Waspada
Waspada » Wabup DS Buka Seminar Adat Istiadat, Ritual Khusus Kebudayaan Tionghoa
Sumut

Wabup DS Buka Seminar Adat Istiadat, Ritual Khusus Kebudayaan Tionghoa

KETUA Pembina Yayasan Istana Harta Lima Penjuru Ade Chandra memberikan cenderamata kepada Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar usai kegiatan Seminar di lantai II Gedung P3UD Deliserdang Tanjungmorawa, Kamis (8/4). (Waspada/Khairul K Siregar/B)

 

TANJUNGMORAWA (Waspada) Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar membuka Seminar Adat Istiadat, Ritual Khusus & Kebudayaan Tionghoa Kabupaten Deliserdang di lantai II gedung P3UD Deliserdang Tanjungmorawa, Kamis (8/4).

Dalam sambutannya, mengatakan sejak adanya kebijakan naturalisasi kewarganegaraan, maka dilihat dari aspek ketatanegaraan Budaya Tionghoa menjadi aset budaya lokal yang memperkaya mulkulturalisme di Indonesia khususnya di Kabupaten Deliserdang.

Pada hakekatnya multikulturalisme mengandung toleransi untuk menerima dan menghargai budaya orang lain kendatipun berbeda.

Dengan adanya komposisi penduduk Tionghoa di Kabupaten Deliserdang ini akan menghadirkan nuansa yang indah melalui perbedaan. Hal ini selaras dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Deliserdang yaitu terwujudnya Deliserdang yang maju dan sejahtera dengan masyarakatnya yang religius dan rukun dalam kebhinekaan.

“Hal ini hanya terwujud apabila kita tidak mengedepankan perbedaan budaya yang ada tetapi melihat perbedaan itu sebagai kekayaan budaya bersama yang pada akhirnya akan menumbuhkembangkan rasa saling menghormati dan menghargai antar komunitas yang ada”tegas Wabup.

Kepada peserta seminar, Wabup mengharapkan agar dapat mengikutinya dengan sungguh-sungguh sehingga dapat menambah pemahaman serta pengetahuan untuk dapat diimplementasikan dengan baik di lingkungan sekitar.

Kepala Badan Pelestarian Nilai Budaya Wilayah Aceh-Sumut Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI Rini Dewi Yanti dalam sambutan disampaikan Fariani mengatakan bahwa adat istiadat merupakan warisan budaya yang terdiri dari nilai-nilai budaya, norma kebiasaan, kelembagaan yang mengatur tingkah laku manusia dalam suatu kelompok masyarakat.

Disamping itu, adat istiadat juga merupakan tata kelakuan yang paling tinggi kedudukannya dalam kehidupan umat manusia karena adat istiadat mendidik umat manusia menjadi manusia yang berbudi luhur, berprilaku baik dan berakhlak mulia.

“Terkait kegiatan ini saya merasa bahwa kita harus selalu mendukung dan mendorong generasi bangsa untuk menjadi aktor utama yang menjaga dan meneruskan eksistensi nilai-nilai luhur yang dimiliki bangsa ini”katanya.

Sementara, Ketua Pembina Yayasan Istana Harta Lima Penjuru (YIHLP) Ade Chandra selaku panitia kegiatan dalam sambutannya mengatakan Yayasan Istana Harta Lima Penjuru merupakan sebuah lembaga yang bergerak dibidang keagamaan, kemanusiaan dan sosial.

Terbentuknya YIHLP didasari niat tulus oleh beberapa tokoh peduli keagamaan, kebudayaan, adat istiadat kesenian dan sosial kemasyarakatan.

Pembukaan Seminar Adat Istiadat, Ritual Khusus Kebudayaan Tionghoa Kabupaten Deliserdang itu diakhiri dengan saling memberikan cenderamata. (a14/B)

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2