Waspada
Waspada » Warga Miskin Terima Bansos Kentang Busuk
Headlines Sumut

Warga Miskin Terima Bansos Kentang Busuk

WARGA miskin penerima bantuan memperlihatkan kondisi kentang yang sudah tak layak. Warga Miskin Terima Bansos Kentang Busuk. Waspada/Asrirrais
WARGA miskin penerima bantuan memperlihatkan kondisi kentang yang sudah tak layak. Warga Miskin Terima Bansos Kentang Busuk. Waspada/Asrirrais

BESITANG (Waspada): Sebagian warga miskin penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kemensos mengeluh karena kentang bantuan yang mereka terima kondisinya busuk dan tak layak untuk konsumsi.

Beberapa ibu rumah tangga dari kalangan warga miskin penerima manfaat di Lingk IX, Kel. Bukitkubu, Kec. Besitang, saat ditemui Waspada.id, Senin (18/1), memperlihatkan kentang busuk dan tidak layak dikonsumsi yang mereka terima, Minggu (17/1).

Sebagian dari kentang tampak membusuk, kulitnya sudah mengelupas, bahkan sudah nyonyot. Makanan sejenis sayuran yang mengandung serat, kalium, vitamin C dan vitamin B6 ini mengeluarkan aroma yang tidak sedap.

Kondisi kentang Bansos BPNT program PKH ini tampak masih berlumur tanah dan belum dibersihkan sebagaimana layaknya kentang yang dijual di pasaran. Namun begitu, tak semua kentang dalam kondisi busuk, sebab sebagiannya masih ada yang bagus.

Sunarsih dan Endang Fitria Ningsih, warga penerima manfaat mengaku, kentang bantuan yang mereka terima kondisinya bagus dan tidak ada satu butir pun terdapat yang busuk. Kedua ibu runah tangga ini tak tahu kenapa, beberapa tetangganya mendapat kentang busuk.

Sementara Era, salah seorang dari warga mengatakan, sebagian dari kentang bantuan yang diterima ibunya dalan kondisi busuk. “Kentangnya busuk dan berbau menyengat,” kata perempuan berkacamata minus itu.

Pengamatan Waspada.id, ada beberapa warga penerima bantuan dari pemerintah yang mendapat kentang tak layak konsusmi, di antaranya Jaimah dan Erlina. Sebagian dari kondisi kentang yang diterima kedua warga miskin ini tampak memang sangat tak layak.

Sejumlah warga miskin di daerah pesisir ini mengatakan, selain kentang, mereka juga menerima bantuan berupa 1 Kg kacang ijo, 23 butir telur dan 1 karung beras dengan volume 10 Kg.

Kadis Sosial Langkat, Rina, saat dihubungi Waspada.id via selular untuk dimintai konfirmasi terkait adanya temuan bantuan kentang busuk kepada warga miskin penerima manfaat tidak merespon panggilan telepone yang masuk.

Salah seorang pemerhati hukum di Langkat, Hasrizal, SH mengaku prihatin adanya warga miskin menerima bantuan kentang busuk. Ia meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut temuan ini.

“Kita meminta aparat penegak hukum untuk memeriksan Kadis Sosial Langkat, termasuk oknum supplier yang memasok barang,” kata mantan staf ahli DPRD Langkat itu dengan nada kesal.

Harizal mengatakan, kasus yang menjerat Mensos Juliardi Batubara, harusnya menjadi pelajaran bahwa sudah selayaknya Bansos ini diberikan kepada warga miskin dalam bentuk tunai, tidak dalam berbentuk barang.

Sebab, lanjutnya, kalau berbentuk uang atau barang, rentan terjadi praktik KKN. Dia lebih lanjut mengatakan, dalam masa pandemi Covid-19, praktik penyaluran Bansos dalam masa bentuk barang harus dikaji ulang. (a10)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2