Vaksin Booster, Asahan Tidak Gunakan Sinovac

  • Bagikan
Bupati Asahan Surya menjalani vaksinasi tahap 3 (booster), saat vaksinasi dosis lanjutan di lingkungan Pemkab Asahan. Waspada/Ist
Bupati Asahan Surya menjalani vaksinasi tahap 3 (booster), saat vaksinasi dosis lanjutan di lingkungan Pemkab Asahan. Waspada/Ist

KISARAN (Waspada): Vaksinasi tahap III (Booster) di Asahan dimulai, namun untuk kali ini Kab Asahan tidak menggunakan vaksin Sinovac karena diperuntukkan kepada anak-anak.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kab Asahan Hari Sapna saat berbincang dengan Waspada.id, Selasa (18/1) menjelaskan, bahwa Kab Asahan sudah mencapai target untuk vaksinasi umum tahap 1 sudah melampaui 70 persen, dan untuk Lansia minimal 60 persen. Sehingga Asahan sudah melakukan vaksinasi booster.

“Kita sudah memenuhi syarat, sehingga kita boleh melakukan vaksinasi booster,” jelas Hari.

Hari mengatakan, namun untuk yang menjadi prioritas adalah Lansia, TNI, Polri, dan pelayanan masyarakat, dengan syarat sudah vaksin tahap 2 selama 6 bulan.

“Untuk booster, kita tidak menggunakan sinovac, karena sinovac dipergunakan untuk anaka-anak. Sehingga kita menggunakan vaksin dengan pilihan Moderna, Pfizer, atau Astrazeneca,” jelas Hari.

Hari juga mengatakan untuk pencapaian vaksinasi di Asahan tahap 1 sudah mencapai 82,42 persen atau 485.563 orang , dan tahap 2 mencapai 41,20 persen atau 242.696 orang dengan sasaran vaksin 589.129 orang.

“Untuk booster masih kecil, karena masih berlangsung, yang dilakukan di fasilitas kesehatan dan Puskesmas di Kab Asahan,” jelas Hari.

Tidak Hadir Di Sekolah

Sedangkan untuk vaksinasi anak, Hari mengatakan sasaran untuk di Asahan sebanyak 84.335 anak, dan saat ini sudah mencapai 60,48 persen atau 51.006 anak. Namun demikian masalah di lapangan banyak orang tua tidak mengizinkan anaknya divaksin, dengan cara tidak hadir di sekolah. Oleh sebab untuk mengatasi masalah ini, Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Kemenag Asahan, Korwil Dinas Pendidikan, Polres Asahan dan Kodim 0208/AS, melakukan sosialisasi dengan mendata orang tua siswa yang tidak hadir di sekolah dan tidak ikut vaksin.

“Kita kumpulkan di satu tempat para wali atau orang tua siswa untuk diberikan sosialisasi vaksinasi anak, sehingga program ini bisa berjalan dengan baik,” jelas Hari.

Ditanya untuk vaksinasi anak apakah laporan efek samping berlebih sehingga anak harus mendapat perawatan medis, Hari menjelaskan sejauh ini belum ada temuan kasus terkait efek samping, semua berjalan dengan baik.

“Semua anak-anak yang sudah divaksin tetap kita pantau kesehatannya, Alhamdulillah sampai saat ini belum ada laporan kasus efek samping berlebihan dan harus mendapatkan perawatan medis terkait vaksin anak,” jelas Hari.

Disinggung dengan Covid-19 varian Omicron apakah ada kasus di Asahan, Hari mengatakan belum ada, untuk bulan ini ada 5 orang yang dirawat terkonfirmasi Covid19, untuk memastikannya, Dinas Kesehatan mengambil sampel darah pasien dan mengirimkannya ke laboratorium Jakarta.

“Hasil uji laboratorium di Jakarta, 5 pasien Covid ini negatif Varian Omicron,” jelas Hari. (a02/a19/a20)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.