Waspada
Waspada » Warga Kecewa, Sumber Air Dieksploitasi Dari Desa Mereka, Tapi Didistribusi Ke Luar Daerah
Ekonomi Sumut

Warga Kecewa, Sumber Air Dieksploitasi Dari Desa Mereka, Tapi Didistribusi Ke Luar Daerah

WTP berada di Desa Sekoci, Kec. Besitang, tapi air bersih dialirkan ke pelanggan di Kec. Pangkalansusu. Warga kecewa, sumber air dieksploitasi dari desa mereka, tapi didistribusi ke luar daerah. Waspada/Asrirrais
WTP berada di Desa Sekoci, Kec. Besitang, tapi air bersih dialirkan ke pelanggan di Kec. Pangkalansusu. Warga kecewa, sumber air dieksploitasi dari desa mereka, tapi didistribusi ke luar daerah. Waspada/Asrirrais

BESITANG (Waspada): Masyarakat Besitang, khususnya warga yang berdomisili di Desa Sekoci mengaku kecewa terhadap manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Wampu Langkat.

Pasalnya, perusahaan ini membangunan fasilitas water treatment plant (WTP) dan menyedot sumber air dari daerah mereka, tapi air bersih didistribusikan buat para pelanggan yang berada di Pangkalansusu, sementara warga setempat hanya menjadi penonton.

Warga Desa Sekoci merasakan hal ini sangat tak adil, sebab sumber daya air dieksploitasi dari sungai yang terdapat di daerah mereka, tapi yang menikmati dari pembangunan WTP, justru lebih diutamakan warga luar daerah, ungkap warga yang kecewa.

Pembangunan WTP dengan kapasitas 50 liter per detik yang menelan anggaran mencapai belasan miliar rupiah bersumber dari dana APBN ini sama sekali tidak dapat dirasakan manfaatnya oleh ribuan masyarakat Besitang.

Untuk kebutuhan komsumsi, sebagian besar masyarakat Besitang terpaksa membeli air bersih dari pedagang eceran, karena PDAM sampai kini belum juga mendistribuskan air ke daerah ini, padahal WTP sudah beberapa tahun beroperasi.

Salah seorang pedagang kedai kopi, Siti Aisyah, warga Dusun I, Desa Sekoci, kepada Waspada.id, Senin (30/11) mengatakan, selama ini ia menggunakan air sumur untuk membuat teh, kopi, termasuk buat keperluan memasak.

“Saya dan beberapa warga lainnya sekitat 6 bulan yang lalu telah menyerahkan foto coppy KTP untuk diusulkan menjadi pelanggan PAM, tapi nyatanya, sampai kini, usulan tersebut belum ada tanggapan,” imbuhnya pedagang itu.

Biaya yang harus dikeluarkan masyarakat buat memenuhi kebutuhan air bersih per bulannya sangat besar, karena sebagian besar warga membeli air dari pedagang eceran. Kondisi ini tentunya sangat membebani masyarakat.

Kades Sekoci Swarisman mengakui bahwa ia sudah mengajukan usulan kepada PDAM agar melayani kebutuhan masyarakat di desa ini. “Ada 60 kepala keluarga yang saya usulkan siap untuk menjadi pelanggan PDAM,” katanya.

Tapi, lanjutnya, usulan tersebut sampai kini belum juga kunjung terealisasi, padahal lokasi WTP berada Desa Sekoci. Kades berharap kepada manajemen PDAM peka menanggapi permintaan warga mengingat air bersih adalah kebutuhan hidup yang sangat mendasar.(a10)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2