Waspada
Waspada » Usir Petugas PPS, Oknum Lurah di Sibolga Dicopot 
Headlines Sumut

Usir Petugas PPS, Oknum Lurah di Sibolga Dicopot 

Sekda Kota Sibolga, Yusuf Batubara didampingi Kepala Inspektorat, Kepala BKD menyerahkan surat keputusan pengangkatan Camat Sibolga Utara sebagai Plt Lurah Hutabarangan. Usir Petugas PPS, oknum Lurah di Sibolga dicopot. Waspada/Ist
Sekda Kota Sibolga, Yusuf Batubara didampingi Kepala Inspektorat, Kepala BKD menyerahkan surat keputusan pengangkatan Camat Sibolga Utara sebagai Plt Lurah Hutabarangan. Usir Petugas PPS, oknum Lurah di Sibolga dicopot. Waspada/Ist

SIBOLGA  (Waspada) : Usir Petugas PPS, oknum Lurah di Sibolga dicopot. Wali Kota Sibolga, M Syarfi Hutauruk mencopot oknum DRP dari jabatan sebagai Lurah Hutabarangan.

Pencopotan jabatan ini tertuang dalam Keputusan Wali Kota Nomor: 821.3/338/Tahun 2020, tertanggal 14 Oktober 2020.

Selanjutnya, Wali Kota menunjuk Camat Sibolga Utara, Maslan Ida Rumapea sebagai Pelaksana Tugas Lurah Hutabarangan.

Sekda Kota Sibolga Yusuf Batubara, yang memimpin acara serah terima jabatan tersebut menyampaikan, pencopotan jabatan ini merupakan hasil evaluasi dari Pemko Sibolga melalui Inspektorat, terkait laporan terjadinya insiden di kantor kelurahan antara Lurah yang bersangkutan dengan Petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS).

“Menurut hasil evaluasi tim Inspektorat, hal ini merupakan sebuah pelanggaran disiplin seorang ASN, sehingga yang bersangkutan diberikan hukuman berat berupa pembebasan dari jabatan, juga terkait dengan UU KPU.” kata Yusuf Batubara, kata Yusuf Batubara Rabu (14/10) di ruang kerjanya.

Sebelumnya, oknum Lurah Hutabarangan, Kota Sibolga berinisial DRP, diduga mengusir petugas Pantia Pemungutan Suara (PPS).

Selain usir petugas PPS, DRP juga melarang petugas PPS yang sudah bekerja sejak 15 Juli 2020 berkantor di Kelurahan tersebut.

Pengusiran dan pelarangan petugas PPS itu kemudian diabadikan melalui video berdurasi 1,39 menit, oknum Lurah DRP begitu lantang mengusir petugas PPS.

Menanggapi insiden itu, KPU Sibolga langsung menyurati Wali Kota Sibolga dengan tembusan ke KPU Provinsi, Polres Sibolga, Bawaslu, Inspektorat, BKD dan Camat Sibolga Utara.

“Insiden ini dikhawatirkan dapat mengganggu dan merusak proses tahapan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga 2020 yang sedang berlangsung,” kata Komisioner KPU Sibolga, Afwan Nasution. (c03)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2