Waspada
Waspada » Upaya Perbaikan Jalan Amblas Tak Pernah Tuntas
Sumut

Upaya Perbaikan Jalan Amblas Tak Pernah Tuntas

BELUM lama selesai diaspal, jalan negara di Kel. Tangkahandurian, Kec. Brandan Barat, kembali hancur. Upaya Perbaikan Jalan Amblas Tak Pernah Tuntas. Waspada/Asrirrais
BELUM lama selesai diaspal, jalan negara di Kel. Tangkahandurian, Kec. Brandan Barat, kembali hancur. Upaya Perbaikan Jalan Amblas Tak Pernah Tuntas. Waspada/Asrirrais

P. BRANDAN (Waspada): Jalan negara yang amblas sejak awal tahun 2019 di kawaan Kel. Tangkahandurian, Kec. Brandan Barat, Kab Langkat, hingga kini belum juga dapat teratasi Kementerian PUPR.

Jalan penghubung antar provinsi Aceh- Sumut ini sudah berulang kali dilakukan perbaikan, baik ditimbun, maupun diaspal, namun karena kulitas teknis pengejarannya terkesan asal jadi, jalan negara ini tak dapat bertahan lama.

Sudah cukup banyak uang negara terkuras untuk memperbaiki ruas jalan yang amblas ini, tapi kondisi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) ini masih saja tetap rusak. Kerusakan jalan ini malah sudah berlangsung selama dua tahun.

Akhir Desember 2020, jalan amblas ini sudah diaspal, namun hancur kembali. Kemudian, memasuki awal Januari 2021, ruas jalan ini kembali diperbaiki dengan pengaspalan, tapi belum sampai dua bulan, jalan kembali rusak.

Pantauan Waspada.id, Selasa (16/2) kemarin, lapisan permukaan aspal sudah hancur lebur dan struktur tanah di jalan penghubung antar provinsi ini terus mengalami pergeseran sehingga riskan dilalui kenderaan bermotor.

Jalan yang berada persis di depan pabrik tiang beton PT Subertri Megah ini sudah beberapa kali diperbaiki, tapi masih saja amblas, bahkan kini lebar jalan tampak sudah kian mengecil sehingga kenderaan yang melintas harus harus bergantian.

Menurut Andi, salah seorang warga, sudah banyak pengendara kenderaan bermotor yang terjatuh ketika melintasi jalan ini. Belum lama ini, lanjut, sepasang suami istri berboncengan kereta terjatuh bersama anak balitanya.

Ruas jalan ini sangat vital untuk mendukung kelancaran arus lalulintas barang dan jasa bagi kedua provinsi. Karena itu, kerusakan jalan yang sudah hampir mencapai 2 tahun tentu sangat merugikan masyarakat luas.

Ironisnya, saat ini pemerintah lagi gencar-gencarnya membangunan inprastruktur jalan tol untuk mendorong percepatan ekonomi, akan tetapi, jalan negara yang sudah dua tahun amblas tidak kunjung tuntas diperbaki.
(a10)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2