Video Oknum Satlantas Aniaya Pengendera Terkapar Beredar

Video Oknum Satlantas Aniaya Pengendera Terkapar Beredar
Kapolresta DS Minta Maaf

  • Bagikan
Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi didampingi Wakapolresta Deliserdang AKBP Julianto Sirait, orangtua korban Sugiyani dan adik korban saat konferensi pers di Mapolresta Deliserdang. (Waspada/Edward Limbong).
Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi didampingi Wakapolresta Deliserdang AKBP Julianto Sirait, orangtua korban Sugiyani dan adik korban saat konferensi pers di Mapolresta Deliserdang. (Waspada/Edward Limbong).

DELISERDANG (Waspada): Beredar sebuah video berdurasi 1 menit 8 detik yang memperlihatkan oknum polisi menganiaya warga di pinggir jalan viral di media sosial (Medsos). Di video tampak polisi tersebut memukul korban hingga terkapar.

Terkait video itu, Kapolresta Deliserdang (DS), Kombes Pol Yemi Mandagi SIK MH, membenarkan peristiwa itu terjadi di wilayah hukum Polresta Deliserdang. Kata dia oknum polisi di video bertugas di Satlantas Polresta Deliserdang berinisial G dengan pangkat Aipda. Sedangkan warga yang menjadi korban pengendara motor bernama Muhammad Andi Gultom.

                                             

“(Peristiwa terjadi) Rabu (13/10) sekira pukul 11.00 WIB. (saat itu) Personel Satlantas Deliserdang, sedang berada di simpang (jalan) Cemara (Lubukpakam) dalam melaksanakan tugas,” kata Kombes Yemi, didampingi Wakapolresta Deliserdang AKBP Julianto Sirait, orangtua korban Sugiyani dan adik korban saat konferensi pers di Mapolresta Deliserdang, Kamis (14/10).

Saat itu, kata Kombes Yemi terjadi perselisihan paham antar keduanya, lalu Aipda G menganiaya Andi Gultom.

“Akhirnya menyebabkkan personel kita melakuan pemukulan terhadap saudara Andi Gultom yang dilakukan oleh Aipda G,” sebut Kombes Yemi.

Tapi terkait insiden ini, Kombes Yemi mengatakan pihaknya telah mengunjungi rumah korban dan berjanji menanggung biaya pengobatan Andi Gultom. Dia juga mewakili institusi Polri meminta maaf, kepada masyarakat dan keluarga.

“Rekan rekan sekalian terutama pada keluarga Andi Gultom, atas nama pimpinan, Polda Sumut, Bapak Kapolda, (saya) Kapolresta Deliserdang, mengucapkan permohonan maaf sebesar besarnya kepada keluarga,” ungkap Kombes Yemi.

Lalu terhadap Aipda G, kata Kombes Yemi, langsung dinonaktifan sebagai personel Satlantas Polresta Deliserdang.

“Aipda G, saya nonaktifkan sebagai anggota lalu lintas, dalam rangka pemeriksaan di Propam Polresta Deli Serdang,” tegas Kombes Yemi.

Atas peristiwa itu, Kombes Yemi kepada jajaran berpesan agar tindakan ini tidak terulang lagi, karena harusya polisi menjadi pelindung masyarakat.

“Kepada jajaran ini mejadi pelajaran berharga, untuk tidak terulag kembali. Karena tindakan itu menyakiti hati masyarakat,” ungkap Kombes Yemi.

Sementara itu ibu korban Muhammad Andi Gultom yakni Sugiyani mengakui dirinya dari pihak keluarga telah memaafkan pelaku, begitu juga dirinya mewakili keluarga bila ada kesalahan anaknya memohon maaf kepada pihak kepolisian. “Kepada bapak-bapak saya mohon maaf, terimakasih semuanya,” ungkapnya. (a16).

  • Bagikan