UPT SPAM Humbahas Monopoli Tenaga Rekrutment Kontrak

  • Bagikan

DOLOKSANGGUL (Waspada): Unit Pelaksana Teknis Sistim Penyediaan Air Minum (UPT SPAM) Kab. Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara diduga monopoli rekrutmen tenaga kontrak. Pasalnya salahsatu tenaga kontrak yang bekerja di UPT SPAM di bawah naungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Humbahas diduga melampaui usia batas maksimum dan dipekerjakan seumur hidup.

S Purba, 60, salah satu warga Desa Purba Dolok kepada Wartawan, Kamis (25/11) mengatakan perekrutan tenaga kontrak untuk tenaga teknis lapangan UPT SPAM Humbahas diduga dilakukan dengan cara monopoli sehingga tidak memberikan kesempatan kepada pencaker (pencari kerja) lainya.

“Rekrutmen tenaga kontrak UPT SPAM, patut diduga monopoli sehingga tidak memberikan kesempatan kerja bagi pencaker. Sebab salah satu tenaga kontrak di UPT SPAM inisial OP sudah berusia 67 tahun, namun tetap diberdayakan. Apakah tenaga kontrak itu bekerja seumur hidup dan tidak memberi kesempatan kepada pencaker lainnya,” tanya Purba.

Pensiunan ASN ini  meminta pihak UPT SPAM agar fair melakukan evaluasi terhadap tenaga kontrak. Jika tenaga kontrak tersebut ada hubungan kepemilikan atas sumber air minum yang disalurkan ke sebagian Doloksanggul, namun UPT SPAM harus memperhatikan umur dan produktifitas kerja.

“Tenaga kontrak UPT SPAM disinyalir turun temurun, selain OP yang sudah melampaui batas usia maksimun, anak OP  yakni Sudi Purba juga dilibatkan sebagai tenaga kontrak. Ini tidak fair dan sudah monopoli,” ujarnya.

Kepala UPT SPAM Humbahas, Liston Silalahi kepada wartawan mengakui bahwa jumlah tenaga kontrak di UPT SPAM sebanyak 36 orang. Jumlah tersebut tersebar di tujuh kecamatan dari 10 kecamatan se-Humbahas.

Dari sisi beban kerja, Liston mengakui jumlah tersebut masih kurang namun karena keterbatasan anggaran dari Pemkab setempat, ke 36 orang tersebut diberdayakan maksimal untuk pengoperasian dan perawatan jaringan air minum.

Disinggung adanya dugaan monopoli dalam perekrutan tenaga kerja, Liston justru membantah. Namun pria berpostur ramping ini, menguraikan, bahwa perekrutan tenaga kontrak melibatkan pemilik lahan sumber mata air. Meski dilakukan evaluasi, namun pemilik lahan sumber mata air tetap menjadi prioritas.

OP salah satu tenaga kontrak di UPT SPAM merupakan pemilik sumber mata air di Pangardahan, Desa Purba Dolok, Kecamatan Doloksanggul. Saat ini OP masih diberdayakan karena salahsatu pemilik lahan sumber mata air yang disalurkan ke konsumen. Selain itu, OP masih bisa diandalkan untuk kerja lapangan. Pertimbangan lain, OP sudah berpengalaman, sebab perekrutan OP sebagai tenaga kontrak, sudah dilakukan sebelum Humbahas mekar dari Kabupaten Tapanuli Utara. OP juga sempat menjadi KPC Perusahaan Daerah (PD) Mualnatio, namun karena sudah melewati batas usia, yang bersangkutan tidak bisa diangkat menjadi PNS.

Dijelaskan dalam perjanjian kontrak, pihaknya tidak melihat batas usia kerja. Berbeda dengan tenaga honor di lingkungan pemerintah. Kalau yang bersangkutan masih mampu untuk bekerja, tetap kita berdayakan. “Sejauh ini OP masih kita butuhkan. Sebab di bisa diandalkan untuk teknik lapangan,” ujarnya.

Terpisah, Plt. Dinas Tenaga Kerja Humbahas, Janter Sinaga melalui Kasi Pelayanan dan Perselisihan, Hariandi Sitanggang kepada wartawan mengakui, bahwa usia minimum tenaga kerja (kontrak) minimal usia 18 tahun. Namun usia maksimum tidak diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan. “Usia minium tenaga kerja atau tenaga kontrak sudah jelas 18 tahun. Namun batas usia maksimum tidak ada, sepanjang masih bisa bekerja dan dibutuhkan pihak pemakai jasa, tidak jadi masalah,” pungkasnya. (cas)

Kantor UPT SPAM Humbahas. Waspada/Ist

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *