Warga Pesisir Di Besitang Banyak Terserang Penyakit Scabies

  • Bagikan
KULIT pada bagian tangan salah seorang bocah tampak dipenuhi kudis akibat terserang penyakit gatal. Waspada/Asrirrais
KULIT pada bagian tangan salah seorang bocah tampak dipenuhi kudis akibat terserang penyakit gatal. Waspada/Asrirrais

BESITANG (Waspada): Sejumlah anak-anak, termasuk sebagian orang dewasa di kawasan pesisir Lingk IX, Kel. Bukitkubu, Kec. Besitang, banyak yang terserang penyakit gatal-gatal mirip seperti penyakit scabies.

Penyakit gatal yang menyerang pada bagian kulit kaki, tangan, badan, hingga kemaluan ini sudah berlangsung selama beberapa bulan, namun hingga kini belum ada perhatian dari pihak Puskesmas setempat.

Pantauan Waspada.id, Jumat (29/10), jari tangan salah seorang bocah tampak dipenuhi kudis. Bocah ini tidak hanya merasakan gatal yang amat sangat, tapi ia juga merasakan perih, karena kulit yang gatal menimbulkan luka dan menjadi kudis.

Menurut bocah itu, bukan ia saja yang terkena penyakit gatal pada kulit, tapi sejumlah sanak saudaranya, termasuk para jiran tetangganya juga mengalami hal serupa. “Bukan awak aja, tapi banyak yang lain,” kata bocah itu sembari menyebutkan nama kawan yang juga terkena.

M. Yusuf, 59, salah seorang warga Lingk IX kepada Waspada.id mengakui bahwa ia sudah satu bulan terserang penyakit gatal. Menurut mantan nelayan ini, penyakit ini menimbulkan rasa gatal yang sangat luar biasa.

Ia meyakini, penyakit ini menular ditandai jika ada satu orang yang terkena di dalam satu rumah, maka anggota keluarga lainnya bisa tertular. Ia menyebutkan keponakan, termasuk cucunya dalam satu keluarga terkena sampai lima orang.

Guna mengatisipasi agar penularan penyakit gatal ini tidak semakin meluas, ia mendesak kepada pihak Dinas Kesehatan Langkat agar segera turun melakukan pengecekan atau observasi secara langsung terhadap warga yang terkena.

Dia juga meminta kepada Dinkes ataupun pihak Puskesmas agar memberikan bantuan pengobatan, karena warga yang terserang penyakit gatal ini banyak dari kalangan warga kurang mampu dan mereka juga tidak tahu obat apa yang tepat untuk penyembuhan. (a10)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *