Waspada
Waspada » Transformasi Transaksi Konvensional Jadi Digital, Solusi Bisnis Tetap Jalan
Ekonomi Sumut

Transformasi Transaksi Konvensional Jadi Digital, Solusi Bisnis Tetap Jalan

Kepala KPw BI Kota Pematangsiantar Edhi Rahmanto Hidayat. Transformasi Transaksi Konvensional Jadi Digital, Solusi Bisnis Tetap Jalan. Waspada/Edoard Sinaga
Kepala KPw BI Kota Pematangsiantar Edhi Rahmanto Hidayat. Transformasi Transaksi Konvensional Jadi Digital, Solusi Bisnis Tetap Jalan. Waspada/Edoard Sinaga

PEMATANGSIANTAR (Waspada): Transformasi transaksi konvensional menjadi digital, salah satu solusi agar roda ekonomi dan bisnis tetap berjalan. Pelaku usaha, dituntut agar dapat baradaptasi dan menyesuaian kebutuhan akan transaksi digital yang semakin meningkat.

“Pandemi Covid-19 memberi dampak besar bagi berbagai aspek, terutama ekonomi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai sektor andalan. Pembatasan sosial, mempersulit jalannya transaksi perdagangan bagi usaha mikro. Tantangan ini membuat UMKM harus melakukan berbagai penyesuaian agar dapat bertahan, baik dari sisi produk, layanan, maupun transaksi,” sebut Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar Edhi Rahmanto Hidayat secara tertulis, Rabu (17/2).

Menurut Edhi, dalam mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tanah air, salah satu upaya pemerintah yakni dengan mencanangkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI). “Selanjutnya, sebagai tindak lanjut atas terpilihnya Danau Toba sebagai salah satu dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Indonesia, BI berkolaborasi dengan Kemenparekraf, Kemenkominfo dan PJSP Dana, melaksanakan rangkaian kegiatan GBBI Beli Kreatif Danau Toba (BKDT) 2021 pada Februari 2021 di berbagai kabupaten di sekitar Danau Toba.”

“Rangkaian kegiatan dalamroadshow BBI UMKM digital, diselenggarakan di Kab. Samosir, Toba, Dairi dan Simalungun pada 15-18 Ferbruari 2021. Selanjutnya, grand launching GBBI BKDT 2021 akan dilaksanakan di Dairi pada 20 Februari di Hotel Debang Resort, Tao Silalahi,” sebut Edhi.

Khusus roadshow GBBI yang digelar di Samosir, Senin (15/2), imbuh Edhi, kegiatan dilaksanakan di Hotel JTS Samosir. “Kegiatan dihadiri lebih dari 100 UMKM yang berada di Samosir dengan mengusung tema sosialisasi UMKM Siap Digital.”

“Pada kesempatan itu, KPw BI Pematangsiantar hadir memberikan materi pelatihan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu kanal sistem pembayaran digital. QRIS merupakan penyatuan QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), baik PJSP bank maupun non bank seperti Dana, Link Aja, OVO, Gopay dan lainnya. QRIS dikembangkan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) bersama BI. Agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat dan terjaga keamanannya, semua PJSP yang akan menggunakan QR Code pembayaran wajib menerapkan QRIS,” sebut Edhi.

“Selain memberikan penjelasan mengenai solusi digitalisasi transaksi dengan menggunakan QRIS, disampaikan juga karakteristik Unggul yang dimiliki QRIS yakni universal, artinya inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat dan dapat digunakan di dalam dan luar negeri, gampang, dimana transaksi dilakukan dengan mudah dan aman dalam satu genggaman, untung, artinya, efisien dan satu kode QR untuk semua aplikasi, langsung, dimana transaksi cepat dan seketika dan mendukung kelancaran sistem pembayaran.  Selanjutnya, pada 2021 ini, secara nasional BI mentargetkan tercapainya 12 juta merchant QRIS. Khusus untuk wilayah Sumut sebanyak lebih kurang 460 ribu merchant dan wilayah kerja Pematangsiantar lebih kurang 46 ribu merchant,” harap Edhi.

Saat tanya jawab dengan dengan para UMKM, lanjut Edhi, diberikan penjelasan singkat  terkait perihal keamanan bertransaksi  dan sisi perlindungan konsumen melalui pembayaran digital dengan berbagai aplikasi yang terintegrasi dengan QRIS. “Dengan jumlah penduduk lebih dari 269 juta jiwa, Indonesia merupakan pasar besar dan potensial untuk menyerap arus digitalisasi  sistem pembayaran terlebih di era new normal, saat yang menuntut adanya inovasi transaksi tanpa tatap muka, dimana  QRIS dan digital banking memampukan harapan itu. Materi disampaikan Kanit Implementasi SP PUR Syafitri dan Kasi Kehumasan Santy Hutajulu,” sebut Edhi.

Mewakili pemerintah setempat, Kadis Nakerkopperdag Pemkab Samosir Vikbon H Simbolon mengajak para pelaku usaha di Samosir untuk mendukung terpilihnya Danau Toba sebagai salah satu DPSP. UMKM diajak untuk beradaptasi serta mendukung berbagai perubahan yang terjadi, salah satunya, mampu mengakomodir kemajuan digitalisasi dan pembayaran non tunai. “Ketidakmampuan beradaptasi akan menghalangi terciptanya peluang transaksi yang lebih besar dan lebih luas dengan para calon pembeli nantinya. Kemampuan beradaptasi ini akan menciptakan banyak manfaat dan peluang bagi UMKM di Samosir.”

Sebagai PJSP yang juga turut mendukung pelaksanaan kegiatan itu, Governent Relation Head PT Espay Debit Indonesia KOE (Dana) Reancy Triashari menyampaikan teknis pengoperasian Dana sebagai salah satudigital apps platform dan para peserta UMKM diajak untuk mempraktekkan secara langsung operasional penggunaan aplikasi Dana. “Dana sangat mendukung program GBBI. Ke depan, Dana juga akan mengadakan pelatihan Kelas Dana Bisnis yang ditujukan  bagi UMKM di seluruh Indonesia.”

Edhi juga menyampaikan jadwal dan lokasi rangkaian roadshow BBI dangrand launching GBBI di JTS Hotel Samosir 15 Februari, gedung serbaguna Yayasan Del, Toba 16 Februari, Niagara Hotel (Masterclass), Simalungun 18 Februari dan Hotel Debang Resort (grand launching), Dairi 20 Februari.(a28/B).

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2