga kemudian menimbulkan protes besar.

     Dalam keterangannya, ABC menyatakan penyerbuan itu berkaitan dengan artikel soal bocornya informasi, yang antara lain terkait dugaan kejahatan perang menyangkut laporan investigasi pada 2017, dikenal sebagai The Afghan Files.

     Berdasarkan pemberitaan ABC, serangkaian peliputan itu mengungkapkan "tuduhan pembunuhan dan pelanggaran hukum pasukan khusus Australia di Afghanistan". Sementara laporan lain menyebut adanya dugaan badan pemerintah sedang berupaya melakukan kegiatan penyadapan atas warganya sendiri.

     Direktur Eksekutif News Corp Australia Michael Miller membagikan sejumlah halaman depan Koran, seperti The Daily Telegraph dan The Australian di Twitter. "Setiap kali pemerintah menerapkan larangan baru bagi jurnalis, warga Australia harusnya bertanya 'apa yang mereka coba sembunyikan dari saya?'," ucap Miller.

     Sementara, redaktur Sydney Morning Herald, Lisa Davies, juga membagikan gambar serupa. "Ini bukan kampanye bagi jurnalis. Namun demi demokrasi Australia," tegasnya. Direktur Manajer ABC, David Anderson, mengatakan, Australia berada di ambang sebagai negara dengan demokrasi tertutup dunia.

     Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyatakan, kebebasan pers penting bagi demokrasi. Namun ‘aturan hukum’ harus ditegakkan. "Itu termasuk saya, atau rekan-rekan jurnalis, atau siapa pun," ujar PM Morrison dalam konferensi pers Minggu. Sementara, temuan penyelidikan dugaan kebebasan pers bakal diungkap pekan depan. (bbc/And)