Waspada
Waspada » Wujudkan Lapas Bersinar, BNN Kerjasama Dengan Lapas Pematangsiantar
Sumut

Wujudkan Lapas Bersinar, BNN Kerjasama Dengan Lapas Pematangsiantar

Penandatanganan kerjasama Lapas Kelas IIA Pematangsiantar dengan BNNK Pematangsiantar tentang P4GN dalam mewujudkan Lapas Bersinar dilakukan Kepala BNNK Tuangkus Harianja (tiga kanan) dengan Kepala Lapas Kelas IIA Rudy Fernando Sianturi (dua kanan) di aula Lapas Kelas IIA, Senin (5/4) sore.Waspada/Edoard Sinaga
Penandatanganan kerjasama Lapas Kelas IIA Pematangsiantar dengan BNNK Pematangsiantar tentang P4GN dalam mewujudkan Lapas Bersinar dilakukan Kepala BNNK Tuangkus Harianja (tiga kanan) dengan Kepala Lapas Kelas IIA Rudy Fernando Sianturi (dua kanan) di aula Lapas Kelas IIA, Senin (5/4) sore.Waspada/Edoard Sinaga

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Guna mewujudkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bersinar (bersih dari narkoba), Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pematangsiantar menjalin kerjasama dengan Lapas Pematangsiantar dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) serta pelatihan ketrampilan.

“Terimakasih kepada BNNK Pematangsiantar atas ide membuat pelatihan ketrampilan dan memang Undang-undang (UU) Pemasyarakatan No. 12 tahun 1995 tentang sistem pemenjaraan telah ditiadakan dan sekarang sistem pemasyarakatan. Salah satunya mengayomi warga binaan dan memberikan bekal serta bila kembali ke masyarakat, bisa menjadi manusia seutuhnya,” sebut Kepala Lapas Kelas IIA Pematangsiantar Rudy Fernando Sianturi saat penandatanganan kerjasama dengan BNNK di aula Lapas Kelas IIA, Senin (5/4) sore.

Penaburan benih ikan lele dilakukan Kepala BNNK Pematangsiantar Tuangkus Harianja dan Kepala Lapas Kelas IIA Pematangsiantar Rudy Fernando Sianturi dan lainnya dilakukan di Lapas Kelas IIA, Senin (5/4) sore.Waspada/Edoard Sinaga
Penaburan benih ikan lele dilakukan Kepala BNNK Pematangsiantar Tuangkus Harianja dan Kepala Lapas Kelas IIA Pematangsiantar Rudy Fernando Sianturi dan lainnya dilakukan di Lapas Kelas IIA, Senin (5/4) sore.Waspada/Edoard Sinaga

Rudy mengharapkan prinsip memberikan kegiatan kemandirian kepada  warga binaan, jangan hanya sekedar mengisi waktu, tapi ada manfaatnya. “Manfaatnya nanti ke masyarakat dan ke Negara.”

Kemudian, lanjut Rudy, dalam Inpres No. 2 tahun 2020 ada program aksi P4GN, dimana Lapas akan bersinergi dengan BNNK untuk pemberantasan narkotika, kerjasama penyuluhan tentang P4GN, khususnya petugas Lapas yang tidak mengerti P4GN. “Nanti, ada waktunya Kepala BNNK memberikan penyuluhan kepada seluruh warga binaan secara perwakilan dan seluruh petugas serta ada kerjasama rehabilitasi 220 warga binaan.”

“Memang, kita harus mencari solusi untuk pemberantasan narkotika. Jangan hanya penangkapan-penangkapan, tapi solusinya tidak ada. Bila warga binaan kembali ke masyarakat, tidak ada modalnya, tidak ada pekerjaannya, bisa lagi kembali ke narkotika dan menjual narkotika. Tapi, dengan adanya kerjasama ini dengan membuat ternak lele yang langsung dipraktekkan 220 warga binaan yang sedang direhabiitasi, menanam porang, pembuatan pupuk dari sampah sawit dan banyak lagi nanti kegiatan lainnya,” sebut Rudy.

Peninjauan pameran hasil kerajinan warga binaan Lapas Kelas IIA Pematangsiantar dilakukan Kepala BNNK Pematangsiantar Tuangkus Harianja dan rombongan, didamping Kepala Lapas Kelas IIA Rudy Fernando Sianturi dan stafnya di Lapas Kelas IIA, Senin (5/4) sore.
Peninjauan pameran hasil kerajinan warga binaan Lapas Kelas IIA Pematangsiantar dilakukan Kepala BNNK Pematangsiantar Tuangkus Harianja dan rombongan, didamping Kepala Lapas Kelas IIA Rudy Fernando Sianturi dan stafnya di Lapas Kelas IIA, Senin (5/4) sore.

Karena itu, dengan sedikit bergurau, Rudy meminta 220 peserta rehabilitasi harus bersih dan bulan Juni 2021, tes urine mereka harus bersih dan kalau ada yang positif, akan dipindah ke Nusakambangan. “Ada nanti 50 persen yang menjadi agen perubahan, pernyataan negatif masyarakat ke mantan narapidana akan berkurang.

Pada kesempatan itu, Rudy mengungkapkan kapasitas Lapas Kelas IIA Pematangsiantar hanya 531 orang, namun Lapas Kelas IIA Pematangsiantar saat ini diisi 1.717 orang, hingga menjadi over kapasitas sekitar 200 persen, dimana kasus narkotika sekitar 20 persen.

Sementara, Ketua BNNK Tuangkus Harianja mengharapkan semua pihak bisa melihat program kesepakatan kerjasama yang dilakukan BNNK dengan Lapas Kelas IIA Pematangsiantar. “Untuk Indonesia, ini baru yang pertama membuat penandatanganan kerjasama antara BNNK dengan  Lapas.”

Menurut Tuangkus, ide tentang kerjasama itu sudah lama direncanakannya saat masih di BNNK Sumut. “Sebenarnya, orientasi Lapas Bersinar mencekam, karena razia dilakukan di Lapas, pasti ada gejolak dan ternyata tidak menyelesaikan masalah. Karena itu, BNNK menginisiasi bagaimana agar warga binaan dijadikan mitra kerja BNNK.”

“Tentunya, kita memikirkan kenapa orang menjadi kurir narkotika dan pertanyaan itu  bisa dijawab, karena tidak ada pekerjaan. Itu tidak bisa dipungkiri. Kenapa tidak ada pekerjaan, karena tidak ada ketrampilan dan itu menjadi persoalan. Karena itu, kami memberikan program, bagaimana ke depan setelah keluar dari Lapas,” sebut Tuangkus.

Selama ini terisolasi, lanjut Tuangkus, dikucilkan masyarakat dan tersudut. “Tapi, kita harapkan bagaimana warga binaan sebanyak 220 orang mewakili, menjadi mitra binaan BNNK dan duta anti narkotika. Saya yakin bandar narkoba sendiripun tidak ada mendoakan anaknya menjadi bandar narkoba.

“Warga binaan yang sudah pulang ke rumah akan menjadi mitra BNN, menjadi agen pemulihan. Artinya, warga binaan akan menjadi contoh yang ditunjukkan ke masyarakat dan bahkan ke pemerintah,” sebut Tuangkus.

Pada kesempatan itu, Ketua Persatuan Petani Porang Nasional (P3N) Sumut HB. Nainggolan menjelaskan tanaman porang merupakan tanaman umbi-umbian yang memiliki nilai strategis untuk dikembangkan, karena mempunyai peluang yang cukup besar, hingga Presiden Jokowi dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menganjurkan para petani mulai menanamnya.

Penanaman tanaman umbi-umbian porang dilakukan Kepala BNNK Pematangsiantar Tuangkus Harianja bersama Kepala Lapas Kelas IIA Pematangsiantar Rudy Fernando Sianturi serta lainnya, dilakukan di lahan Lapas Kelas II, Senin (5/4) sore.Waspada/Edoard Sinaga
Penanaman tanaman umbi-umbian porang dilakukan Kepala BNNK Pematangsiantar Tuangkus Harianja bersama Kepala Lapas Kelas IIA Pematangsiantar Rudy Fernando Sianturi serta lainnya, dilakukan di lahan Lapas Kelas II, Senin (5/4) sore.Waspada/Edoard Sinaga

“Tahun 2018, Dinas Pertanian mencatat ekspor porang sebanyak 11.000 ton dalam bentuk porang yang dikeringkan dengan nilai sekitar Rp 1 triliun. Permintaan ekspor terus mengalir, karena porang seperti umbi-umbian lainnya mengandung karbohitrat, lemak, protein, mineral, vitamin dan zat lainnya serta mempunyai banyak manfaat,” sebut Nainggolan.

Sebelumnya, Kasi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Hasudungan Hutauruk dalam laporannya menyebutkan maksud dan tujuan penandatangan kerjasama Lapas dengan BNNK sebagai landasan kerjasama bagi kedua belah pihak dalam sinergitas P4GN dan prekusornya, terlaksananya kerjasama yang meningkatkan tugas dan fungsi kedua belah pihak dengan tetap berpedoman kepada peraturan perundang-undangan.

“Ruang lingkup kerjasama berupa penyebarluasan informasi tentang P4GN dan prekusornya, hubungan dengan BNNK dalam pengembangan ketrampilan bagi program sumber daya warga binaan menuju Lapas Bersih. Kegiatan yang dilaksanakan pembudidayaan ikan lele dan penanaman tanaman porang, pertukaran data dan informasi terkait upaya P4GN dan prekusornya dengan tetap memperhatikan kerahasiaan dan kepentingan Negara, pelaksanaan uji narkoba di lingkungan Lapas Kelas IIA dan pameran hasil kerajinan Lapas Kelas IIA.

Turut hadir, Kasi Brantas BNNK Kompol Pierson Ketaren, Kasubbag HNK Joko Sirait, Sub Koordinator BNNK Eva Solina Tambunan, Kasubbag TU Lapas Kelas IIA Dina Sitorus, Warga Binaan Pemasyarakatan dan lainnya.(a28/a27/C).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2