Truk Muatan 8 Ton Sawit Dirampok, Supir Dibuang Di Labuhanbatu

  • Bagikan
Tangkap layar dari video supir truk muatan 8 ton sawit dirampok, yang ditemukan warga dan dilepaskan ikatan tali pada kaki, tangan dan leher. Waspada/Ist
Tangkap layar dari video supir truk muatan 8 ton sawit dirampok, yang ditemukan warga dan dilepaskan ikatan tali pada kaki, tangan dan leher. Waspada/Ist

KISARAN (Waspada): Truk muatan sawit 8 ton dirampok oleh gerombolan tidak dikenal di jalan utama Desa Aek Nabuntu, Kec Aek Ledong, sedangkan supir ditodong senpi, diikat dan dibuang di wilayah Kab Labuhanbatu.

Pemilik truk Tasrif warga Desa Aek Bange, Kec Aekloba, saat dihubungi via telepon, Rabu (11/5), menuturkan keterangan dari korban, pengemudi truk Sapdam Sandi Zulkifikar, kejadian Minggu (8/5) membawa truk berisi 8 ton kelapa sawit untuk dibawa ke pabrik, namun saat dalam perjalanan, ada minibus Daihatsu Terios meminta jalan untuk mendahului dengan menghidupkan lampu jauh. Namun saat mendahului, truk diberhentikan.

“Para pria keluar dari mobil dan mendatangi truk langsung membuka pintu supir dan menodongkan senpi di kening supir. Supir dibawa dalam minibus. Saat ini korban masih trauma atas kejadian ini,” jelas Tasrif.

Tasrif menuturkan bahwa supir truk merupakan kerabatnya, dan dibuang Desa N-3, Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu, dan ditemukan oleh warga sekitar dengan kondisi terikat.

“Kita sudah lapor ke Polsek Pulauraja, Polres Asahan, terhadap kejadian ini,” jelas Tasrif.

Tasrif menuturkan, bahwa kerugian cukup banyak karena 8 ton sawit dinilai sekitar Rp 16 juta, dan ditambah truk keluaran 2017 dengan nilai jual Rp 250 juta lenyap.

“Kami berharap para pelaku secepatnya bisa ditangkap,” jelas Tasrif.

Sedangkan Kapolsek Pulau Raja Polres Asahan AKP Maralidang Harahap, dikonfirmasi sedang melakukan penyidikan kasus ini, dengan barang bukti awal tali plastik warna hitam yang digunakan pelaku untuk melilit kaki dan tangan korban serta lakban yang digunakan sebagai penutup mulut

“Korban sudah buat laporan, kasus ini masih dalam penyidikan,” jelas Maralidang. (a02/a19/a20).


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *