Waspada
Waspada » Viral Video Fee Proyek, APH Diminta Bertindak
Headlines Sumut

Viral Video Fee Proyek, APH Diminta Bertindak

KETUA Fraksi Persatuan Solidaritas DPRD Humbahas, Guntur Sariaman Simamora, ST. Viral Video fee proyek, APH diminta bertindak. Waspada/Ist
KETUA Fraksi Persatuan Solidaritas DPRD Humbahas, Guntur Sariaman Simamora, ST. Viral Video fee proyek, APH diminta bertindak. Waspada/Ist

DOLOKSANGGUL (Waspada): Terkait viral nya video diduga Kadis Pertanian Kab. Humbang Hasundutan (Humbahas) terima fee proyek 14 persen, Aparat Penegak Hukum (APH) diminta bertindak secara hukum. Hal itu ditegaskan Ketua Fraksi Persatuan Solidaritas DPRD Humbahas, Guntur Sariaman Simamora kepada Waspada.id melalui sambungan selulernya, Jumat (30/10).

Katanya, kalau terbukti secara hukum, harus ditindak pula secara hukum. Karena korupsi adalah akar dari kemiskinan sehingga korupsi musuh bersama.

“Kepada masyarakat atau yang mengedarkan video itu, bertanggungjawablah. Dilaporkan saja secara hukum. Agar jangan menjadi opini liar. Karena dalam hal ini, kita tidak tahu kebenarannya,” kata Guntur.

Selanjutnya, kepada APH, baik itu Kepolisian dan Kejaksaan agar bertindak. Jangan hanya menunggu laporan masyarakat. Bila perlu diusut sampai tuntas hingga ke akar-akarnya. Sebab korupsi harus dilawan dan diberantas. Karena ini sudah menjadi persoalan besar di Humbahas, dan tentu membutuhkan kebenaran, ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Humbahas, AKBP Rudi Hartono kepada Waspada.id menyampaikan, bahwa terkait viral nya video diduga Kadis Pertanian terima fee proyek, sudah dalam proses lidik. Dalam waktu dekat, yang bersangkutan akan diundang klarifikasi.

“Sudah proses lidik. Nanti, dalam waktu dekat, yang bersangkutan akan kita undang klarifikasi. Nah dari hasil lidik itulah menentukan, apakah bisa dilanjutkan ke proses sidik atau tidak,” kata Pamen Polisi, dua melati emas di pundaknya itu.

Ditanya siapa saja nanti diundang klarifikasi dalam proses lidik, kata Rudi, tentu yang terlihat dalam rekaman video. “Yang diundang klarifikasi yang terlihat dalam rekaman video,” singkatnya.

Sebelumnya, diberitakan Waspada.id, video diduga pejabat Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Pemerintah Kab. Humbang Hasundutan (Humbahas), inisial JM terima fee proyek 14 persen, beredar viral di media sosial facebook. Bahkan video yang berdurasi 9 menit 11 detik itu pun menyeret nama bupati yang menyetujui fee proyek di daerah itu.

Dalam percakapan rekaman video berbahasa daerah Batak Toba itu, penyedia jasa/rekanan proyek dengan pejabat diduga Kepala Dinas Pertanian itu sempat tawar-menawar atas besaran ‘fee’ layaknya jual beli ikan asin. Mulai dari 10 persen hingga akhirnya jatuh ke angka 14 persen.

Diakhir percakapan, JM pun menerima uang panjar Rp50 juta. Uang segepok pecahan Rp100 ribu yang diberikan penyedia jasa itu dengan cepat disambar JM dan disimpan ke dalam laci meja kerjanya.

Selanjutnya, penyedia jasa tadi meminta proyek di Onanganjang, Kab. Humbahas. Sementara sisa atas fee 14 persen akan disetorkan kepada JM setelah pemenang tender diumumkan.

Video transaksi fee proyek itu, menggambarkan ruang kerja pejabat Kepala Dinas Pertanian Humbahas dengan pintu terbuka. Pada dinding belakang meja kerja kepala dinas, tampak tergantung foto bupati dan wakil bupati dalam bingkai ukuran sedang. Tampak juga sang kadis menerima berkas administrasi dari salahsatu stafnya untuk didisposisi kepada Sekertaris Dinas. (cas)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2