Tukang Bangunan Box Culven Beton Tuntut Upah

  • Bagikan
SARIMAN kepala tukang pekerjaan pembuatan Box Culven Beton di Kebun Tanah Datar, Kec Datuk Tanah Datar, Kab Batubara menuntut pihak kontraktor untuk segera membayarkan upah.Waspada/Iwan Has
SARIMAN kepala tukang pekerjaan pembuatan Box Culven Beton di Kebun Tanah Datar, Kec Datuk Tanah Datar, Kab Batubara menuntut pihak kontraktor untuk segera membayarkan upah.Waspada/Iwan Has

TANAHDATAR (Waspada): Sejumlah pekerja kasar (kuli) bangunan terkatung-katung karena upahnya selama bekerja  belum dibayar oleh kontraktor pembangunan Box Culven Beton di Kebun Tanah Datar, Kec Datuk Tanah Datar, Kab Batubara..

“Pembangunan kini telah selesai dikerjakan, namun kami belum menerima sepeserpun sebagai upah dari PT BCPM selaku perusahaan yang dipercayakan mengerjakannya,” sebut Sariman kepala tukang bangunan kepada Waspada.id, Kamis (18/5).

  Pria kelahiran 1955 di Pinang Sori Sibolga ini mengatakan, dari awal pihaknya bersama 5 pekerja (tukang lainnya) telah menyelesaikan secara baik pekerjaan dalam waktu hampir satu bulan membuat Box Culven Beton Type C (150×150) cm x 4, 00 m di kebun Tanah Datar dengan upah sistem borongan sebesar Rp9 juta.

  Kendati pekerjaan selesai dan dikabarkan telah diserah terimakan kepada pihak kebun, namun upah mereka tidak kunjung dibayarkan.

  Sariman mengaku dari awal tidak ada membuat perjanjian tertulis dan cuma berpegang kepercayaan terhadap rekanan berinitial Ros. Padahal para buruh bangunan hanya mengandalkan dari pendapatan tersebut untuk biaya hidup sehari-hari.

  “Janjinya 10 menit setelah molen mereka bawa pulang dibayarkan maupun ditransfer. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasannya. Padahal biaya hidup sehari-hari kita mengandalkan dari bertukang,” ujarnya.

TAMPAK pembuatan Box Culven Beton di Kebun Tanah Datar, Kab Batubara telah selesai dikerjakan. Waspada/Iwan Has

  Belum lagi pembelian material yang kurang untuk menyelesaikan sisa pekerjaan seperti pasir, 4 sak semen dan biaya angkut molen, pihaknya terpaksa mendahulukan melalui kantong sendiri dan mengutang untuk memberikan pinjaman tukang.

  “Di sini saya terpaksa mengutang untuk memberikan pinjaman kepada anggota tukang karena tak tega melihat kondisi kehidupan mereka dalam suasana lebaran Idulfitri 1434 H ,” jelas Sariman yang kini tinggal di pedalaman kawasan Kuburan China Tanah Datar ini.

  Pihaknya juga mengaku telah menghubungi Ros selaku pihak kontraktor untuk segera membayarkan upah mereka, namun mendapat jawaban akan melaporkan kepada atasan untuk membayarkannya.(a.18)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.