Waspada
Waspada » Warga Inginkan Bupati Labura Ditetapkan Tersangka DBH
Sumut

Warga Inginkan Bupati Labura Ditetapkan Tersangka DBH

SEBUAH spanduk terbentang di atas jembatan Gunting Saga memohon Kapolda segera menetapkan Bupati Labura sebagai tersangka kasus DBH PBB. Waspada/Ist.
SEBUAH spanduk terbentang di atas jembatan Gunting Saga memohon Kapolda segera menetapkan Bupati Labura sebagai tersangka kasus DBH PBB. Waspada/Ist.

AEKKANOPAN (Waspada) : Sejumlah warga masyarakat di Kab. Labura menginginkan Bupati Labura H. Kharuddin Syah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumut atas dugaan kasus korupsi DBH PBB perkebunan tahun 2013-2015.

Keinginan masyarakat itu ditumpahkan dengan memasang spanduk di Jalan Lintas Sumatera Kel. Guntingsaga, Kec. Kualuh Selatan. Satu buah spanduk terbentang di atas jembatan Gunting Saga dari arah Aekkanopan menuju Rantauprapat.

Informasi diperoleh Waspada, Kamis (16/1), spanduk di pasang malam hari oleh orang tak dikenal bertulisan ” Pak Kapolda Terima Kasih Telah Serius Menangani DBH PBB Labura, Mohon Segera Tetapkan Bupati Labura Sebagai Tersangka”.

“Tak tau kami kapan spanduk itu terpampang, yang jelas semalam tidak ada, tadi pagi spanduk terlihat di jembatan Gunting Saga. Beberapa jam kemudian spanduk tersebut tidak ada lagi di jembatan itu”, kata warga setempat.

Seorang tokoh masyarakat Aekkanopan Munir Nasution pada Waspada menyebutkan, spanduk yang terpasang di atas jembatan Gunting Saga tentunya warga menginginkan Bupati Labura ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi DBH.

“Wajar saja warga masyarakat Labura memasang spanduk meminta pak Kapolda Sumut menetapkan Bupati Labura jadi tersangka, karena dia lah pimpinan daerah disini. Dia yang harus bertanggungjawab, karena 3 orang yang ditetapkan jadi tersangka pada saat itu semuanya bawahan Bupati Kharuddin Syah”, katanya.

Munir menambahkan, kasus dugaan korupsi DBH PBB perkebunan tahun 2013-2015 sudah lama diproses hukum namun baru 3 orang ditetapkan sebagai tersangka. Masyarakat Labura mengapresiasi kinerja Polda Sumut dan hendaknya menyeret Bupati Labura.

“Kami berharap Polda Sumut untuk segera menetapkan Bupati Labura sebagi tersangka, dugaan besar Bupati Labura adalah aktor intelektualnya. Kalau tidak ada kerugian keuangan negara, kenapa harus dikembalikan temuan BPK itu”, imbuhnya.

Ketua Lembaga Pengawas Penyelenggara Negara (LPPN) Kab. Labura Bangkit Hasibuan menanggapi, bahwa timbulnya spanduk di jembatan Gunting Saga adalah respon positif dari masyarakat Labura atas dugaan kasus korupsi DBH PBB 2013-2015 harus sampai ke meja hijau.

“Kita tidak bisa menyalahkan masyarakat yang memasang spanduk itu, permintaan itu hal yang positif untuk penegakan hukum agar Labura bebas dari korupsi. Alangkah tidak adilnya hukum jika 3 orang jadi tersangka, tapi hukum akan adil bila Bupati Labura ditetapkan tersangka”, katanya. (Crs/C).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2