Waspada
Waspada » Wartawan Istirahatlah Dulu
Headlines Sumut

Wartawan Istirahatlah Dulu

Kepala Biro Waspada Kisaran, Nurkarim Nehe diabadikan bersama Ketua Bawaslu Asahan, Khomaidi Hambali Siambaton dan para peserta usai Sosialisasi Peran Media dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Asahan 2020. Wartawan istirahatlah dulu. Waspada/Rasudin Sihotang
Kepala Biro Waspada Kisaran, Nurkarim Nehe diabadikan bersama Ketua Bawaslu Asahan, Khomaidi Hambali Siambaton dan para peserta usai Sosialisasi Peran Media dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Asahan 2020. Wartawan istirahatlah dulu. Waspada/Rasudin Sihotang

KISARAN (Waspada) : Kepala Biro Waspada Kisaran, Nurkarim Nehe menyarankan wartawan yang terlibat langsung sebagai tim sukses salah satu pasangan calon kepala daerah agar beristirahat dulu dari dunia jurnalistik.

Nurkarim Nehe menyarankan hal itu saat menjadi pembicara kunci pada Sosialisasi Peran Media dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Asahan 2020 di Sabty Garden Hotel, Kisaran Kab Asahan, Senin (21/9).

Nehe menjelaskan, bergabungnya seorang wartawan dengan tim sukses paslon, akan terlihat kurang etis karena diduga akan ada konflik kepentingan dan tarik menarik di dalam diri wartawan.

Secara regulasi ucap Nehe, belum ada sanksi tertulis untuk wartawan tersebut, namun di sisi lain tetap ada ‘hukuman’ sosial dari masyarakat. Masyarakat akan menilai sendiri wartawan yang memiliki peran di ‘dua kaki’.

Media kata Nehe, sejatinya berada di posisi poros tengah yang netral tidak memihak kemanapun. Satu sisi ungkap Nehe, media juga memiliki orientasi bisnis untuk memperoleh profit, namun bila tetap memilih untuk memihak, maka akan menghambat kinerja wartawan dan media sebagai kontrol sosial.

“Kita linier ajalah dengan Bawaslu untuk saling mengawasi. Kalau mau jadi tim sukses, instirahat dulu dari jurnalis. Banyak cara. Jangan sampai kita malah diawasi,” ungkap wartawan senior predikat kartu Utama UKW ini.

Sementara untuk wartawan yang juga terlibat sebagai anggota Bawaslu, Nehe menjelaskan peran Bawaslu dan wartawan pada prinsipnya sama-sama melakukan pengawasan, namun keduanya terikat dengan standar operasional prosedur (SOP) yang harus dijalankan. Bagaimana mungkin katanya seorang wartawan akan menjalankan perannya mengawasi Bawaslu bila melakukan pelanggaran, sedangkan dia sendiri seorang anggota Bawaslu.

“Harus dilepas salah satu, wartawan dan Bawaslu, ada SOP masing-masing yang mengikat,” ujar Nehe.

Ketua Bawaslu Asahan, Khomaidi Hambali Siambaton menyatakan media turut memberikan peran baik tidaknya Pilkada Asahan 2020. Terbukti, pada Pemilu lalu, Bawaslu sukses melaksanakannya karena adanya dukungan para wartawan.

“Kami butuh masukan dan dukungan, media turut memberikan peran demi suksesnya pesta demokrasi yang jujur dan adil,” papar Khomaidi. (A02/A22/A21/A19/A20).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2