Waspada
Waspada » Wali Kota Sidimpuan Tidak Akan Halangi Aksi Demo
Sumut

Wali Kota Sidimpuan Tidak Akan Halangi Aksi Demo

Wali Kota Sidimpuan Irsan Efendi Nasution saat berbicara di Muswil ke-5 KAMMI Sumut. Waspada/Sukri Falah Harahap
Wali Kota Sidimpuan Irsan Efendi Nasution saat berbicara di Muswil ke-5 KAMMI Sumut. Waspada/Sukri Falah Harahap

P. SIDIMPUAN (Waspada): Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution tidak akan pernah menghalangi oknum atau kelompok yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, unjukrasa atau demonstrasi itu haruslah beretika dan punya sopan santun.

Irsan menyampaikan itu pada saat menjadi pembicara Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-5 Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumatera Utara di Natama Hotel Padangsidimpuan, Jumat (14/2) malam.

Menjawab pertanyaan Sekretaris KAMMI Kota Padangsidimpuan Idriswan Siregar seputar adanya aktivitas pendirian tenda dan pajang spanduk di pagar kantor wali kota, Irsan sudah mengetahui itu, termasuk apa dan siapa yang terlibat di sana.

“Benar, saat ini lagi ada aksi menginap di sana. Membuat tenda dan memajang spanduk dengan kalimat menghina saya. Tetapi saya memiliki keyakinan, takkan hina seseorang jika Allah tidak menghinakannya dan takkan mulia seseorang jika Allah tidak memuliakannya,” kata Irsan

Dijelaskannya, sebelum menjabat Wali Kota Padangsidimpuan, dia berkebun kopi di daerah Situmba, Kec. Siprok, Kab. Tapanuli Selatan. Kemudian seiring waktu berjalan, ada aktivitas masyarakat yang membuka lahan di dekatnya.

“Lalu karena aktivitas itu, saya dilaporkan ke Polres Tapsel. Sebagai warga negara yang taat hukum, saya ikuti semua prosesnya dan pada 31 Oktober 2019 kemarin Kapolres Tapsel telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan atau juga disingkat SP3,” jelasnya.

Namun karena terbitnya SP3 itu, Irsan didemo berulangkali, termasuk oleh oknum atau kelompok yang saat ini mendirikan tenda dan memajang spanduk di depan kantor Wali Kota Padangsidimpuan.

“Saya tidak mau ditekan atau direndahkan seperti itu. Warga Sidimpuan jumlahnya 230 ribu lebih, saya tidak ingin terkuras waktu dan pikiran hanya karena meladeni tuntutan satu dua orang,” tegasnya.

Apa yang disampaikannya ini, menurut Irsan, adalah fakta yang sebenarnya dan tidak ada yang ditambah-tambahi atau dikuranginya. Kemudian jika ada yang keberatan dengan SP3 itu, dipersilahkan untuk mengujinya lewat pengadilan.

Terakhir, Wali Kota Sidimpuan mengatakan, penyampaian aspirasi itu ada aturannya, baik waktu maupun tempat. Apa yang terjadi di Kota Padangsidimpuan saat ini, lebih cenderung yang tidak sesuai norma dan aturan lagi.

“Saya tidak menutup diri kepada siapapun untuk berdiskusi dan berbicara mengenai konsep yang baik untuk kemajuan kota ini. Bantu kami untuk membangun kota ini menjadi Sidimpuan Bersinar,” pintanya. (a27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2