Waspada
Waspada » Usai Inafis, Giliran Tim Labfor Poldasu Selidiki Kebakaran KPP Pratama Balige
Headlines Sumut

Usai Inafis, Giliran Tim Labfor Poldasu Selidiki Kebakaran KPP Pratama Balige

PS Kaurkom Subbid Piskom Bilabfor Polda Sumut, AKP Rudi Syaputra memberikan keterangan terkait penyelidikan penyebab kebakaran KPP Pratama Balige, Senin (8/2).  Usai Inafis, Giliran Tim Labfor Poldasu Selidiki Kebakaran KPP Pratama Balige. Waspada/Ramsiana Gultom
PS Kaurkom Subbid Piskom Bilabfor Polda Sumut, AKP Rudi Syaputra memberikan keterangan terkait penyelidikan penyebab kebakaran KPP Pratama Balige, Senin (8/2).  Usai Inafis, Giliran Tim Labfor Poldasu Selidiki Kebakaran KPP Pratama Balige. Waspada/Ramsiana Gultom

TOBA (Waspada) : Empat petugas Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumut turun langsung menyelidiki penyebab kebakaran Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Balige, Senin (8/2), sekira pukul 14.00 Wib, sebelumnya, Tim Inafis Polda Sumut juga sudah turun ke KPP Pratama Balige, Sabtu (6/2).

Pantauan Waspada.id, Tim Labfor Poldasu setibanya di KPP Pratama Balige langsung masuk ke dalam ruangan lantai 2 didampingi Kanit Inafis Polres Toba, Ipda L. Situmorang dan Kanit Reskrim Polsek Balige, Ipda Jefriady Silaban serta beberapa orang Pegawai KKP Pratama Balige.

Selama 4 jam lebih petugas Lafbor berada di dalam ruangan. Tak hanya itu, beberapa petugas KPP Pratama Balige bergantian masuk ke dalam ruangan diduga untuk dimintai keterangan sekaitan dengan peristiwa kebakaran tersebut.

Sekira pukul 18.30 seluruh petugas Labfor keluar dari ruangan lewat pintu belakang. Diduga untuk menghindari pertanyaan dari sejumlah wartawan yang sudah menunggu di luar sejak Pukul 14.00 Wib, sementara beberapa orang pegawai KPP keluar lewat pintu depan. Ternyata Tim Labfor keluar untuk menunaikan ibadah sholat Magrib dilanjut dengan makan malam.

Hingga pukul 21.00 Wib, Tim Labfor kembali ke TKP dan memberikan pernyataan resmi terkait pemeriksaan yang mereka lakukan di dalam.

Keterangan Bidlabfor Polda Sumut

Kebakaran KPP Pratama Balige menarik perhatian dan menimbulkan tanda tanya besar bagi warga Balige sekitarnya, pasalnya, tim khusus Polda Sumut bergantian melakukan penyelidikan penyebab kebakaran kantor yang merupakan aset pemerintah tersebut.

Setelah menunggu selama 7 jam, akhirnya PS Kaurkom Subbid Piskom Bidlabfor Polda Sumut, AKP Rudi Syaputra buka suara pada wartawan soal penyelidikan penyebab kebakaran KKP Pratama Balige yang mereka lakukan. Ini keterangan lengkapnya.

“Kehadiran kami di sini atas permintaan Polres Toba terkait adanya kebakaran kantor KPP Pratama di Balige. Pertama saya lakukan observasi, di mana saya melihat gedung mana saja yang terbakar yakni di lantai 2 dan lantai tiga.

Di lantai dua yang terbakar, di mana di ruangan itu ada tiga seksi yaitu ruangan Kepala Kantor Pajak, Bendahara, Sekretaris dan Kepegawaian, di lantai dua yang lain hanya terbakar sedikit akibat percikan api dari lantai 3, sementara di lantai 3 hampir keseluruhan terbakar.

Setelah saya melakukan observasi, saya melihat dari tingkat kerusakan dan penjalaran api bahwasanya di lantai 2 ini merupakan awal apinya atau sumber api. Tapi dari awal api ini, saya melihat ada tempat-tempat yang digunakan untuk alat-alat elektronik berupa dua unit mesin foto copy  dan lainnya. Dan saya lihat dari tingkat kerusakannya, di sini awal api. Tapi saya belum  bisa menyimpulkan penyebabnya apakah disengaja atau tidak, sampai saya periksa dulu barang bukti yang saya ambil.

Barang bukti yang saya ambil itu berupa abu arang, nanti kita periksa apakah di dalam abu arang ini ada mengandung hidrokarbon. Hidrokarbon ini diperiksa lagi apakah mengandung BBM berupa pertalite, pertamax atau jenis lainnya yang bisa memicu kebakaran tersebut.

Kedua, saya juga mengambil barang bukti berupa kabel, dimana terdapat banyak alat-alat elektronik yang tidak tercabut dan masih tercolok. Nanti saya periksa apakah dari kabel tersebut juga jadi pemicu kebakaran.

Untuk saat ini sumber api diduga dari ruangan sekitar kantor ruangan Kepala KPP tepatnya di arah kamar mandi. Di situ kita matchingkan  dengan CCTV yang masih aktif. Tapi sampai di situ belum bisa kita pastikan penyebabnya. Sampai barang bukti yang diambil itu kita periksa di Bidlabfor Polda Sumut. CCTV yang kita amankan ada yang masih aktif dan ada yang sudah mati posisinya, tapi apakah ada kamera atau tidak saya tidak tau.

Tindakan selanjutnya seluruh barang bukti akan di periksa di Bidlabfor Poldasu, apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian atau korslet, papar Rudi.

Posisi ruangan lantai dua yang diduga sumber api, diterangkannya merupakan ruang blong yang hanya memiliki sekat pada ruangan Kepala Kantor, selebihnya hanya dibatasi dengan meja-meja petugas.

Untuk melakukan pemeriksaan seluruh barang bukti yang telah diambil, imbuh Rudi, butuh waktu cukup lama yakni dua minggu. Apabila kurang memungkinkan, bisa jadi turun kembali ke TKP.

“Hingga kini jumlah barang bukti yang diambil saya kira sudah lengkap makanya saya maksimalkan untuk pemeriksaan ini sampai malam,” pungkas Rudi.

Selain memeriksa barang bukti, Rudi juga memeriksa 4 orang pegawai yang bekerja di ruangan tersebut ditambah satpam 1 orang yang bertugas dan 1 orang pegawai yang masih bekerja di lantai dua saat kebakaran itu terjadi. (a36)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2