Waspada
Waspada » Zahra, Hafiz Qur’an 5 Juz, Awalnya Terkilir Kini Lumpuh
Features Sumut

Zahra, Hafiz Qur’an 5 Juz, Awalnya Terkilir Kini Lumpuh

Zahra, Hafiz Qur'an 5 Juz, Awalnya Terkilir Kini Lumpuh. Waspada/Idaham Butar Butar
Zahra, Hafiz Qur'an 5 Juz, Awalnya Terkilir Kini Lumpuh. Waspada/Idaham Butar Butar

Nur Latifah Zahra Daulay, 14 tahun, anak santri Tahfiz Baitul Qur’an, Kendari, Sulawesi Tenggara, sudah empat bulan terbaring akibat menderita penyakit lumpuh.

Menurut penuturan ayah kandung Zahra, Hoiruddin Saleh Daulay, 45, warga Lingkungan II/Galanggang, Kelurahan Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padanglawas (Palas), anaknya sudah empat bulan belakangan hanya mampu berbaring.

Nur Latifah Zahra saat dikunjungi Wakil Bupati Palas, drg. H. Ahmad Zarnawi Pasaribu, CHt, MM, MSi bersama pengurus BAZNAS Palas, Drs. H. Abdul Haris, didampingi H. Azman NST, H. Muslihuddin Hasibuan, SAg, dan H. Pangihutan Hasibuan, S. Pd. Waspada/Idaham Butar Butar
Nur Latifah Zahra saat dikunjungi Wakil Bupati Palas, drg. H. Ahmad Zarnawi Pasaribu, CHt, MM, MSi bersama pengurus BAZNAS Palas, Drs. H. Abdul Haris, didampingi H. Azman NST, H. Muslihuddin Hasibuan, SAg, dan H. Pangihutan Hasibuan, S. Pd. Waspada/Idaham Butar Butar

Sekalipun dalam keadaan lumpuh dan hanya berbaring, tetapi Zahra tetap berusaha keras mempertahankan dan meningkatkan hafalannya.

Bahkan, seperti disampaikan Elfi Hidayani, 39, ibunya Zahra, bahwa sekalipun dalam kondisi sakit lumpuh, anaknya tetap semangat. Dan seperti biasanya, terus bersemangat menghafal Alquran, Zahra setiap hari menyetor hafalannya.

Ibu dan ayah Zahra tidak pernah merasa lelah mengurus dan merawat Zahra. Sejak awal Zahra mengalami keseleo, pihak sekolah Tahfiz Baitul Qur’an Kendari langsung memberikan bantuan perawatan.

Sampai sekarang, sudah berjalan empat bulan, Zahra tidak bisa berjalan, hanya duduk dan berbaring, tetapi semangatnya untuk belajar dan menghafal Alquran masih terus ada.

Kata ibunya, Zahra sudah beberapa kali dibawa berobat, baik ke dokter maupun pengobatan tradisional, tetapi kondisi Zahra masih belum bisa pulih kembali seperti semula.

Padahal menurut keterangan dokter, akibat terkilir ada bagian tulang yang rusak, itupun sudah dilakukan operasi. Namun sakit lumpuh yang diderita anaknya belum juga pulih.

Walaupun penghasilan ayah Zahra sebagai pekerja serabutan pas-pasan, dan ibunya guru mengaji di pondok pesantren Al Mukhlisin Sibuhuan tidak menyurutkan semangatnya memberikan perawatan dan pengobatan terbaik agar Zahra bisa kembali belajar bersama teman-temannya di sekolah tahfiz Baitul Qur’an Kendari Sulawesi tenggara.

Wakil Bupati Palas, drg. H. Ahmad Zarnawi Pasaribu, CHt, MM, MSi bersama pengurus BAZNAS Palas, Drs. H. Abdul Haris, didampingi H. Azman NST, H. Muslihuddin Hasibuan, SAg, dan H. Pangihutan Hasibuan, S.Pd setelah mendapat informasi langsung mengunjungi Zahra ke kediamannya

Wabup bersama pengurus BAZNAS Palas merasa prihatin atas musibah yang menimpa Zahra, anak Hafiz Qur’an yang masih berusia 14 tahun yang kini menderita lumpuh.

Begitupun, semangatnya untuk menghafal Alquran tidak berkurang, ia tetap meneruskan hafalannya seperti biasa. Wabup bersama pengurus BAZNAS Palas turut mendoakan kesembuhan Zahra. WASPADA/Idaham Butar Butar

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2