Waket DPRD Humbahas Kembalikan Mobil Dinas - Waspada

Waket DPRD Humbahas Kembalikan Mobil Dinas

  • Bagikan
MOBIL Dinas Waket DPRD Humbahas terparkir di halaman parkir Sekretariat DPRD. Waspada/Andi Siregar.

 

DOLOKSANGGUL (Waspada): Dua wakil ketua (waket) DPRD Kab. Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, Marolop Manik dan Labuan Sihombing kembalikan mobil dinas ke Sekretariat DPRD setempat.

Adapun alasan pengembalian fasilitas mobil dinas itu, karena sudah pernah terlibat kecelakaan dan sudah lewat batas waktu pemakaian.

Waket I DPRD Humbahas, Marolop Manik kepada Waspada.id via ponselnya, Senin (31/5) mengatakan, pengembalian mobil dinas itu karena tidak bisa lagi mendukung tugas-tugas pimpinan di DPRD.

Sebab mobil dinas tersebut sudah pernah terlibat kecelakaan. Meskipun dilakukan perawatan, namun tidak maksimal.

Airbag pada mobil dinas tersebut juga tidak berfungsi dan sudah lewat batas pemakaian lima tahun.

“Pengembalian mobil dinas itu kita lakukan akhir tahun 2020, tepatnya 31 Desember 2020. Sekarang kita memakai kendraan sendiri untuk tugas-tugas di DPRD,” kata Marolop.

Dia memaparkan, untuk kelancaran tugas-tugas pimpinan DPRD Humbahas, pihaknya sudah mengusulkan pengadaan namun tidak mendapat respon dari bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor.

Sebaliknya yang direspon bupati Humbahas malah Bupati LIRA (Lumbung Informasi Rakyat-red) dan difasilitasi mobil dinas.

“Mungkin karena mereka sama-sama bupati, sehingga bupati LIRA diberi fasilitas mobil dinas,” kata politisi dari Fraksi Golkar itu.

Terpisah, Waket II DPRD Humbahas, Labuan Sihombing membenarkan pengembalian mobil dinas pimpinan DPRD. Katanya pengembalian mobil dinas itu dilakukan akhir tahun 2020.

“Sebagai pimpinan di lembaga DPRD, Januari 2021 sampai saat ini, kita tidak lagi memakai fasilitas mobil dinas karena sudah dikembalikan ke Sekretariat,” ujarnya.

Ditanya apakah pihaknya menerima tunjangan transport pasca pengembalian mobil dinas, kata Labuan, tunjangan transport yang diterima hanya bulan Maret. Sementara bulan Januari, Februari, April dan Mei belum diterima.

“Informasi dari pihak Sekwan, sesuai surat dari Inspektorat, pimpinan yang difasilitasi mobil dinas tidak lagi diberi tunjangan transport,” kata Politisi dari fraksi Hanura itu.

Sementara itu, Bupati LIRA Humbahas, Lundu Marnala Lumban Batu saat dikonfirmasi Waspada.id via selulernya malah membantah dirinya difasilitasi mobil dinas dari Pemkab Humbahas.

“Saya tidak pernah memakai atau difasilitasi mobil dinas. Menumpang mobil dinas, sering. Itupun karena saya sempat menjadi staf ahli Ketua DPRD Humbahas. Jangan salah sangkalah kalau kita pernah menaiki mobil dinas,” pungkasnya.

Terkait pengembalian mobil dinas oleh dau wakil ketua dewan, Ketua DPRD Humbahas Ramses Lumban Gaol tidak menampik. “Katanya mobil dinas wakil itu sudah mulai rusak. Sehingga dikembalikan,” ujarnya.

Namun menurut Ramses, untuk menunjang tugas-tugas pimpinan moil dinas tersebut masih layak pakai. Perawatan untuk mobil tersebut juga rutin dilakukan ke dealer resmi, sekali setahun.

“Tapi mungkin mobil dinas itu kurang bagus sehingga dikembalikan. Oleh kedua Waket, pasca pengembalian mobil dinas, mereka meminta tunjangan transport sebagaimana dewan lainnya, namun bupati tidak setuju. Kalau kita, setuju saja. Tapi bupati tidak setuju fasilitas mobil dinas diganti menjadi tunjangan transport,” terangnya.  (cas)

 

  • Bagikan