Warga Deliserdang Tertimbun Tanah Longsor, 1 Tewas 1 Luka-luka

Warga Deliserdang Tertimbun Tanah Longsor, 1 Tewas 1 Luka-luka

  • Bagikan
Lokasi longsor yang mengakibatkan dua orang tertimbun 1 tewas dan 1 luka-luka. Warga Deliserdang Tertimbun Tanah Longsor, 1 Tewas 1 Luka-luka. Waspada/Ist
Lokasi longsor yang mengakibatkan dua orang tertimbun 1 tewas dan 1 luka-luka. Warga Deliserdang Tertimbun Tanah Longsor, 1 Tewas 1 Luka-luka. Waspada/Ist

DELISERDANG (Waspada): Sebanyak 2 orang tertimbun tanah longsor di Dusun II, Desa Salang Tungir, Kecamatan Namo Rambe, Kabupaten Deliserdang, Minggu (6/12). Akibatnya 1 orang tewas, 1 orang lagi selamat dan mengalami luka-luka.

Informasi yang dihimpun Waspada.id, kejadian berawal dari tiga orang warga Dusun II, Desa Salang Tungir, Kecamatan Namo Rambe, Kabupaten Deliserdang masing-masing atas nama Sastrawan Tarigan, 21 (tertimbun tanah longsor dan meninggal dunia), Stepanus Barus 31 (tertimbun tanah longsor mengalami sakit pada mata sebelah kanan karena terkena pasir, luka gores pada pipi, telinga dan bahu kanan) dan Edi Endra Syahputra Sembiring 20, (tidak tertimbun tanah longsor dan selamat).

Di mana pada saat kejadian, ketiga warga tersebut sedang bekerja memperbaiki aliran parit di kolam milik warga atas nama Simon Perangin-angin, tiba-tiba tanah bukit dekat kolam setinggi sekitar 10 meter longsor. Akibatnya, 2 orang tertimbun material tanah longsor tersebut yang mengakibatkan 1 orang tewas dan 1 orang luka-luka.

Kapolsek Namorambe Polresta Deliserdang Iptu Antonius Ginting, menjelaskan kronologis peristiwa berawal di mana korban yang meninggal dunia atas nama Sastrawan Tarigan bersama dua lagi rekannya yakni Stepanus Barus dan Edi Endra Syahputra Sembiring ketika itu sedang bekerja memperbaiki aliran parit di kolam milik Simon Perangin-angin, tiba-tiba tanah bukit dekat kolam setinggi sekitar 10 meter longsor.

“Sehingga korban dan kedua saksi (Stepanus dan Edi) berusaha menyelamatkan diri namun korban dan saksi (Stepanus) tertimbun tanah, tetapi saksi (Stepanus) dapat diselamatkan dengan kondisi luka ringan. Selanjutnya saksi (Edi) dan pemilik tanah (kolam) tidak melihat korban (Sastrawan),” kata Iptu Antonius.

Lebih lanjut Iptu Antonius menjelaskan, karena saksi dan pemilik kolam tidak melihat korban, mereka memanggil warga sekitar untuk meminta bantuan mencari korban serta menggali timbunan tanah longsor.

“Dan menemukan korban dengan kondisi telah meninggal dunia. Selanjutnya dibawa ke RSU Sembiring untuk pemeriksaan medis. Sekitar pukul 12.00 WIB korban dibawa ke rumah duka di Dusun II, Desa Salang tungir Kecamatan Namo Rambe,” tandasnya. (a16).

  • Bagikan